Media Partisipatif

Terbaru

Gambar

Penilaian Lomba Desa Tingkat Propinsi

penyambutan

Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat tiba di Desa Semparu Sekitar Pukul 09.45 Wita. Kedatang Tim ini disambut Langsung oleh Kepala Desa Semparu Lalu Ratmaji Hijrat, Bapak Camat Kopang Lalu Setiawan. S.Sos, dan segenap warga masyarakat Desa Semparu. Penyambutan dilakukan secara Adat dan diiringi oleh kesenian Gendang Beleq.

Selain melakukan penilain dalam lomba desa, juga akan dilakukan penilaian terhadap kegiatan Posyandu, P2WKSS (Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera), BKB (Bina Keluarga Balita), GSI (Gerakan Sayang Ibu), dan GRSSI (Gerakan Rumah sakit Sayang Ibu)

Dalam sambutan Tungggal Bapak Wakil Bupati  Lombok Tengah Drs. H. Lalu Normal Suzana  menyampaikan salam Bapak Bupati Lombok Tengah kepada tim panitia lomba desa  tingkat propinsi Nusa Tenggara Barat karena tidak dapat hadir dalam penyambutan,  karena saat ini beliau sedang berada di tanah suci makah dalam menunaikan ibadah umrah

Desa Semparu merupakan salah satu dari 127 desa di Lombok Tengah, dan Desa Semparu termasuk 15 desa yang baru berusia 3 tahun sehingga masuk dalam katagori desa yang relatif muda, tetapi dalam kurun waktu 3 tahun Desa Semparu sudah mampu menunjukkan diri sebagai desa yang siap bersaing dengan desa lain, dan semua ini mustahil diperoleh tanpa dukungan dan kerja sama yang baik serta bahu membahu antar pemerintahan desa dengan warga masyarakat.

Dalam penilaian lomba desa yang begitu sangat selektif  desa Semparu muncul sebagai wakil Kabupaten Lombok Tengah untuk mengikuti lomba desa tingkat propinsi NTB, sehingga memunculkan keyakinan Wakil Bupati kalau desa semparu dapat meraih juara satu tingkat propinsi.

Dan yang perlu diperhatikan pada Lomba Desa adalah sudah sejauh mana kondisi desa kita mampu membangun desanya ,   sudah sejauh mana desa mampu memberikan pelayanan yang baik pada masyarakatnya sebagai bahan dan masukkan dengan harapan desa mampu instropeksi terhadap  kinerjanya dari semua sisi, semua lini dan semua bidang.

Oleh karena itu dalam kesempatan tersebut wabup atas nama masyarakat desa semparu pada khususnya dan masyarakat Lombok tengah pada umumnya berharap didalam penilain lomba ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karena kelebihan dan kekurangan disebuah desa/kelurahan pasti ditemukan, kejujuran dari tim penilai terhadap kekurangan maupun kelebihan agar didapat disampaikan karena semua itu sangat bermanfaat bagi warga masyarakat .

This slideshow requires JavaScript.

Gambar

Ujian Nasional SD ditengah Gaduhnya Pilpres

Proses UN SD

Proses Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar hampir luput dari perhatian masyarakat, seolah semua pandangan, pendengaran dan pikiran terkonsentrasi pada deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Pendidikan Dasar sebagai ujung tombak perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara yang merupakan salah satu indikator kemajuan pemerintahan nyaris terabaikan sehingga tidak sedikit dari kita yang masih eporia dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif yang belum lama berlangsung, bahkan tidak lama lagi kitapun akan dihadapkan pada pesta demokrasi Pemilihan Umum untuk menjadikan orang nomor 1 di Indonesia.

Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar yang mulai berlangsung pagi ini (19-05-2014) begitu terlihat tenang, bahkan beberapa murid SD yang sedang mengerjakan soal terlihat penuh konsentrasi untuk dapat menjawab semua soal dibawah pengawasan 2 orang guru. Dibawah ketatnya penjagaan sesekali tampak dengan tenangnya beberapa pengawas luar memeriksa proses UN, bahkan dari aparat kepolisian juga tampak ikut mengawasi proses Ujian Nasional SD ini.

Apa sebenarnya yang diharapkan pemerintah dengan pelaksanaan Ujian Nasional, apakah hanya lebih menekankan pada intelektualitas semata sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan dengan mengabaiakan segala proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak didik. Sehingga rasa percaya diri anak didik untuk berlomba menuju kebaikan dalam segala aspek kehidupan terabaikan pula.

Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dalam Amandemen UUD 1945 Pasal 31 ayat 3 dan 5 serta jabaran UUD 1945 yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan dengan jelas tujuan Pendidikan Nasional adalah :

Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Dan ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”

 Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan tertuang dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

 Bila kita merujuk dari tujuan pendidikan diatas, sudah betulkah sistim pendidikan yang kita anut sekarang ? karena pendidikan bukan hanya menekankan pada intelektual semata tetapi lebih pada pembentukan karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, beraklak mulia dan meiliki tanggung jawab terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Lalu mengapa hanya UN menjadi tolak ukur keberhasilan suatu pendidikan dengan mengabaikan segala proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak didik.

Gerakan Kopang Peduli

????????

“Gerakan Kopang Peduli” merupakan Program Pemerintahan Desa Kopang Rembiga dalam rangka menata lingkungan pemukiman desa agar menjadi lebih baik dan lebih bersih yang dilaksanakan pada setiap hari jum’at pagi secara bergilir dimasing-masing dusun.

Team Gerakan Kopang Peduli yang berjumlah 100 orang ini berasal dari semua elemen masyarakat dan pemerinta desa yaitu : BPD, LKMD, Kadus, RT, Babinsa, Babinkamtibmas, Karang Taruna, BKM, OMS/LSM dan semua UPT yang ada dikawasan Desa Kopang Rembiga. Gerakan kemasyarakatan yang sedah berjalan dan memasuki tahun kedua ini dirasa sangat membantu baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat desa itu sendiri.

Selain melakukan penataan dan pembersihan lingkungan, pada kesempatan ini pemerintah desa maupun unsur-unsur lain mendapat kesempatan untuk sosialisasi secara langsung pada masyarakat dusun maupun RT terkait dengan peraturan pemerintah, program-program pemerintah yang sedang dan akan dilaksanakan serta diskusi ringan beberapa perwakilan masyarakat di lokasi pelaksanaan Gerakan Kopang Peduli.

Agenda tahun ini lebih difokuskan pada isu atau kejadian yang menjadi sorotan utama di Lombok Tengah terutama dibidang kesehatan yang menyangkut makin banyaknya masyarakat Lombok Tengah yang terjangkit penyakit HIV Aids. Dari 12 kasus tahun 2013, sekarang sudah menjadi diatas 200 kasus (2014) sehingga tidak menutup kemungkinan akan bertambah drastis ditahun berikutnya. Untuk menekan permasalahan ini kita sebagai masyarakat harus ikut peduli membantu pemerintah dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat luas agar mereka segera paham dan sesegera mungkin untuk melakukan pencegahan, karena penyakit ini penularannya tidak tampak dalam waktu singkat tetapi membutuhkan waktu 10-15 tahun baru penularan penyakit ini terdeteksi.

Tahun 2014 ini Gerakan Kopang Peduli bekerjasama dengan Dinas Kesehatan membentuk Tim sosialisasi HIV Aids dan pemeriksaan darah gratis bagi semua masyarakat desa kopang yang dilaksanakan tiap hari jum’at dimasing-masing dusun yang ketempatan dengan tujuan agar kita tahu lebih dini sekiranya ada warga masyarakat kita yang terindikasi terkena HIV Aids untuk segera diberikan penanganan lebih khusus.

This slideshow requires JavaScript.

SOSIALISASI PEMILU BKM 2014

sosialisasi pemilu bkm

Sosialisasi Pemilu BKM “Ngiring Maju” Desa Kopang Rembiga dipandu langsung oleh Fasilitator Kelurahan (Faskel) bersama dengan Kepala Desa Kopang Rembiga yang dihadiri oleh kelompk-kelompok pemerhati pembangunan desa, OMS Berugak Dese, semua Kepala Dusun, Semua RT, Pengurus BKM dan Sekretariatan, Ketua BPD beserta anggotanya, LPM/LKMD, Kader Pembangunan Desa dan beberapa orang yang peduli terhadap pembangunan serta pengentasan kemiskinan desa.

Selain membentuk panitia pemilu BKM, pada kesempatan yang sama juga sekaligus dimusyawarahkan pembentukan Panitia pengawas pemilu, dan Tim Perumus Tata Tertib BKM yang sekaligus akan membuat draft Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga (AD/ART) BKM sebagai bahan rujukan pada pengurus BKM terpilih.

Mengapa BKM/LKM diperlukan ?

BKM/LKM sangat diperlukan disebabkan oleh dominasi pihak luar sangat kuat sehingga melemahkan masyarakat sebagai pihak utama dalam pembangunan. Dominasi ini menyebabkan perpecahan masyarakat ke golongan-golongan dengan berbagai kepentingan, sehingga menyebabkan lunturnya kepedulian, ketulusan manusia untuk berbuat baik terhadap sesama, solidaritas sosial luntur, dan makin meiskinkan orang miskin, karena kemiskin menjadi persoalan kita yang harus ditanggulangi bersama. Sehingga diperlukan suatu wadah perjuangan untuk penanggulangan kemiskinan dan pimpinan kolektif yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan agar mampu mengendalikan gerakan bersama.

Misi BKM/LKM

Membangun Kapital sosial dengan menumbuhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, ikatan-ikatan sosial dan menggalang solidaritas sesama warga agar bekerjasama menuju kebaikan, kepentingan dan kebutuhan bersama yang pada gilirannya diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat untuk menuju tatanan masyarakat madani.

Bintek PPS Kecamatan Kopang

Simulasi Pemilu

Bimbingan Tehnik Pemilihan Umum Legislative dan DPD RI bagi Panitia Pemungutan Suara (PPS) se kecamatan kopang berlangsung sampai sore hari dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).  Bintek yang dilakukan pada hari minggu, tanggal 17 Maret 2014 di aula Kantor Camat Kopang ini di ikuti oleh 22 orang PPS dari 11 Desa sekecamatan kopang, dimana setia Desa (PPS) mengirimkan 2 orang utusannya yaitu Ketua PPS dan Divisi tehnik.

Bintek yang dilakukan kali ini tidak hanya untuk meyatukan persepsi/pemahaman tentang bagaimana pelaksanaan dan penghitungan suara di tingkat KPPS (TPS) juga dilakukannya simulasi  pemungutan suara agar para penyelenggara di tingkat desa mampu juga melakukan bimbingan tehnik pada penyelenggara ditingkat paling bawah  (PPS).

Setelah melakukan simulasi, para peserta lalu diberikan dua buah studi kasus yang harus dikerjakan/diselesaikan menurut pemahaman masing-masing PPS, lalu hasil dari penyelesain kasus tersebut dipresentasikan untuk mendapatkan tangapan dari yang lain sebagai bahan penjelasan dari divisi tehnik PPK yang selanjutnya didiskusikan agar semua peserta tidak hanya sekedar bisa namun memahami alur proses dari awal hingga pembuatan laporan. (Riky’s)

15 KELURAHAN/DESA LOMBOK TENGAH DEKLARASI ODF

????????

Buang Air Besar Sembarang merupakan perbuatan terscela, perbuatan tersebut tidak hanya merugikan bagi mereka yang melakukannya juga merugikan keluarga dan orang lain, itulah salah satu isi pernyataan deklarasi yang dibacakan oleh 15 Kepala Desa/Lurah sekabupaten Lombok Tengah.

Deklarasi yang dipusatkan di Desa Lendang Are Kecamatan Kopang ini, selain dihadiri oleh Bapak Bupati Lombok Tengah H. Muh. Suahili. FT juga dihadiri oleh seluruh camat dan kepala Desa serta SKPD Lombok Tengah. Pada sambutannya Bupati menekankan bahwa deklarasi ini merupakan pengakuan bersama antara komponen masyarakat dan pemerintahnya dalam mewujudkan cita-cita bersama yang dibangun dalam semangat persatuan dan jiwa kekeluargaan yang masih berakar kuat ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Dan bila perlu buatlah suatu aturan atau awig-awig dari tingkat dusun sampai dengan desa agar masyarakat jera untuk buang air dengan bebas disembarang tempat, anjur Bapak Bupati.

15 Desa/Kelurahan yang telah mencanangkan diri sebagai desa/kelurahan ODF (Open Defecation Free) Bebas Buang Air Besar sembarang Tempat tersebut terdiri dari 5 Kelurahan dan 10 Desa yaitu : Kelurahan Praya, Semayan, Leneng, Panji Sari dan Kelurahan Prapen, sedangkan 10 desa lainnya adalah : Desa Aik Bual, Lendang Are, Kopang Rembiga, Semparu, Jangu, Presak, Bunkate, Prine, Tanak Rarang dan desa Segala Anyar. Dalam kesempatan yang sama Bapak Bupati juga menyerahkan secara simbolis 4 Unit Mobil Puskesmas Keliling  kepada 4 desa yaitu Desa Batu Jangkih, Pringgarata, Ganti dan Penujak.

Adapun Deklarasi yang ditandatangani oleh 15 kepala desa/kelurahan tersebut berisi :

DEKLARASI

KAMI MASYARAKAT DI SELURUH KELURAHAN/DESA YANG DIDEKLARASI MENYATAKAN BAHWA :

  1. PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANG TEMPAT MERUPAKAN PERBUATAN TERCELA. PERBUATAN TERSEBUT TIDAK HANYA MERUGIKAN BAGI MEREKA YANG MELAKUKAN, JUGA MERUGIKAN KELUARGA DAN ORANG LAIN.
  2. SEJAK SAAT INI DAN SETERUSNYA, KAMI TIDAK AKAN MELAKUKAN BUANG AIR BESAR SEMBARANG TEMPAT DAN TIDAK AKAN MEMBIARKAN ORANG LAIN MELAKUKANNYA DIWILAYAH KAMI
  3. KAMI MENYADARI BAHWA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN, MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB KAMI JUGA. UNTUK ITU, KAMI AKAN SENANTIASA MELAKUKAN KEGIATAN YANG DAPAT MENINGKATKAN KESEHATAN KAMI
  4. KAMI PERCAYA TERHADAP SEMANGAT DAN KEMAMPUAN YANG KAMI MILIKI, SEHINGGA KAMI SIAP MENJADI CONTOH BAGI SIAPAPUN
  5. SEMOGA TEKAD KAMI MENDAPATKAN KEMUDAHAN DAN RIDHA DARI ALLA. SWT.

This slideshow requires JavaScript.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: