Media Partisipatif

Posts tagged “Kecamatan Kopang

Gambar

Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) vs Kontraktor

2-gambar

Program “Rumah Tidak Layak Huni” (RTLH) sangat membantu masyarakat miskin dalam memenuhi hak untuk mendapatkan tempat tinggal (rumah) yang layak sesuai dengan standar kesehatan. namun tidak bisa dipungkiri dalam penerapan program tentu akan ada kendalanya. Begitu juga dengan program RTLH yang sudah berlansung di beberapa desa di kawasan NTB, salah satu contoh program RTLH yang  dilaksanakan di Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang beberapa bulan lalu, dalam satu kampung (kawasan) terdapat 2 program yang sama, dimana dalam pengerjaanya, sumber anggraan maupun besaran anggaran berbeda dengan tujuan agar kawasan tersebut betul-betul terbebas dari rumah tidak layak huni.

Ada program RTLH yang anggarannya bersumber dari Propinsi yang dikerjakan oleh Kontraktor, dan ada juga program RTLH yang anggarannya bersumber dari dana Kolaborasi (PNPM Perkotaan) dengan besaran dana sekitar Rp. 15 Juta per-unit yang disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan pengerjaannya ditangani langsung oleh masyarakat (Kelompok Swadaya Masyarakat).

 

Iklan

Gambar

Hujan Es di Desa Aik Bual

Photo0140

Peristiwa yang tidak pernah diprediksi dan diluar logika, hari ini selasa tanggal 16 Februari 2016 sekitar jam 01.30 wita Desa Aik Bual diguyur hujan lebat yang disertai hujan es selama satu jam. Peristiwa tersebut lansung membuat warga heboh tapi tidak berani keluar rumah karena es yang jatuh bersama air hujan cukup besar, awalnya sebesar kepalan tangan anak-anak dan lama-kelmaan semakin kecil.

Photo0132Salah seorang warga Dsun Talun ambon desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah NTB menuturkan dan kami lansung menyaksikan atap rumahnya yang terbuat dari asbes pecah karena dihantam hujan es tersebut.

Semoga peristiwa tersebut mengingatkan kita selaku manusia bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika tuhan berkehendak, tentu sebagai manusia yang bijak peristiwa tersebut menjadi bahan renungan untuk memperbaiki diri dan lingkungan sekitar kita.

Sejauh ini kami belum dapat melakukan indentifikasi kerusakan yang diakibatkan hujan es tersebut, tetapi menurut penuturan warga kerusakan atap rumah paling banyak dialami oleh warga dusun Talun Ambon.

SIRAJH_16/02/2016


Gambar

Pasangan Suhaili-Pathul Unggul Atas Pasangan Lainnya

nomor 2

Perolehan Sementara Pemilu Bupati dan Wakil Bupati di Kecamatan Kopang

KMBERUGAKDESE. Perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah yang dilaksanakan di Kecamatan Kopang telah selesai tanpa ada kendala. Masing-masing KPPS telah melakukan penghitungan suara dan telah memasukkannya dalam sertifikasi perolehan suara masing-masing calon untuk dibagian kepada Pengawas, Para Saksi dan Penyelenggara pada tingkat lebih atas.

Dari hasil pengumpulan perolehan suara yang didapat dari para pengawas, petugas maupun relawan yang bertugas dimasing-masing desa sekecamatan kopang maka perolehan suara sementara masing-masing calon :

Calon Nomor Urut 1 = 1.485 (3,51%), Nomor Urut 2 = 25.309 (59,85%), Nomor 3 = 10.196 (24,11%) Nomor 4 = 1.299 (3,07%) dan Nomor urut 5 = 3.996 (9,45%). jumlah pemilih sekecamatan kopang menurut DPT + DPTb sebanyak 67.924, sedangkan tingkat partisipasi masyarakat sejumlah 42.590 atau sebesar 63 %. Dilihat dari tingkat kehadiran pengguna hak pilih dimasing-masing desa, yang menduduki tingkat partisipasi tertingggi atau sekitar 73% adalah desa Muncan, selanjutnya Desa Lendang ara sebesar 68% dan Desa Kopang Rembiga Sebesar 66%, dan yang paling rendah tingkat partisipasinya adalah desa Aik Bual sebesar 55%.

Hasil Perolehan Suara Sementara Pemilukada serentak ini tentu dapat berubah ketika dalam pelaksanaan Pleno di tingkat Kecamatan yang mulai berlangsung Besok Pagi, Kamis 10 Desember 2015.


Gambar

Pemilu Kada Serentak 2015

12299345_861650390619796_1990902341561044842_n

KMBERUGAKDESE.  Pelaksanaan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah 2015 khusunya di Desa Kopang Rembiga berjalan aman terkendali. Hasil pantauan di semua TPS di wilayah Desa Kopang Rembiga tidak terlihat penumpukan pemilihan. Masyarakat wajib pilih merasa sangat bersyukur dengan suasana dimasing-masing TPS karena tidak membutuhkan waktu antrian yang lama ketika ingin mempergunakan hak suaranya.

Pemilihan Umum Serentah yang dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 9 Desember 2015, dibuka tepat pada pukul 08.00 Wita setelah ketua KPPS mengangkat Sumpah bagi semua petugas  di TPS setempat. Dari 11.778 pemilih menurut DPT, juga terdapat 10 DPTb.1 sehingga pemilih secara kesuluran di desa kopang Rembiga berjumlah 11.788 wajib pilih yang terbagi menjadi 27 TPS.

Hingga dengan pukul 11.30 Wita, jumlah wajib pilih yang telah menggunakan hak pilihnya baru berkisar 40 % rata-rata di semua TPS.


Gambar

Sekolah Sebagai Taman Tempat Pembelajaran Yang Nyaman

DSC_0232

Kopang, 2 Mei 2015 : Peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupate Lombok Tengah di pusatkan di Kopang. Panitia pelaksana bersama pelaku pendidikan dan staf camat kopang, melakukan persiapan semaksimal mungkin guna kesuksesan acara, karena acara peringatan Hardiknas tingkat kabupaten ini baru untuk pertama kalinya di adakan di luar ibukota kabupaten dan kecamatan kopang mendapat kepercayaan untuk mengawalinya. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu siswa siswi SMPN 3 Kopang mengisi acara dengan pagelaran teatrikal bertopik pendidikan, tari prisaian dan kreasi tari daaerah.

DSC_0237Pada peringatan Hari Pendidkan Nasional ini, Bupati Lombok Tengah H, Suhaili FT, SH membacakan  sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih, karena atas ijin, rahmat dan karunia-Nya kita berkesempatan untuk merayakan hari Pendidikan Nasional.

Republik Tercinta ini berdiri atas gagasan anak-anak muda terdidik dan tercerahkan. Pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri bhineka yang modern, sebuah Negara yang berakar pada adat dan kebudayaan bangsa nusantara berasazkan gotong royong dengan tetap menumbuhkembangkan kesejajaran dan kesatuan sebagai sebuah Negara modern. Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan dan menguatkan ketahanan pilar moral. Gagasan dan perjuangan yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia Afrika. Kini kita sudah 70 tahun merdeka, kemerdekaan itu tidak hanya untuk menggulung kolonialisme, melainkan juga untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pendidikan itu seperti tangga berjalan yang mengantarkan kita meraih kesejahteraan yang jauh lebih baik. Secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab Negara,  namun secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Mengembangkan kualitas manusia Indonesia harus dikerjakan sebagai gerakan bersama, semua harus ikut peduli, bahu membahu, saling sokong dan saling topang untuk memajukan kualitas manusia Indonesia lewat pendidikan. Oleh karena itu peringatan hari pendidikan nasional tahun ini kita mengambil tema “Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila”.

Pendidikan Nasional berkarakter Pancasila bertujuan mengembalikan kesedaran tentang pentingnya karakter  pancasila. Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulai, sehat, berilmu, cakap, kreatip, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peringatan Hari Pendidikan Nasional  tidak bisa dilepaskan dari sosok Ki Hajar Dewantara, yang menyebut sekolah dengan istilah taman, taman merupakan tempat belajar yang menyenangkan, anak datang dan berada ditaman dengan senang hati,  dan pada saat harus meninggalkan taman maka anak akan merasa berat hati. Pertanyaannya, sudahkah sekolah kita seperti taman, sekolah menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sekolah menyenangkan memiliki berbagai karakter diantaranya dengan melibatkan semua komponen, baik guru, orang tua maupun siswa dalam proses pembelajaran. Sekolah yang pembelajarannya relevan dengan kehidupan ialah sekolah yang pembelajarannya memiliki ragam pilihan dan tantangan, dimana individu diberikan berbagai pilihan dan tantangan sesuai dengan tingkatannya. Dihari pendidikan nasional ini mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hajar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar  yang menyenangkan. Sebuah wahana yang membuat tenaga para pendidik merasakan mendidik  sebagai sebuah kebahagiaan, peserta didik merasakan belajar sebagai sebuah kebahagiaan, pendidikan sebagai sebuah kegembiraan, pendidikan yang menumbuhkembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan berkarakter pancasila.

Sebelum menghakhiri sambutan ini, saya mewakili seluruh jajaran pelayan masyarakat lombok tengah, dan juga masyarakat lombok tengah, mengucapkan  alhamdulillah wa syukurillah, terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar para pendidik, para panitia dan masyarakat kopang pada khususnya maupun wilayah kecamatan kopang pada umumnya, saya sangat mengapresiasi pelaksanaan upacara kali ini, dimana suasana penyelenggaraan terasa sangat nyaman dan  sangat menyejukkan.

sebagai wujud rasa syukur, terima kasih  dan apresiasi sebagai pelayan masyarakat lombok tengah, melalui kesempatan ini saya selaku Bupati Lombok Tengah menginstruksi/memerintahkan kepada TAPD melalui pintu APBD Perubahan yang akan datang juga melalui pimpinan dewan agar menganggarkan dana untuk :

  1. Perbaikan lapangan kopang, lintasan ataupun trotoar dipinggiiran lapangan supaya diperlebar dan dipingirannya juga dibuatkan tempat-tempat olah raga yang umum atau tempat terapi.
  2. Saya lihat ada lapangan tenis yang terkelola dengan baik pasti alasannya adalah ketidak beradaan dana, ini patut dan pantas menjadi perhatian kita, sehingga saya perintahkan hari ini, detik ini, kali ini, dan harus selesai tahun ini. Bappeda ataupun TAPD dan panitai Anggaran Pemerintah Daerah Lombok Tengah, Dikpora, PU, mulai besok atau minggu besok membuat perencanaannya, perbaiki Lapangan tenis dan buatkan tempat parkir.
  3. Dikpora, saya melihat kondisi sekolah disekeliling lapangan bangunannya sudah tidak layak padahal ini merupakan sekolah-sekolah andalan dikecamatan kopang dan mulai tahun ini perbaiki TK, SD segera disesuai dengan standar kelayakan sarana pendidika dan juga  SMP masih memprihatinkan dan ini menjadi perhatia kita semua, kemudian juga SMA nya kelihatan sudah cukup lama, sehingga kopang kedepan akan menjadi kota andalan utama dilombok tengah, terlebih kopang yang berada  di Zona utara dan menjadi kebanggan kita dan merupakan salah satu muka atau wajah lombok tengah karena jalur ini dilalui oleh lintasan yang menghubungkan berbagai kota dan pulau serta provinsi lainnya, sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama  sebagai wujud rasa syukur dan hendaknya dibudayakan/dibiasakan untuk penyelengaraan hari-hari besar bisa dilaksanakan secara bergilir di zona utara, tengah maupun selatan. Dan harapan saya “ jangan sampai apa yang saya katakan terakhir ini hanya sebagai lip service/pemanis bibir, penghias moral” tapi catat, kemudian cermati dan perhitungkan, laksanakan, wujud nyatakan !!!

Diakhir acara Bupati dan Wakil Bupati serta semua Kepala Dinas dijajaran SKPD Lombok Tengah membagikan hadiah bagi siswa-siswi berprestasi pada bidang masing-masing. Setelah acara selesai Bupati dan Wakil Bupati mengunjungi stand pameran yang diisi dengan kegiatan praktik siswa-siswi sekolah dilingkup kecamatan kopang. Bupati dan Wabub sangat terkesan dengan keahlian dan pengetahuan otomotif yang diperagakan oleh siswa SMKN 1 Kopang, lalu menyempatakan diri berpoto bersama distand pengembangan kreatipitas siswa dan banyak meluangkan waktu untuk berbincang dengan salah seorang siswa penyandang dipable yang masih duduk dikelas 2 di SMKN 1 Kopang jurusan Multi Media. Dan wabup Drs. H. Normal Suzana juga menyempatkan diri untuk menyetir mobil yang dipergunakan praktik berkeliling ditengah lapangan upacara, bahkan salah seorang anggota dewan menyempatkan diri menunjukkan kepiawaiannya diatas motor trail bahan praktik siswa jurusan otomotif.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Gambar

 Lomba Desa atau Ajang Adu Gengsi Kepala Desa

DSC_0785

Pada tanggal 23 April 2015 Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupataen Lombok Tengah tiba di Desa Waje Geseng Kecamatan Kopang sekitar pukul 09.30 Wita. Tim Penilai yang didominasi oleh BPMD seta perwakilan dari beberapa instansi terkait disambut warga desa dengan sangat meriah, disepanjang pinggir jalan berbagai komponen masyarakat berjajar rapi sambil tersenyum bangga menyaksikan para birokrat Lombok Tengah berjalan dihadapan mereka menuju kantor desa sebagai tempat berlangsungnya acara penyambutan dan pusat pelaksanaan penilaian, anak-anak sekolah dasar berbaris rapi memberikan yel-yel  sambil melambaikan bendera merah putih, Kesenian Gendang Beleq disertai beberapa tokoh adat, tokoh masyarakat dan sesepuh desa terlihat begitu ramah dan penuh kekeluargaan dalam memberikan ucapan selamat datang bagi tamu kehormatan yang mendatangi desa meraka, bahkan dalam barisan penyambutan juga turut berpatisipasi Marcing Band Madrasah Aliyah NW Waja Geseng.

Tim Penilai lomba desa yang dipimpin oleh Sekretaris BPMD Lombok Tengah Lalu Rinjani, MSi  dalam pidatonya memberikan penjelasan singkat indikator penilaian Lomba Desa yang sedang diselenggarakan didesa waja geseng serta membacakan nama-nama tim juri lomba desa, lomba P2WKSS dan Posyandu. Dalam pidato singkat tersebut Lalu Rinjani, MSi juga memberikan apresiasi kepada semua   desa diwilayah kecamatan kopang karena lomba desa yang diselenggarakan tiap tahun selalu dilaksanakan dengan serius, hal ini tidak lepas dari motivasi yang diberikan Camat Kopang Lalu Setiawan, S.Sos baik berupa dukungan secara moril juga kerja-kerja nyata dan hal ini terbukti dengan beberapa desa dikecamatan kopang pernah sebagai duta lomba desa dtingkat nasional pada tahun 2012 yaitu desa darmaji dan pada tahun 2014 kemarin desa semparu menjadi juara III pada lomba desa tingkat provinsi.

Sesungguhnya pembelajaran apa yang dapat dipetik baik oleh pemerintah desa maupun pemerintah yang ada pada tataran yang lebih atas dari penyelenggaraan lomba desa yang dilaksanakan setiap tahunnya, karena pada kenyataannya segala bentuk upaya dalam melakukan perbaikan administrasi, layanan maupun kelengkapan desa yang sudah dikerjakan berbulan-bulan pada akhirnya akan kembali pada cerita lama dimana segala bentuk kewajiban dan tanggung jawab aparatur kembali terlihat tersusun rapi tanpa pernah tersentuh dan akhirnya menjadi tumpukan buku atau papan informasi usang yang tidak terjamah sampai menunggu lomba desa berikutnya tanpa memilikii nilai. Yang menjadi pertanyaan paling mendasar adalah sudah sampai dimana pembinaan maupun pendampingan yang dilakukan oleh instansi terkait pada pemerintahan desa, karena bukan menjadi rahasia umum lagi desa-desa yang telah menyandang predikat juara I pada tahun berikut administrasi kembali amburadul, lalu bagaimana dengan desa yang tidak mendapat predikat juara ????

Jadi tidak salah jika ada penilaian mengatakan  lomba desa hanyalah sebagai ajang adu gensi Kepal desa dan bukan sebagai awal perbaikan kinerja.