Media Partisipatif

Terbaru

Gambar

Study Banding SID Kabupaten Barru Sulawesi Selatan ke Desa Barabali Lombok Tengah

barabali

Barabali, 12-10-2016 : Rabu siang, Pemerintahan Desa Barabali beserta BPMD Kabupaten Lombok Tengah menyambut sebanyak 76 orang rombongan peserta Study Pengembangan Wawasan pemerintah Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Rombongan tersebut terdiri dari semua kepala desa dan lurah, Camat, BPMD serta Inspektorat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barru Bapak Ir. H. Nasrudin, Msi.

Study Pengembangan Wawasan tersebut dalam rangka berbagi pengetahuan Pemerintah Desa Barabali  dalam mengelola Sistem Informasi Desa (SID) yang sudah berjalan sebelum UUD no 6 tahun 2014 tentang Desa di sahkan. Adnan selaku Sekretaris Desa dalam presentasinya memaparkan bagaimana awal mula membangun SID, validasi data penduduk per KK, Updatting Data, melakukan layanan administrasi dengan data yang tersedia sehingga masyarakat betul-betul ikut merasakan manfaat dan efesiennya dari aplikasi tersebut. SID selain berfungsi untuk mengelola data penduduk dan proses layanan administrasi juga dilengkapi web desa yang bertujuan untuk mempromosikan potensi desa yang dapat diakses secara terbuka berbasis internet/online.  http://barabali.desa.id

Study banding pengembangan wawasan dari kabupaten Barru Sulawesi Selatan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Nursiah, S.Sos, Msi.

Gambar

Desa Montong Gamang Sebagai Desa Inovatif dalam Pelayanan Informasi Publik

mt-gamang

Kamis, 6 Oktober 2016. Kepala Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, menerima Penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi NTB sebagai Desa Inovatif dalam Pelayanan Informasi Publik.

Penyerahan penghargaan ini diberikan oleh Ketua Komisi Informasi Pusat, Jon Fresly, disaksikan oleh Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa RI, Gubernur NTB, Bupati/Wabup se-NTB dan dihadapan 995 Kepala Desa se-NTB, dalam kegiatan Pencanangan Desa Benderang Informasi Publik (DBIP).

Penyerahan penghargaan tersebut dilangsungkan di Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram.

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi  berpesan kepada seluruh kepala desa untuk membangun komitmen dalam membangun daerah, khususnya menyampaikan informasi pembangunan secara terbuka kepada khalayak umum. Sebagai bentuk komitmen tersebut, seluruh Bupati se-NTB bersama Gubernur menandatangani MOU untuk keterbukaan informasi publik.

Sumber : 

https://www.facebook.com/lensahumaslomboktengah/?hc_ref=PAGES_TIMELINE

https://www.facebook.com/humasntb.id/?hc_ref=PAGES_TIMELINE 

Gambar

Konservasi Sumber Mata Air Di Desa Aik Bual

Foto0239Ahad 20 maret 2015, KNPI Lombok Tengah bekerja sama dengan Lembaga Para Pihak Pemerhati Jasa Lingkungan (LP3JL), Kader Pandu Tanah Air Desa Aik Bual, KTI, Pramuka, KMPB  Desa Aik  Bual, Berugak Dese dan PERMATA Desa Aik Bual. Telah melaksanakan acara Penghijauan  dengan penanaman bibit pohon Beringin sebagai bentuk konservasi sumber mata air di areal obyek wisata Embung Bual desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.

Acara tersebut dirangkaikan dengan acara promosi obyek wisata embung bual sebagai langkah awal mengaplikasikan Visi Misi dan kebijakan Pemerintah desa setempat dalam bidang pariwisata. Penanaman bibit pohon beringin yang dilakukan secara simbolik yang berlansung sekitar jam 09.00 s/d 11 wita dengan melibatkan sekitar 400 orang dari unsur lembaga dan masyarakat setempat.  Kegiatan penanaman tersebut kemudian dilanjutkan oleh masyarakat setempat dan  Kader Pandu Tanah Air Desa Aik Bual.

Foto0240Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi penguatan lembaga dan pendampingan terkait Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Aik Bual. Diskusi tersebut dihadiri oleh Area Manager Konsorsium Hijau Kabupaten Lombok Tengah, Pendamping SID dari Lembaga Berugak Dese, aparat desa setempat dan Kader Pandu Tanah Air Desa Aik Bual serta perwakilan kader pandu Tanah air Desa Wajageseng Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.

Gambar

SEJARAH EMBUNG BUAL

IMG_1186

Mata air Embung Bual pertama kali dtemukan pada tahun 1813 M oleh seorang perantau yang datang dari Lendang Are bernama H. M. AMIN , kedatangan beliau ke ( Dusun Bual )  yang pada saat itu masih hutan belantara , adalah untuk  bercocok tanam atau lebih dikenal dengan istilah sasak ( Berau ) sehingga penunjang utama untuk keberhasilan perkebunan maupun pertanian tersebut adalah air.

IMG_1185setelah diadakan pencarian sumber mata air dengan merambah dan membabat semak belukar dan pepohonan, setelah beberapa hari lamanya barulah beliau menemukan lokasi mata air yang cukup besar, melihat potensi yang ada akhirnya H M. Amin dan keluarga memutuskan untuk tinggal dan menetap di sebuah Gubuk sederhana beratapkan ilalang yang beliau buat disebelah selatan Mata air embung Bual, dan pada tahun 1814 dijadikan sejarah pertama kalinya Mata Air embung bual dibendung dengan menggunakan kayu, tanah dan bebatuan, hal ini dimaksudkan agar  area persawaha sebagai tempat bercocok tanam dapat diairi walau musim kering tiba. akan tetapi usaha H.M. AMIN Untuk membendung mata air embung bual pada saat itu tidaklah mudah , sebab saat proses pembendungan berlangsung ada sekelompok orang dari Kecamatan batukliang yang dikomandoi oleh Amaq Belek bersenjatakan lengkap datang untuk menghentikan proses pembendungan mata air saat itu ,akan tetapi hal tersebut tidak lantas di indahkan oleh H M Amin karena sebelum terjadinya pertentangan tersebut beliau sudah mempersiapkan pengawalan yang ketat dari pihak keluarga maupun sahabat yang beliau undang dari sumbek, setelah melalui adu argumen yang menegangkan dan adu pisik yang cukup panas ahirnya amaq belek dan pengikutnya kalah dan lari tunggang langgang  meninggalkan senjata dan barang barang bawaan lainnya, melihat hal tersebut H.M. Amin-pun melanjutkan Proses pembendungan Mata Air Embung bual.

Waktu terus berjalan, hari demi hari dilalui  dengan berbagai aktifitas yang dilakukan H M Amin  beserta keluarga untuk menciptakan lokasi disekitar Mata air menjadi lahan sawah  ( Kepuri / Punikan ), sehingga pada suatu hari karena terlalu asyik menikmati pekerjaan, tanpa disadari istri beliau yang pada saat itu hamil tua langsung melahirkan di tempat ia sedang bekerja dan sekaligus anak yang lahir tersebut dinamai dengan Nama PUNIK,  mata air embung bual terus berbenah dan menjadi daya tarik para perantau yang berdatangan dari desa bahkan luar kecamatan  untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan baru. Seiring waktu dengan semakin bertambahnya masyarakat perantau maka jadilah suatu komunitas yang disebut GUBUK  atau lebih dikenal dengan sebutan DUSUN, yang dinamai DUSUN BUAL, perkembangan masyarakat terus berlanjut dan melahirkan kebutuhan sarana dan prasarana yang lain seperti masjid , sekolah dan lain-lain.

Embung Bual mengalami  perubahan dan perluasan, pada tahun 1972 mata air embung bual dibendung untuk kedua kalinya , namun masih menggunakan kayu, batu, dan Pohon aren sebagai dinding bending, barulah pada tahun 1973 setelah lahan embung bual berpindah kepemilikan dari H.M. Amin kepada amak JAKYAH, pemerintah berupaya membendung mata air embung bual untuk ketiga kalinya yang dilakukan secara permanen, semenjak itu dari tahun ketahun embung bual terus mengalami perbaikan yang signifikan sehingga pemerintah memutuskan untuk menukar Areal Hutan embung bual dengan tanah yang terletak di Dusun Talun Ambon.

Sirajh.

Gambar

Hujan Es di Desa Aik Bual

Photo0140

Peristiwa yang tidak pernah diprediksi dan diluar logika, hari ini selasa tanggal 16 Februari 2016 sekitar jam 01.30 wita Desa Aik Bual diguyur hujan lebat yang disertai hujan es selama satu jam. Peristiwa tersebut lansung membuat warga heboh tapi tidak berani keluar rumah karena es yang jatuh bersama air hujan cukup besar, awalnya sebesar kepalan tangan anak-anak dan lama-kelmaan semakin kecil.

Photo0132Salah seorang warga Dsun Talun ambon desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah NTB menuturkan dan kami lansung menyaksikan atap rumahnya yang terbuat dari asbes pecah karena dihantam hujan es tersebut.

Semoga peristiwa tersebut mengingatkan kita selaku manusia bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika tuhan berkehendak, tentu sebagai manusia yang bijak peristiwa tersebut menjadi bahan renungan untuk memperbaiki diri dan lingkungan sekitar kita.

Sejauh ini kami belum dapat melakukan indentifikasi kerusakan yang diakibatkan hujan es tersebut, tetapi menurut penuturan warga kerusakan atap rumah paling banyak dialami oleh warga dusun Talun Ambon.

SIRAJH_16/02/2016

Gambar

Mulai Tahun 2016 Anak Usia 0 s/d kurang dari 17 Akan Memiliki Kartu Identitas Anak (KIA)

kia depanKementerian Dalam Negeri Republik Indonesia membuat kebijakan baru di awal 2016. Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016, semua anak berusia di bawah 17 tahun diwajibkan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).

“KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik, serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara,” ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh saat dikonfirmasi, Kamis (11/2/2016).

kia belakangMenurut Zudan, KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah, yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

Berikut ini adalah cara membuat KIA:

  1. Bagi Anak  yang baru lahir  KIA akan diterbitkan bersamaan dengan dengan penerbitan Akte Kelahiran
  2. Bagi anak yang berusia 0 sampai dengan 5 tahun dan belum memiliki KIA, penerbitannya harus memenuhi syarat sebagai berikut :
  • Pertama, Menyiapkan  fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya.
  • Kedua, Membawa kartu keluarga (KK) asli orang tua/wali.
  • Ketiga, Membawa KTP asli kedua orang tua/wali.
  1. Kemudian, bagi anak yang telah berusia 5 tahun, tetapi belum memiliki KIA, orangtua harus memenuhi beberapa persyaratan,
  • Pertama :  Menyiapkan fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya.
  • Kedua :  Membawa kartu keluarga (KK) asli orang tua/wali.
  • Ketiga : Membawa KTP asli kedua orang tua/wali
  • Keempat : Membawa pas foto anak berwarna, ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Menurut Zudan, nantinya KIA akan diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

(Kompas.com) (Poto: ainmulyana.blogspot.com)

%d blogger menyukai ini: