Media Partisipatif

Gambar

Munti Gunung yang dikenal dengan sebutan desa Gepeng (Gelandangan dan Pengemis)

Munti merupakan sebuah dusun yang terletak di Desa Tianyar Barat Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Bali dan tepatnya dusun ini terletak dilereng curam timur laut Gunung Batur Propinsi Bali. Dan daerah ini lebih dikenal dengan sebutan Munti Gunung.

Puluhan tahun silam  bahkan sampai dengan satu tahun kemarin munti gunung sangat terkenal diseluruh indonesia bukan dikarenakan oleh daerahnya yang banyak menyimpan situs sejarah, bukan karena alamnya yang indah sehingga banyak investor yang berebut mesuk kedsea ini, bukan pula karena seni budaya bali yang begitu tersohor ke seantero dunia, namun lebih dikenal karena hampir seluruh penduduk desa ini menjadi gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang selalu menghiasi kota-kota besar di pulau Bali.

Kondisi Alam yang kering tandus tanpa ada satupun sumber mata air membuat seluruh masyakatnya bersusah payah untuk mendapatkan pasokan air bersih guna memenuhi keperluan hidup sehari-hari, sehingga beberapa lembaga pemerhati yang tergabung dalam sebuah yayasan seperti Zukurlt Fuer Kinder (ZFK) dari Swis bekerjasama dengan lembaga lokal seperti Dian Desa dan Mitra Smaya yang berkantor Pusat di Mataram Lombok melalukan penyadaran dan memberikan penguatan kapasitas    pada masyarakat munti gunung. Cubang-cubang besar dibangun di beberapa titik yang berfungsi untuk menampung air dikala musim hujan, bahkan hampir seluruh rumah yang ada dimunti gunung juga memiliki penampungan air hujan yang dibuat secara swadaya dan bergotong, dan dikala musim kemarau seluruh masyarakat yang tidak mampu turun berkilo-kilo meter untuk mengambil air menggunakan 2 buah cirigen 25 liter, dan ini dilakukan berkali-kali setiap harinya.

Dan yang sangat mencolok dari munti gunung jika dibandingkan dengan semua desa dibagian selatan Gunung Agung adalah Tingkat Pendidikan sebagian besar masyarakatnya masih rendah (tidak tamat SD), sebagian besar masyarakatnya tidak bisa menggunakan bahasa indonesia sehingga orang luar kesulitan untuk berinteraksi, sebagian besar buta aksara, akses pendidikan rendah, akses kesehatan sulit, sebagian besar tenaga potensial keluar untuk mencari pekerjaan sehingga yang menghuni desa hanya anak-anak dan orang jompo, aktifitas desa ini nyaris tidak tampak dan akan ramai ketika ada kegiatan upacara keagamaan karena semua masyarakat yang beraktifitas diluar desa pulang.

Satu tahun terakhir kehidupan masyarakat munti gunung berangsur mulai membaik, dan semua keberhasilan ini tidak lepas dari kegigihan fasilitator yang melakukan peendapingan bekerja siang malam tanpa mengenal lelah dan selalu terus belajar mencari pola terbaik untuk dapat melakukan pendekatan tanpa mengabaikan potensi dan kultur lokal.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s