Media Partisipatif

Terbaru

Gambar

Sekolah Sebagai Taman Tempat Pembelajaran Yang Nyaman

DSC_0232

Kopang, 2 Mei 2015 : Peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupate Lombok Tengah di pusatkan di Kopang. Panitia pelaksana bersama pelaku pendidikan dan staf camat kopang, melakukan persiapan semaksimal mungkin guna kesuksesan acara, karena acara peringatan Hardiknas tingkat kabupaten ini baru untuk pertama kalinya di adakan di luar ibukota kabupaten dan kecamatan kopang mendapat kepercayaan untuk mengawalinya. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu siswa siswi SMPN 3 Kopang mengisi acara dengan pagelaran teatrikal bertopik pendidikan, tari prisaian dan kreasi tari daaerah.

DSC_0237Pada peringatan Hari Pendidkan Nasional ini, Bupati Lombok Tengah H, Suhaili FT, SH membacakan  sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih, karena atas ijin, rahmat dan karunia-Nya kita berkesempatan untuk merayakan hari Pendidikan Nasional.

Republik Tercinta ini berdiri atas gagasan anak-anak muda terdidik dan tercerahkan. Pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri bhineka yang modern, sebuah Negara yang berakar pada adat dan kebudayaan bangsa nusantara berasazkan gotong royong dengan tetap menumbuhkembangkan kesejajaran dan kesatuan sebagai sebuah Negara modern. Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan dan menguatkan ketahanan pilar moral. Gagasan dan perjuangan yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia Afrika. Kini kita sudah 70 tahun merdeka, kemerdekaan itu tidak hanya untuk menggulung kolonialisme, melainkan juga untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pendidikan itu seperti tangga berjalan yang mengantarkan kita meraih kesejahteraan yang jauh lebih baik. Secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab Negara,  namun secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Mengembangkan kualitas manusia Indonesia harus dikerjakan sebagai gerakan bersama, semua harus ikut peduli, bahu membahu, saling sokong dan saling topang untuk memajukan kualitas manusia Indonesia lewat pendidikan. Oleh karena itu peringatan hari pendidikan nasional tahun ini kita mengambil tema “Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila”.

Pendidikan Nasional berkarakter Pancasila bertujuan mengembalikan kesedaran tentang pentingnya karakter  pancasila. Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulai, sehat, berilmu, cakap, kreatip, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peringatan Hari Pendidikan Nasional  tidak bisa dilepaskan dari sosok Ki Hajar Dewantara, yang menyebut sekolah dengan istilah taman, taman merupakan tempat belajar yang menyenangkan, anak datang dan berada ditaman dengan senang hati,  dan pada saat harus meninggalkan taman maka anak akan merasa berat hati. Pertanyaannya, sudahkah sekolah kita seperti taman, sekolah menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sekolah menyenangkan memiliki berbagai karakter diantaranya dengan melibatkan semua komponen, baik guru, orang tua maupun siswa dalam proses pembelajaran. Sekolah yang pembelajarannya relevan dengan kehidupan ialah sekolah yang pembelajarannya memiliki ragam pilihan dan tantangan, dimana individu diberikan berbagai pilihan dan tantangan sesuai dengan tingkatannya. Dihari pendidikan nasional ini mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hajar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar  yang menyenangkan. Sebuah wahana yang membuat tenaga para pendidik merasakan mendidik  sebagai sebuah kebahagiaan, peserta didik merasakan belajar sebagai sebuah kebahagiaan, pendidikan sebagai sebuah kegembiraan, pendidikan yang menumbuhkembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan berkarakter pancasila.

Sebelum menghakhiri sambutan ini, saya mewakili seluruh jajaran pelayan masyarakat lombok tengah, dan juga masyarakat lombok tengah, mengucapkan  alhamdulillah wa syukurillah, terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar para pendidik, para panitia dan masyarakat kopang pada khususnya maupun wilayah kecamatan kopang pada umumnya, saya sangat mengapresiasi pelaksanaan upacara kali ini, dimana suasana penyelenggaraan terasa sangat nyaman dan  sangat menyejukkan.

sebagai wujud rasa syukur, terima kasih  dan apresiasi sebagai pelayan masyarakat lombok tengah, melalui kesempatan ini saya selaku Bupati Lombok Tengah menginstruksi/memerintahkan kepada TAPD melalui pintu APBD Perubahan yang akan datang juga melalui pimpinan dewan agar menganggarkan dana untuk :

  1. Perbaikan lapangan kopang, lintasan ataupun trotoar dipinggiiran lapangan supaya diperlebar dan dipingirannya juga dibuatkan tempat-tempat olah raga yang umum atau tempat terapi.
  2. Saya lihat ada lapangan tenis yang terkelola dengan baik pasti alasannya adalah ketidak beradaan dana, ini patut dan pantas menjadi perhatian kita, sehingga saya perintahkan hari ini, detik ini, kali ini, dan harus selesai tahun ini. Bappeda ataupun TAPD dan panitai Anggaran Pemerintah Daerah Lombok Tengah, Dikpora, PU, mulai besok atau minggu besok membuat perencanaannya, perbaiki Lapangan tenis dan buatkan tempat parkir.
  3. Dikpora, saya melihat kondisi sekolah disekeliling lapangan bangunannya sudah tidak layak padahal ini merupakan sekolah-sekolah andalan dikecamatan kopang dan mulai tahun ini perbaiki TK, SD segera disesuai dengan standar kelayakan sarana pendidika dan juga  SMP masih memprihatinkan dan ini menjadi perhatia kita semua, kemudian juga SMA nya kelihatan sudah cukup lama, sehingga kopang kedepan akan menjadi kota andalan utama dilombok tengah, terlebih kopang yang berada  di Zona utara dan menjadi kebanggan kita dan merupakan salah satu muka atau wajah lombok tengah karena jalur ini dilalui oleh lintasan yang menghubungkan berbagai kota dan pulau serta provinsi lainnya, sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama  sebagai wujud rasa syukur dan hendaknya dibudayakan/dibiasakan untuk penyelengaraan hari-hari besar bisa dilaksanakan secara bergilir di zona utara, tengah maupun selatan. Dan harapan saya “ jangan sampai apa yang saya katakan terakhir ini hanya sebagai lip service/pemanis bibir, penghias moral” tapi catat, kemudian cermati dan perhitungkan, laksanakan, wujud nyatakan !!!

Diakhir acara Bupati dan Wakil Bupati serta semua Kepala Dinas dijajaran SKPD Lombok Tengah membagikan hadiah bagi siswa-siswi berprestasi pada bidang masing-masing. Setelah acara selesai Bupati dan Wakil Bupati mengunjungi stand pameran yang diisi dengan kegiatan praktik siswa-siswi sekolah dilingkup kecamatan kopang. Bupati dan Wabub sangat terkesan dengan keahlian dan pengetahuan otomotif yang diperagakan oleh siswa SMKN 1 Kopang, lalu menyempatakan diri berpoto bersama distand pengembangan kreatipitas siswa dan banyak meluangkan waktu untuk berbincang dengan salah seorang siswa penyandang dipable yang masih duduk dikelas 2 di SMKN 1 Kopang jurusan Multi Media. Dan wabup Drs. H. Normal Suzana juga menyempatkan diri untuk menyetir mobil yang dipergunakan praktik berkeliling ditengah lapangan upacara, bahkan salah seorang anggota dewan menyempatkan diri menunjukkan kepiawaiannya diatas motor trail bahan praktik siswa jurusan otomotif.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Gambar

Setelah Hearing Sekdes Montong Gamang Berjanji Mundur

hearing

Montong Gamang, 30 April 2015; Sekitar pukul 10.00 Wita perwakilan masyarakat desa Montong Gamang yang peduli dengan pembangunan desanya terlihat memenuhi Aula Kantor Desa untuk melakukan hearing dengan Pemerintahan Desa. Perwakilan kelompok yang hadir saat itu mencerminkan presentatif penduduk desa Montong Gamang, karena terdiri dari perwakilan dusun yang melibatkan berbagai unsur dan elemen masyarakat. Pada acara tersebut hadir juga pihak Kepolisian Sektor Kopang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kopang, Babinsa, pemerintah kecamatan dan Pol PP.

Kepala Desa Montong Gamang H.Muhammad Amin Abdullah, Sag membuka dan sekaligus memandu acara tersebut, dan sebelum masuk pada acara diskusi terlebih dahulu kepala desa memaparkan garis besar apa yang menjadi sorotan masyarakat terhadap kebijakan yang telah diambilnya, terutama yang berhubungan langsung dengan kegiatan pembangunan pada tahun 2014 dan APBDes tahun 2015.

Perwakilan Kelompok Peduli Pembangunan Desa Montong Gamang yang dikoordinir  oleh Suratman, Erwin, Agus  dan Sunardi, pada awalnya mempertanyakan APBDes tahun 2015 yang dirasa banyak  penyimpangan dan hanya menguntungkan kelompok tertentu serta terkonsentrasi  pada satu  dusun saja. RAPBDes yang telah terdokumentasi tersebut bukan merupakan program yang dihasilkan secara partisipatif melalui proses musrenbangdes tahun sebelumnya, tetapi hanya berisi keinginan sekelompok kecil dilingkar pemerintahan. Jika dibiarkan, untuk apa  bersusah payah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan biaya melakukan musyawarah desa bila hasilnya tidak satupun diakomodir dalam perencanaan pembangunan desa, ungkap Sunardi yang juga sebagai ketua Panitia pelaksanaan Musrenbangdes.

Pada saat diskusi sebelumnya pernah terungkap jika BPD sama sekali tidak tahu isi APBDes yang ditanda tanganinya, dengan alasan tidak memiliki waktu untuk membaca apalagi mempelajarinya, karena Sekretaris Desa (Saprudin) memberikan dokumen tersebut pada saat akan diserahkan ke BPMD, dimana  hari itu juga merupakan hari terakhir penyerahan APBDes.

Ini bukan semata-mata kesalahan pihak desa jawab Saprudin, karena pihak kabupaten sendiri tidak pernah konsisten dalam memberikan pengarahan kepada desa dalam penyusunan RAPBDes, sebelumnya  desa dianjurkan untuk menyusun Perencanaan selama 6 bulan dengan alokasi dana sebesar 60-40%, tidak lama berselang desa kembali dianjurkan untuk merubah APBDes dengan jangka waktu 1 tahun dan itu terjadi berulang kali sehingga kami bekerja siang malam untuk menyesuaikan anggaran yang akan  diterima dengan rencana  program kegiatan desa.

Acara sempat ricuh ketika salah satu anggota BPD (H. Edi Kariawan) memberikan tanggapan yang menyulut emosi masyarakat dan cendrung mengarah kepada personal  koordinator kelompok, sehingga beberapa kursi didalam ruangan sempat dibanting oleh peserta  dan sempat juga terlontar kata-kata ketidak percayaan masyarakat terhadap kinerja BPD serta meminta agar BPD segera dibubarkan karena belum paham dengan tugas pokok dan fungsinya. Pada saat kericuhan terjadi petugas keamanan yang berada didalam maupun luar ruang bertindak sigap untuk memberikan pengamanan terhadap peserta Hearing agar tidak terjadi hal-hal diluar keinginan bersama, dan beberapa peserta yang tampak tenang juga ikut memberikan pengamanan dan nasehat kepada kelompoknya.

Adapun pertanyaan yang diajukan oleh kelompok peduli pembangunan desa Montong Gamang kepada Pemerintahan desa adalah sebagai berikut :

  • RAPBDes tahun 2015, menyimpang dari hasil musyawarah masyarakat desa dan sifatnya hanya menguntungkan kelompok tertentu serta terkonsentrasi di satu dusun.
  • Pada tahun 2014 program pemasangan KWH PLN secara gratis hanya terkonsentrasi di satu dusun
  • Rehab Rumah Tidak Layak Huni juga berada di 1 dusun
  • PADes yang berasal dari Prona tidak masuk dalam kas desa tanpa ada pertanggung jawabannya
  • PADes yang berasal dari jual beli tanah tidak sesuai dengan buku registrasi dan banyak angka yang meragukan karena angkanya ditindih/direkayasa.
  • PADes yang berasal dari Pengurusan surat Nikah baik dalam desa maupun keluar desa dalam satu kecamatan, keluar desa antar kecamatan dan keluar desa antar kabupaten tidak sesuai ketentuan.
  • Proses Pemecatan beberapa kadus tanpa mempertimbangkan prikemanusiaan dan keadilan karena dipecat tanpa alasan yang jelas serta tidak sesuai dengan aturan.
  • Proses pengangkatan kadus pengganti tidak sesuai dengan hasil musyawarah.
  • Dan masih banyak lagi persoalan yang mengemuka terkait dengan penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan APBDes tahun 2014.

Pada kesempatan yang sama, Camat Kopang Lalu Setiawan, S.Sos atas permintaan peserta hearing berkesempatan memberikan keterangan dengan gamblang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan kepadanya. Bahkan dalam forum tersebut juga camat kopang juga menceritakan kronologi proses koordinasi yang dilakukan  kepala desa montong gamang’ Dilain kesempatan kades sering mengatasnamakan camat didalam mengambil keputusan, sehingga kasus maupun kebijakan yang tidak layak banyak dikaitkan dengan camat sehingga menuai kontroversi dari masyarakat desa montong gamang.

Diakhir acara Sekretaris Desa Montong Gamang menyatakan  diri mundur sebagai sekdes terhitung jumat, 1 mei 2015 dan akan segera menyusun surat pengunduran dirinya.

Masyarakat juga meminta agar bendahara Desa segera diganti dan  memberikan kesempatan selama 1 minggu kepada pihak pemerintahan desa untuk segera memperbaiki APBDes dan memperbaiki kinerjanya, apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan apa yang menjadi tuntutan tersebut belum terealisasi, maka dengan penuh sesal kasus ini akan diajukan keranah hukum.

Gambar

 Lomba Desa atau Ajang Adu Gengsi Kepala Desa

DSC_0785

Pada tanggal 23 April 2015 Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupataen Lombok Tengah tiba di Desa Waje Geseng Kecamatan Kopang sekitar pukul 09.30 Wita. Tim Penilai yang didominasi oleh BPMD seta perwakilan dari beberapa instansi terkait disambut warga desa dengan sangat meriah, disepanjang pinggir jalan berbagai komponen masyarakat berjajar rapi sambil tersenyum bangga menyaksikan para birokrat Lombok Tengah berjalan dihadapan mereka menuju kantor desa sebagai tempat berlangsungnya acara penyambutan dan pusat pelaksanaan penilaian, anak-anak sekolah dasar berbaris rapi memberikan yel-yel  sambil melambaikan bendera merah putih, Kesenian Gendang Beleq disertai beberapa tokoh adat, tokoh masyarakat dan sesepuh desa terlihat begitu ramah dan penuh kekeluargaan dalam memberikan ucapan selamat datang bagi tamu kehormatan yang mendatangi desa meraka, bahkan dalam barisan penyambutan juga turut berpatisipasi Marcing Band Madrasah Aliyah NW Waja Geseng.

Tim Penilai lomba desa yang dipimpin oleh Sekretaris BPMD Lombok Tengah Lalu Rinjani, MSi  dalam pidatonya memberikan penjelasan singkat indikator penilaian Lomba Desa yang sedang diselenggarakan didesa waja geseng serta membacakan nama-nama tim juri lomba desa, lomba P2WKSS dan Posyandu. Dalam pidato singkat tersebut Lalu Rinjani, MSi juga memberikan apresiasi kepada semua   desa diwilayah kecamatan kopang karena lomba desa yang diselenggarakan tiap tahun selalu dilaksanakan dengan serius, hal ini tidak lepas dari motivasi yang diberikan Camat Kopang Lalu Setiawan, S.Sos baik berupa dukungan secara moril juga kerja-kerja nyata dan hal ini terbukti dengan beberapa desa dikecamatan kopang pernah sebagai duta lomba desa dtingkat nasional pada tahun 2012 yaitu desa darmaji dan pada tahun 2014 kemarin desa semparu menjadi juara III pada lomba desa tingkat provinsi.

Sesungguhnya pembelajaran apa yang dapat dipetik baik oleh pemerintah desa maupun pemerintah yang ada pada tataran yang lebih atas dari penyelenggaraan lomba desa yang dilaksanakan setiap tahunnya, karena pada kenyataannya segala bentuk upaya dalam melakukan perbaikan administrasi, layanan maupun kelengkapan desa yang sudah dikerjakan berbulan-bulan pada akhirnya akan kembali pada cerita lama dimana segala bentuk kewajiban dan tanggung jawab aparatur kembali terlihat tersusun rapi tanpa pernah tersentuh dan akhirnya menjadi tumpukan buku atau papan informasi usang yang tidak terjamah sampai menunggu lomba desa berikutnya tanpa memilikii nilai. Yang menjadi pertanyaan paling mendasar adalah sudah sampai dimana pembinaan maupun pendampingan yang dilakukan oleh instansi terkait pada pemerintahan desa, karena bukan menjadi rahasia umum lagi desa-desa yang telah menyandang predikat juara I pada tahun berikut administrasi kembali amburadul, lalu bagaimana dengan desa yang tidak mendapat predikat juara ????

Jadi tidak salah jika ada penilaian mengatakan  lomba desa hanyalah sebagai ajang adu gensi Kepal desa dan bukan sebagai awal perbaikan kinerja.

Gambar

Fasilitas Puskesmas Kopang

IGD

Kopang, 20 April 2015 : Merujuk dari sebuah postingan/Status melalui media sosial beberapa hari lalu terkait dengan fasilitas IGD Puskesmas Kopang yang kondisinya  sangat memprihatinkan dan bahkan sudah tidak layak pakai dan mirip barang rongsokan, Kepala Puskesmas Kopang pun secara terbuka mengakui kondisi sarana dan prasarana yang dimilikinya saat ini serta bercerita  kondisi puskesmas secara utuh baik terkait layanan umum maupun layanan rawat inap yang ada serta prilaku pengunjung khususnya di lokasi rawat inap yang belum bisa  berpartisipasi dalam menjaga kebersihan baik ruangan maupun lingkungan Puskesmas. Baca kelanjutan halaman ini »

Gambar

105 Pasang Suami Istri Menjalani Sidang Isbat Nikah Terpadu di Desa Waja Geseng

Sidang Isbat Nikah Terpadu

Kamis, 16 April 2015 bertempat di Desa Waja Geseng Kecamatan Kopang telah dilaksanakan sidang isbat nikah terpadu terhadap 105 pasangan suami istri dari keluarga tidak mampu secara gratis. Sidang isbat nikah terpadu ini merupakan program pemerintah yang dilaksanakan secara terpadu antara Pengadilan Agama untuk melakukan sidang isbat, KUA (Kantor Urusan Agama) yang menerbitkan buku akte nikah dan Dinas kependudukan Catatan sipil untuk membuat akte kelahiran.

Pelaksanaan sidang isbat nikah gratis ini difasilitasi oleh ASPPUK NT (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Nusa Tenggara) bekerja sama dengan Berugak Dese Kopang. Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Praya Bapak Drs. Ahmad Harun, SH karena Ketua PA Praya sedang dinas keluar daerah. Baca kelanjutan halaman ini »

Gambar

Syarat dan Ketentuan Pendamping Desa

EksposNews_Hari-Ini-KPK-Panggil-Menteri-PDT

Pengumuman dan Panduan Rekrutmen Pendamping Dana Desa 2015 dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi

PANDUAN UMUM PROSES REKRUTMEN TENAGA PENDAMPING IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG DESA

A. PENDAHULUAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah III (2015 – 2019) dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2015 mengamanatkan bahwa percepatan pembangunan desa akan dilaksanakan melalui implementasi Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Peraturan Presiden Nomor 12 tentang Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi mengamanatkan bahwa Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi memiliki tugas dan fungsi menjalankan urusan pemerintahan di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Selain daripada itu, Nota Keuangan APBN Perubahan Tahun Anggaran 2015 mengamanatkan bahwa pengelolaan anggaran dalam rangka penyelesaian akhir PNPM MPd menjadi tanggung jawab Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

Berdasarkan hal tersebut, maka Kementerian Desa memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan implementasi Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sekaligus mendampingi penyelesaian akhir PNPM MPd. Dalam rangka mendukung kelancaran implementasi UU Nomor 6 Tahun 2015 tentang desa, sekaligus penyelesaian akhir PNPM MPd, Pemerintah akan melakukan pendampingan dengan dibantu oleh pendamping profesional. Untuk itu, Pemerintah akan mendayagunakan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa sedangkan melalui pendamping profesional akan dibantu tenaga ahli dan tenaga pendamping. Baca kelanjutan halaman ini »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: