Media Partisipatif

Terbaru

Gambar

Konservasi Sumber Mata Air Di Desa Aik Bual

Foto0239Ahad 20 maret 2015, KNPI Lombok Tengah bekerja sama dengan Lembaga Para Pihak Pemerhati Jasa Lingkungan (LP3JL), Kader Pandu Tanah Air Desa Aik Bual, KTI, Pramuka, KMPB  Desa Aik  Bual, Berugak Dese dan PERMATA Desa Aik Bual. Telah melaksanakan acara Penghijauan  dengan penanaman bibit pohon Beringin sebagai bentuk konservasi sumber mata air di areal obyek wisata Embung Bual desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.

Acara tersebut dirangkaikan dengan acara promosi obyek wisata embung bual sebagai langkah awal mengaplikasikan Visi Misi dan kebijakan Pemerintah desa setempat dalam bidang pariwisata. Penanaman bibit pohon beringin yang dilakukan secara simbolik yang berlansung sekitar jam 09.00 s/d 11 wita dengan melibatkan sekitar 400 orang dari unsur lembaga dan masyarakat setempat.  Kegiatan penanaman tersebut kemudian dilanjutkan oleh masyarakat setempat dan  Kader Pandu Tanah Air Desa Aik Bual.

Foto0240Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi penguatan lembaga dan pendampingan terkait Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Aik Bual. Diskusi tersebut dihadiri oleh Area Manager Konsorsium Hijau Kabupaten Lombok Tengah, Pendamping SID dari Lembaga Berugak Dese, aparat desa setempat dan Kader Pandu Tanah Air Desa Aik Bual serta perwakilan kader pandu Tanah air Desa Wajageseng Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.

Gambar

SEJARAH EMBUNG BUAL

IMG_1186

Mata air Embung Bual pertama kali dtemukan pada tahun 1813 M oleh seorang perantau yang datang dari Lendang Are bernama H. M. AMIN , kedatangan beliau ke ( Dusun Bual )  yang pada saat itu masih hutan belantara , adalah untuk  bercocok tanam atau lebih dikenal dengan istilah sasak ( Berau ) sehingga penunjang utama untuk keberhasilan perkebunan maupun pertanian tersebut adalah air.

IMG_1185setelah diadakan pencarian sumber mata air dengan merambah dan membabat semak belukar dan pepohonan, setelah beberapa hari lamanya barulah beliau menemukan lokasi mata air yang cukup besar, melihat potensi yang ada akhirnya H M. Amin dan keluarga memutuskan untuk tinggal dan menetap di sebuah Gubuk sederhana beratapkan ilalang yang beliau buat disebelah selatan Mata air embung Bual, dan pada tahun 1814 dijadikan sejarah pertama kalinya Mata Air embung bual dibendung dengan menggunakan kayu, tanah dan bebatuan, hal ini dimaksudkan agar  area persawaha sebagai tempat bercocok tanam dapat diairi walau musim kering tiba. akan tetapi usaha H.M. AMIN Untuk membendung mata air embung bual pada saat itu tidaklah mudah , sebab saat proses pembendungan berlangsung ada sekelompok orang dari Kecamatan batukliang yang dikomandoi oleh Amaq Belek bersenjatakan lengkap datang untuk menghentikan proses pembendungan mata air saat itu ,akan tetapi hal tersebut tidak lantas di indahkan oleh H M Amin karena sebelum terjadinya pertentangan tersebut beliau sudah mempersiapkan pengawalan yang ketat dari pihak keluarga maupun sahabat yang beliau undang dari sumbek, setelah melalui adu argumen yang menegangkan dan adu pisik yang cukup panas ahirnya amaq belek dan pengikutnya kalah dan lari tunggang langgang  meninggalkan senjata dan barang barang bawaan lainnya, melihat hal tersebut H.M. Amin-pun melanjutkan Proses pembendungan Mata Air Embung bual.

Waktu terus berjalan, hari demi hari dilalui  dengan berbagai aktifitas yang dilakukan H M Amin  beserta keluarga untuk menciptakan lokasi disekitar Mata air menjadi lahan sawah  ( Kepuri / Punikan ), sehingga pada suatu hari karena terlalu asyik menikmati pekerjaan, tanpa disadari istri beliau yang pada saat itu hamil tua langsung melahirkan di tempat ia sedang bekerja dan sekaligus anak yang lahir tersebut dinamai dengan Nama PUNIK,  mata air embung bual terus berbenah dan menjadi daya tarik para perantau yang berdatangan dari desa bahkan luar kecamatan  untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan baru. Seiring waktu dengan semakin bertambahnya masyarakat perantau maka jadilah suatu komunitas yang disebut GUBUK  atau lebih dikenal dengan sebutan DUSUN, yang dinamai DUSUN BUAL, perkembangan masyarakat terus berlanjut dan melahirkan kebutuhan sarana dan prasarana yang lain seperti masjid , sekolah dan lain-lain.

Embung Bual mengalami  perubahan dan perluasan, pada tahun 1972 mata air embung bual dibendung untuk kedua kalinya , namun masih menggunakan kayu, batu, dan Pohon aren sebagai dinding bending, barulah pada tahun 1973 setelah lahan embung bual berpindah kepemilikan dari H.M. Amin kepada amak JAKYAH, pemerintah berupaya membendung mata air embung bual untuk ketiga kalinya yang dilakukan secara permanen, semenjak itu dari tahun ketahun embung bual terus mengalami perbaikan yang signifikan sehingga pemerintah memutuskan untuk menukar Areal Hutan embung bual dengan tanah yang terletak di Dusun Talun Ambon.

Sirajh.

Gambar

Hujan Es di Desa Aik Bual

Photo0140

Peristiwa yang tidak pernah diprediksi dan diluar logika, hari ini selasa tanggal 16 Februari 2016 sekitar jam 01.30 wita Desa Aik Bual diguyur hujan lebat yang disertai hujan es selama satu jam. Peristiwa tersebut lansung membuat warga heboh tapi tidak berani keluar rumah karena es yang jatuh bersama air hujan cukup besar, awalnya sebesar kepalan tangan anak-anak dan lama-kelmaan semakin kecil.

Photo0132Salah seorang warga Dsun Talun ambon desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah NTB menuturkan dan kami lansung menyaksikan atap rumahnya yang terbuat dari asbes pecah karena dihantam hujan es tersebut.

Semoga peristiwa tersebut mengingatkan kita selaku manusia bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika tuhan berkehendak, tentu sebagai manusia yang bijak peristiwa tersebut menjadi bahan renungan untuk memperbaiki diri dan lingkungan sekitar kita.

Sejauh ini kami belum dapat melakukan indentifikasi kerusakan yang diakibatkan hujan es tersebut, tetapi menurut penuturan warga kerusakan atap rumah paling banyak dialami oleh warga dusun Talun Ambon.

SIRAJH_16/02/2016

Gambar

Mulai Tahun 2016 Anak Usia 0 s/d kurang dari 17 Akan Memiliki Kartu Identitas Anak (KIA)

kia depanKementerian Dalam Negeri Republik Indonesia membuat kebijakan baru di awal 2016. Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016, semua anak berusia di bawah 17 tahun diwajibkan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).

“KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik, serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara,” ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh saat dikonfirmasi, Kamis (11/2/2016).

kia belakangMenurut Zudan, KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah, yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

Berikut ini adalah cara membuat KIA:

  1. Bagi Anak  yang baru lahir  KIA akan diterbitkan bersamaan dengan dengan penerbitan Akte Kelahiran
  2. Bagi anak yang berusia 0 sampai dengan 5 tahun dan belum memiliki KIA, penerbitannya harus memenuhi syarat sebagai berikut :
  • Pertama, Menyiapkan  fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya.
  • Kedua, Membawa kartu keluarga (KK) asli orang tua/wali.
  • Ketiga, Membawa KTP asli kedua orang tua/wali.
  1. Kemudian, bagi anak yang telah berusia 5 tahun, tetapi belum memiliki KIA, orangtua harus memenuhi beberapa persyaratan,
  • Pertama :  Menyiapkan fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya.
  • Kedua :  Membawa kartu keluarga (KK) asli orang tua/wali.
  • Ketiga : Membawa KTP asli kedua orang tua/wali
  • Keempat : Membawa pas foto anak berwarna, ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Menurut Zudan, nantinya KIA akan diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

(Kompas.com) (Poto: ainmulyana.blogspot.com)

Berbagi Peran Simulasi Pengurangan Risiko Bencana

pertemuan

KMBERUGAKDESE : Bertempat di Sekretariat Berugak Dese Kopang , TIM Program  Pengurangan Risiko Bencana Bersama Dengan PMI Lombok Tengah sebagai Tim Fasilitator, melakukan pertemuan dalam rangka berbagi peran dan tugas dalam melakukan simulasi Kebencanaan Tsunami, Erupsi gunung berapi dan Gempa Bumi.

Simulasi yang akan dilaksanakan di 5 Desa Dampingan Program Berugak Dese,melibatkan KMPB, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama,Pelajar dan masyarakat sekitar, meliputi Desa Montong sapah Untuk Bencana gempa bumi dan Desa Montong Ajan Untuk Jenis Bencana Tsunami yang akan dilaksanakan pada hari, Minggu 27 Desember 2015. Desa Karang Sidemen dan Desa Aik Bual untuk bencana Erupsi gunung berapi yang dilaksanakan pada hari senin, 28 Desember 2015, sedangkan untuk desa Selong Belanak untuk kebencanaan Tsunami yang akan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 29 Desember 2015.

Pertemuan koordinasi antara Tim Program dengan PMI Lombok Tengah yang bertempat di Sekretariat Berugak Dese dilaksanakan pada hari selasa, tanggal 22 Desember 2015 pada pukul 19.30 Wita. Simulasi ini bertujuan untuk membentuk kesiapsiagaan mandiri.

Gambar

Renungan Jum’at

nikah

Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu

  1. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN, ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN  KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”     (QS. An- Nuur (24) : 32).
  2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat     kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari  jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik     (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu  isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram  kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.     (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh   (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,  menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana     (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah     menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian     Dia     kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.     (Qs. An     Nisaa (4) : 1).
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk     wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski     yang melimpah (yaitu : Surga)(Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,     atau     empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah)     seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi     perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu     ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan     barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat     kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:     “Nikah     itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR.     Ibnu Majah,     dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,     memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya     mereka     akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).     14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya     akan     timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang     menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi     Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.     Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR.     Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya     ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu     Hibban     dan Hakim) :     a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.     b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.     c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
  16. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah     ia     nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.”     (HR.     Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.     Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak     (HR. Abu     Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah     (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat     yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik,     daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)     (HR. Ibnu Ady     dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak     menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”     (HR.     Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,     dan     kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup     membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu     dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan     terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian     diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,     dan     menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: