Media Partisipatif

Terbaru

Bintek PPS Kecamatan Kopang

Simulasi Pemilu

Bimbingan Tehnik Pemilihan Umum Legislative dan DPD RI bagi Panitia Pemungutan Suara (PPS) se kecamatan kopang berlangsung sampai sore hari dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).  Bintek yang dilakukan pada hari minggu, tanggal 17 Maret 2014 di aula Kantor Camat Kopang ini di ikuti oleh 22 orang PPS dari 11 Desa sekecamatan kopang, dimana setia Desa (PPS) mengirimkan 2 orang utusannya yaitu Ketua PPS dan Divisi tehnik.

Bintek yang dilakukan kali ini tidak hanya untuk meyatukan persepsi/pemahaman tentang bagaimana pelaksanaan dan penghitungan suara di tingkat KPPS (TPS) juga dilakukannya simulasi  pemungutan suara agar para penyelenggara di tingkat desa mampu juga melakukan bimbingan tehnik pada penyelenggara ditingkat paling bawah  (PPS).

Setelah melakukan simulasi, para peserta lalu diberikan dua buah studi kasus yang harus dikerjakan/diselesaikan menurut pemahaman masing-masing PPS, lalu hasil dari penyelesain kasus tersebut dipresentasikan untuk mendapatkan tangapan dari yang lain sebagai bahan penjelasan dari divisi tehnik PPK yang selanjutnya didiskusikan agar semua peserta tidak hanya sekedar bisa namun memahami alur proses dari awal hingga pembuatan laporan. (Riky’s)

15 KELURAHAN/DESA LOMBOK TENGAH DEKLARASI ODF

????????

Buang Air Besar Sembarang merupakan perbuatan terscela, perbuatan tersebut tidak hanya merugikan bagi mereka yang melakukannya juga merugikan keluarga dan orang lain, itulah salah satu isi pernyataan deklarasi yang dibacakan oleh 15 Kepala Desa/Lurah sekabupaten Lombok Tengah.

Deklarasi yang dipusatkan di Desa Lendang Are Kecamatan Kopang ini, selain dihadiri oleh Bapak Bupati Lombok Tengah H. Muh. Suahili. FT juga dihadiri oleh seluruh camat dan kepala Desa serta SKPD Lombok Tengah. Pada sambutannya Bupati menekankan bahwa deklarasi ini merupakan pengakuan bersama antara komponen masyarakat dan pemerintahnya dalam mewujudkan cita-cita bersama yang dibangun dalam semangat persatuan dan jiwa kekeluargaan yang masih berakar kuat ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Dan bila perlu buatlah suatu aturan atau awig-awig dari tingkat dusun sampai dengan desa agar masyarakat jera untuk buang air dengan bebas disembarang tempat, anjur Bapak Bupati.

15 Desa/Kelurahan yang telah mencanangkan diri sebagai desa/kelurahan ODF (Open Defecation Free) Bebas Buang Air Besar sembarang Tempat tersebut terdiri dari 5 Kelurahan dan 10 Desa yaitu : Kelurahan Praya, Semayan, Leneng, Panji Sari dan Kelurahan Prapen, sedangkan 10 desa lainnya adalah : Desa Aik Bual, Lendang Are, Kopang Rembiga, Semparu, Jangu, Presak, Bunkate, Prine, Tanak Rarang dan desa Segala Anyar. Dalam kesempatan yang sama Bapak Bupati juga menyerahkan secara simbolis 4 Unit Mobil Puskesmas Keliling  kepada 4 desa yaitu Desa Batu Jangkih, Pringgarata, Ganti dan Penujak.

Adapun Deklarasi yang ditandatangani oleh 15 kepala desa/kelurahan tersebut berisi :

DEKLARASI

KAMI MASYARAKAT DI SELURUH KELURAHAN/DESA YANG DIDEKLARASI MENYATAKAN BAHWA :

  1. PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANG TEMPAT MERUPAKAN PERBUATAN TERCELA. PERBUATAN TERSEBUT TIDAK HANYA MERUGIKAN BAGI MEREKA YANG MELAKUKAN, JUGA MERUGIKAN KELUARGA DAN ORANG LAIN.
  2. SEJAK SAAT INI DAN SETERUSNYA, KAMI TIDAK AKAN MELAKUKAN BUANG AIR BESAR SEMBARANG TEMPAT DAN TIDAK AKAN MEMBIARKAN ORANG LAIN MELAKUKANNYA DIWILAYAH KAMI
  3. KAMI MENYADARI BAHWA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN, MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB KAMI JUGA. UNTUK ITU, KAMI AKAN SENANTIASA MELAKUKAN KEGIATAN YANG DAPAT MENINGKATKAN KESEHATAN KAMI
  4. KAMI PERCAYA TERHADAP SEMANGAT DAN KEMAMPUAN YANG KAMI MILIKI, SEHINGGA KAMI SIAP MENJADI CONTOH BAGI SIAPAPUN
  5. SEMOGA TEKAD KAMI MENDAPATKAN KEMUDAHAN DAN RIDHA DARI ALLA. SWT.

This slideshow requires JavaScript.

WAKIL BUPATI LOTENG MENERIMA ROMBONGAN STUDY BANDING ACEH

WAKIL BUPATI LOTENG MENERIMA ROMBONGAN STUDY BANDING ACEH

WAKIL BUPATI LOTENG MENERIMA ROMBONGAN STUDY BANDING ACEH

Pada hari kamis tanggal 24 Oktober 2013 Rombongan Studi Banding yang berasal dari Kabupaten Aceh Barat Daya dan Kabupaten Pidie Jaya Nangroe Aceh Darussalam diteima secara langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah H.L. Normal Suzana, Bappeda Lombok Tengah, PDE dan Camat Kopang selaku tuan rumah di desa Semparu Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Rombongan yang terdiri Pemerintah ke 2 kabupaten tersebut beserta Tim Tehnis Pemetaan  ingin mengetahui secara langsung bagaimana para kader desa mampu melakukan pendataan dan pemetaan kemiskinan secara pasrtisipatif, selain itu rombongan Study Banding ini juga secara langsung berbagi pengalaman dengan staf desa terkait dengan penerapan Aplikasi Sistim Informasi dan Administrasi Desa (SAID) yang sudah berjalan di Desa tersebut, karena dari 15 Desa Selombok Tengah yang telah mendapatkan pelatihan SAID, baru 2 desa yang sudah mampu menerapkan aplikasi tersebut yaitu desa Semparu dan desa Montong Gamang, sedangkan 13 desa lainnya sedang mempersiapkan kelengkapan data pendukung dari aplikasi tersebut.

Rombongan 2 kabupaten yang berasal dari Nangroe Aceh Darussalam ini berada di NTB selama 7 Hari, dimana waktu yang cukup singkat ini dipergunakan untuk menggali  ilmu Pemetaan Apresiatif dan Sistim Administrasi dan Informasi Desa yang difasilitasi oleh Mitra Samya dan Berugak desa Kopang, kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Hoten Grand Legi Mataram ini berlangsung dari tanggal 19-24 oktober 2014.

Dari hasil study Banding dan pelatihan ini, rombongan berkomitmen untuk segera merancang dan menganggarkan kegiatan pemetaan apresiatif desa dan penerapan Aplikasi SAID ini di 2 Kabupaten Yang mengikuti  study banding sebagai pilot projeck di Proppinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Pelatihan PAD dan SAID

Pelatihan PAD dan SAID

Kelompok Tani sebagai Mobilisator sumberdaya menuju “Kemandirian Petani”

KELOMPOK TANI LAYARI II JUARA I LOMBA KELOMPOK TANI BERPRESTASI

“KOMODITI JAGUNG”

Lalu Mashuri PPL Pertanian Desa Kopang Rembiga

Lalu Mashuri PPL Pertanian Desa Kopang Rembiga

Selama 2 Minggu (lima belas hari) Kelompok Tani Layari II Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga mempersiapkan diri sebelum hari penilaian Lomba Kelompok Tani Berprestasi “Komoditi Jagung” Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia dan Hari Krida Pertanian, penilaian lomba dilaksanakan pada hari Rabu 28 Agustus 2013 oleh Tim Penilai Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat yang bertempat di Sekretariat Bersama Dusun Ngorok Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, perjuangan yang dilakukan oleh Pengurus Kelompok Tani layari II Desa Kopang Rembiga untuk mengikuti lomba tersebut tidak sia-sia setelah mendapatkan informasi yang langsung disampaikan oleh PPL Pertanian Desa Kopang Rembiga Lalu Mashuri pada jam 19.30 wita taggal 2 Oktober 2013 di Rumah Ketua Pengurus Kelompok Tani Layari II Hirjan bahwa Kelompok Tani Layari II Desa Kopang Rembiga masuk nominasi juara satu (I) yang akan mengikuti Lomba Tingkat Nasional mewakili Nusa Tenggara Barat.

Dalam lomba tersebut Kelompok Tani Layari II mengambil Tema : Peran Kelompok Tani Layari II dalam Memobilisasi sumberdaya menuju “Kemandirian Petani di Desa Kopang Rembiga.

Ketua Kelompok Tani Layari II yang menerima informasi gembira tersebut  langsung mengucapkan Syukur dan mengundang pengurus dan Mitra Kelompok yaitu Ketua LM3, Ketua KIM,

Ketua Kelompok Tani LAYARI II

Ketua Kelompok Tani LAYARI II

Ketua LSM Berugak Dese,  Ketua Kelompok Peduli Lingkungan, UD “Rukun” dan UD “Setio”.

Dalam pertemuan tersebut Pengurus Kelompok Tani Layari II Desa Kopang Rembiga dan mitra yang difasilitasi oleh PPL Pertanian Desa Kopang Rembiga sepakat untuk terus bermitra sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing LM3 sebagai pendamping budidaya pertanian komoditi jagung, KIM sebagai media mencari dan menyampaikan informasi, LSM Berugak Dese sebagai pendamping penguatan kelembagaan dan Pemasaran hasil produksi, Kelompok Peduli Lingkungan sebagai penyedia Saprodi dan Pupuk Organik, UD “Rukun” dan UD “Setio” sebagai pengolah hasil produksi jagung (home industry marning jagung, emping jagung, stik jagung, cake jagung, tepung jagung, kerupuk jagung dan tempani jagung)

Kelompok Tani Bersama Mitra

Kelompok Tani Bersama Mitra

Camat Kopang Menerima 12 Orang Peserta PSP3

????????

BERUGAK DESE – Pemuda Sarajan Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) merupakan salah satu program pemerintah dibawah Kementerian Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, PSP3  sendir lebih dIkenal dengan  SP3, namun dalam perjalanannya SP3 terlalu bersifat kedaerahan sehingga Dikpora khususnya bidang Kepemudaan merubah sistem yang sudah berpuluh-puluh tahun berjalan dengan suatu sistim yang nantinya akan lebih menumbuhkan kembangkan kembali jiwa nasionalisme anak bangsa terutama kaum muda.

????????Peserta PSP3 yang ditempatkan di Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah diserah terimakan langsung oleh Ibu Hajjah Hasnawati selaku Kepala Seksi Kepemudaan  Dikpora NTB dan Bapak Sayuti selaku Sekretaris Forum SP3 Provinsi NTB pada hari Minggu 13 September 2013. Bapak Camat Kopang Lalu Setiawan, S.Sos menerima penyerahan peserta PSP3 di aula Kantor Camat Kopang beserta 6 Kepala Desa dimana mereka akan ditempatkan 6 Desa sebagai lokasi penempatan PSP3 adalah Desa Kopang Rembiga sebanyak 2 orang, Desa Dasan Baru 2 Orang, Desa Semparu 2 orang, Desa Muncan 2 Orang, Desa Darmaji 2 orang dan Desa Monggas 2 orang. Peserta sebanyak 12 orang tersebut berasal dari : Banten, Palembang, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat dan Gorontalo.

Sebelum menuju Lombok Tengah semua peserta diterima dan diperkenalkan dengan Kepala wilayah penempatan pada hari Sabtu, 14 September 2013 di Hotel Giri Putri Mataram. Setelah acara selesai semua peserta diberangkatkan kedesa didampingi oleh Kepala Desa masing-masing untuk segera diserahkan kepada orang tua asuh.

Semua peserta PSP3 yang berkegiatan di Desa nantinya diharapkan dapat menerapkan semua rencana program mereka harus terintegrasi dengan program desa agar arah pembangunan desa tidak terlepas dari Rencana Pembangunan Jangka menengah Desa (RPJMdes).

PPK KOPANG MENETAPKAN DPT PEMILIHAN LEGISLATIF 2014

Pleno Penetapan DPTSidang Pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kecamatan Kopang yang berlangsung di Sekretariat PPK Kopang pada hari Rabu, 11 September 2013 berlangsung tanpa kendala. Sidang Pleno penetapan DPT yang dihadiri oleh semua PPK dan PPS dari 11 desa diwilayah kecamatan kopang  dan juga semua Pengawas Pemilu (PANWASLU) berjalan cukup singkat, setelah semua PPS membacakan Rekapitulasi DPT dimasing-masing TPS dilanjutkan dengan presentasi dan pembacaan rekapitulasi DPT masing-masing PPS oleh PPK.

Dalam diskusi dan tanya jawab Panwaslu lebih fokus mempertanyakan keterkaitan data dari DP4, DPS yang menuju menjadi DPT, dimana dimasing-masing tahapan tersebut hingga menjadi DPT telah banyak terjadi perubahan-perubahan data terutama terkait dengan jumlah pemilih dimasing-masing TPS ada yang mengalami pengurangan jumlah dan di TPS lain justru mengalamai penambahan.

Lalu Safrudin, SH selaku Devisi Tehnis menjelaskan dengan gamblang semua tahapan-tahapan yang dilalui hingga DPT ini di plenokan, antara lain keikut sertaan atau peran aktif dari Panwaslu, Kadus, RT serta Pantarlih dalam memantau mobilisasi pemilih, sedangkan peran serta Masyarakat pemilih dan peran serta Calon dirasa masih minim, hal ini terlihat dari jumlah laporan atau masukan dari para calon bisa dibilang tidak ada.

Dalam kesempatan yang sama Divisi tehnis Lalu Safrudin memberikan apresiasi yang cukup tinggi dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya  terutama pada peran aktif Panwaslu beserta anggotanya yang bertugas di kecamatan kopang terkait dengan masukan-masukan terhadap data yang masuk dalam katagori TNI/Polisi, Dobel/Ganda, Meninggal Dunia, Gangguan Jiwa dan adanya dari masyarakat yang masuk dalam daftar pemilih, Begitu juga dengan semua PPS yang telah banyak membantu dalam memperbaiki data pemilih walau bekerja dari pagi hingga tengah malam demi mendapatkan data pemilih yang tepat dan akurat.

LOMBA KELOMPOK TANI TINGKAT PROPINSI NTB

Graphic2

Pada hari rabu, 28 Agustus 2013, tim penilai lomba kelompok tani tingkat propinsi Nusa Tenggara Barat tiba didusun ngorok dalam rangka melakukan penilaian terhadap kelompok tani layari II yang berada di Dusun Ngorok Desa Koppang Rembiga Kabupaten Lombok Tengah.

Sejarah berdirinya kelompok

Sebelum beridirinya Kelompok Tani Layari II pada tahun 1984, petani masih berusaha secara sendiri-sendiri (individu), banyak petani mengalami depresi karena gagal panen  dan Atas dasar pengalaman tersebut maka petani sepakat untuk menghimpun diri dalam wadah kelompok tani dan dan pada tahun 1984 tepatnya pada tanggal 5 Agustus 1984 bertempat di Masjid Ngorok Desa Kopang Rembiga dibentuk Kelompok Tani dengan nama LAYARI I dan LAYARI II dengan batas wilyah menggunakan batas alam yaitu sungai.

Dalam perkembangan sejarah sejak berdirinya Kelompok Tani Layari II, mendapatkan berbagai macam manfaat seperti :

v Bidang Organisasi (adanya usaha kelompok dan modal usaha untuk membantu anggota membiayai usaha tani ; pengolahan, Saprodi, alsintan dan pemasaran hasil produksi)

v Bidang Budidaya/Teknis (pengolahan, tanam, perawatan, panen dan pasca panen)

v Bidang Ekonomi (peningkatan kesejahteraan petani dengan mengolah hasil produksi pertanian menjadi hom industri)

v Bidang Sosial (peningkatan kesejahteraan petani dengan mengolah hasil produksi pertanian melalui hom industri, membangun kemitraan dengan organisasi atau lembaga lainnya, membangun keswadayaan dengan tetap mempertahankan budaya gotong royong, mendapatkan penghargaan dari pemerintah seperti mendapatkan piagam penghargaan dengan predikat kelompok tani berprestasi tingkat Kabupaten komoditas jagung, dll.)

Dari tahun ke tahun Kelompok Tani Layari II mengalami pasang surut baik dari segi organisasi, budidaya dan sosial disebabkan : Organisasi/Kelembagaan kurang tertib administrasi, budidaya disebabkan kondisi lahan dan petani itu sendiri yang selalu mencoba-coba terhadap berbagai macam komoditi pertanian sehingga berpengaruh terhadap areal budidaya jagung sebagai komoditi unggulan Kelompok Tani Layri II, dan bidang Sosial  kemitraan sebagai pendukung terhadap usaha tani tidak maksimal karena tidak ada kontrak kerja

SEKILAS TENTANG KIPRAH KELOMPOK TANI “LAYARI II” DUSUN NGOROK DESA KOPANG REMBIGA
KECAMATAN KOPANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Tema : Peran Kelompok Tani Layari II dalam Memobilisasi sumberdaya menuju “Kemandirian Petani

KEBERADAAN KELOMPOK TANI LAYARI II 3 TAHUN TERAKHIR

VISI :
Dengan Berkelompok Petani bisa menjalin persatuan dan kesatuan dalam mengebangkan usaha tani

MISI :

Mengembangkan Usaha Tani Terpadu yang mandiri dan peningkatan produksi dan produktivitas sehingga mencapai peningkatan taraf hidup masyarakat

STRATEGI :

Pemetaan wilayah pertanian untuk MH, MK I dan MK II.  Identifikasi komoditi budidaya pertanian untuk masing-masing anggota, Membangun kerjasama peningkatan Pelayanan Kelompok Tani antara Petani dengan Kelompok Tani seperti pengadaan saprotan, alsintan dan sarana pertanian lainnya serta pemasaran hasil produksi pertanian. Meningkatkan Kesadaran Petani pentingnya komoditi yang harus ditanam untuk setiap Musim Tanam (padi – padi / palawija / holtikultura – palawija / holtikultura), Memanfaatkan potensi sumberdaya (SDM dan SDA) seefektif dan seefisien mungkin.  Mengembangkan kegiatan usaha anggota melalui optimalisasi kelompok.

Kerjasama dengan Pemerintah dan kelompok/organisasi lain seperti:

q  Kerjasama dengan Pemerintah (BKP3, Dinas Pertanian, BPTP, Dinas PU bagian Pengairan) untuk peningkatan kualitas dan kuantitas budidaya melalui Program Pijar (khususnya jagung), pelatihan-pelatihan, study banding terhadap budidaya pertanian.

q  Kerjasama dengan Kelompok Informasi Masyakat (KIM) untuk penyebaran informasi terhadap budidaya dan produksi hasil pertanian

q  Kerjasama dengan KSM Peduli Lingkungam melalui pemberian subsidi pupuk organik.

q  Kerjasama dengan UD “Rukun” dan UD “Setio” untuk pengolahan hasil produksi melalui hom industri seperti berbagai macam makanan olahan bahan baku jagung seperti marning jagung, emping jagung, jagung goreng asam manis, ceker ayam jagung dll.

q  Kerjasama dengan LSM Berugak Dese untuk mengatasi pasca panen dan pemasaran hasil produksi pertanian

q  Kerjasama dengan LM3 Yayasan Darul Ulum penguatan sumberdaya budidaya jagung

DAMPAK :

Kelompok Tani dan Anggota lebih kritis dan berdaya.  Anggota Kelompok Tani dapat menganalisa usaha tani terhadap berbagai komoditi pertanian termasuk budidaya jagung,  Mampu mengorganisir program di tingkat kelompok. Adanya Legitimasi Pemerintah Desa melalui Piagam  Pengukuhan Kelompok Tani Pemula. Adanya Legitimasi Pemerintah Kecamatan melalui Piagam  Pengukuhan Kelompok Tani Lanjut.  Kelompk Tani dijadikan sebagai “tempat belajar” bagi pihak lain khususnya budidaya dan pengolahan hasil pertanian komoditi jagung. Kelompok Tani menjadi Mitra Strategis Pembangunan Desa dan Daerah  Kelompok Tani dapat menjadi pusat penyebaran informasi terutama kepada anggota kaitannya dengan kebijakan pemerintah

Faktor Pendukung

Adanya anggota petani yang memiliki kapasitas dan mempunyai komitmen perubahan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani terhadap komoditi budidaya pertanian, pengolahan dan pemasaran hasil produksi yang sesuai dengan kondisi wilayah.  Adanya ruang dan kesempatan yang disediakan oleh Pemerintah untuk mengembangkan diri melalui pelatihan2, study banding dan belajar ke kelompok tani yang lebih maju.  Pemerintah sangat responsif dan mendukung inisiatif dari petani. Adanya dukungan dari pihak ke tiga (Pengusaha, LSM, Kelompok/lembaga lainnya) yang peduli terhadap kemajuan di bidang pertanian. Mampu membangun kerjasama dengan Kelompok lain dan pemerhati pertanian untuk memajukan kelompok dan keberdayaan anggota

Adapun bidang yang dinilai dalam lomba ini adalah :

—  KELEMBAGAAN/ORGANISASI (Administrasi Kelompok)

—  KEMITRAAN (Kerjasama Dengan  Pihak Ketiga)

—  PERLINTAN (Perlindungan Tanaman)

—  SAPRODI (Penggunaan Sarana Produksi Pertanian termasuk Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna)

—  ORGANISASI PENGGANGGU TANAMAN (Pencegahan dan Pemberantasan Hama Terpadu)

Penilaian dilaksanakan pada jam 9 s/d jam 11, Hari Rabu, 28 Agustus 2013, bertempat di gedung pemipil jagung milik LSM Berugak Dese yang merupakan sekretariat bersama, Dihadiri oleh Tim Penilai Tingkat Prov., Dinas Kabupaten, Pemkec, Pemdes dan 37 anggota Kelompok Tani dan lembaga kemitmitraan yati LSM “Berugak Dese”, KIM, KSM Peduli Lingkungan, LM3, Pengusaha Kecil olahan makanan ringan bahan baku jagung (UD “Rukun”, UD “Setio”)

This slideshow requires JavaScript.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: