Media Partisipatif

Uncategorized

Gambar

Pemanfaatan Limbah Tembakau Menjadi Minyak Atsiri

Alat Penyulingan

Alat Penyulingan

hasil penyulingan berupa minyak atsiri masih bercampur dengan air

hasil penyulingan berupa minyak atsiri masih bercampur dengan air

Lombok Tengah dikenal sebagai penghasil tembakau terbesar Khususnya untuk Pulau Lombok. Namun sayang sekali dari tahun ketahun keadaan perekonomian petani tembakau tidak kunjung membaik, bahkan tidak jarang mereka terpuruk sampai meninggalkan beban hutang ratusan juta rupiah.

Dalam upaya meningkatkan ekonomi petani tembakau, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah bekerjasama dengan PT. AKSI BARA Ampenan memberikan pelatihan pengolahan limbah tembakau  menjadi minyak Atsiri (essential oil). Pelatihan pemanfaatan limbah tembakau berupa daun  dan batang menjadi suatu yang memiliki nilai ekonomi lebih tanpa terbuang percuma.

Pelatihan yang dilaksanakan di Kantor Desa Montong Gamang diiukuti oleh 25 orang dari 5 kelompok petani tembakau yang berasal dari 5 desa dan 3 kecamatan, yaitu Desa Montong Gamang Dan Kopang Rembiga (kecamatan Kopang), Desa Bujak (kecamatan Batukliang) serta Desa Durian dan Janapria (kecamatan Janapria).

Pihak Diskoperindag Lombok Tengah  menjelaskan jika dana pelaksanaan pelatihan yang dipusatkan di desa montong gamang selama 3 hari tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT). Keluaran dari hasil pengolahan limbah tembakau tersebut berupa minyak atsiri yang masih bercampur dengan air, namun sayang dalam praktik masih menghasilkan air dengan kadar minyak yang sangat minim hasil dari proses penyulingan. Menurut Bapak hasan selaku instruktur  dari pihak  PT. AKSI Bara Ampenan, hasil pelatihan ini masih kurang maksimal disebabkan  waktu pemanasan belum mencapai waktu minimum (selama 8 Jam), juga  faktor peserta pelatihan yang kurang nyaman karena berada dilokasi perkantoran dan tempat yang memang tidak memungkinkan. Selain menghasilkan minyak, buangan berupa daun dan batang tembakau yang kering berbentuk arang bisa juga diolah menjadi Brigit, sehingga tidak ada limbah yang tidak termanfaatkan. Setelah semua peserta pelatihan mengetahui dan memahami proses pembuatan minyak atsiri dari awal hingga akhir,  5 kelompok petani tembakau tersebut membuat kesepakatan untuk membuat  jadwal praktik dimasing-masing tempat dan desa, karena keterbatasan alat atau hanya memiliki 1 unit yang akan dipergunakan secara bergantian dimasing-masing kelompok dengan pendapingan secara khusus dari pihak instruktur.

Sebelum acara ditutup, pihak diskoperindag Lombok Tengah menjelaskan  pelatihan tahap berikutya akan dilaksanakan di desa Ganti Kecamatan Praya Timur  dari tanggal 2 – 6 Nopember 2015.


KONSULTASI PUBLIK DAN KONSOLIDASI KOALISI JARINGAN ADVOKASI RUU DESA

Pembahasan Undang-Undang Desa yang merivisi UU No. 32 tahun 2004 telah memasuki babak baru. Beberapa bulan lalu, Pansus RUU Desa DPR RI telah menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Rangkaian RDUP tersebut memang telah melibatkan aktor-aktor perwakilan masyarakat sipil, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan lembaga-lembaga penelitian. ini merupakan kabar gembira, karena pembahasan RUU Desa memberi kesempatan bagi kelompok masyarakat sipil terlibat dan menyampaikan aspirasi untuk menjaga pembajakan elite atas arah dan kebijakan RUU Desa. Berbeda dengan pembahasan Undang Undang, misalnya pada zaman orde baru, pembatasan pelibatan masyarakat sipil telah melahirkan Undang Undang yang bias elite. (lebih…)


JUM’AT BERSIH MINGGU IV

Jumat bersih yang dilaksankan di Dusun Pendagi pagi hari ini tanggal 22 Juni 2012 merupakan kegiatan minggu ke 4, dimana pada minggu ke 3 telah dilaksanakan di Dusun Bore dengan kegiatan perbaikan Drainase dan Pemasangan gorong-gorong. Sedangkan kegiatan kali ini lebih pada pembuatan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) Rumah Tangga yang ada didusun Pendagi terutama kampung yang cukup jauh dari aliran sungai. Pada awalnya keberadaan SPAL ini tidak terlalu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dusun, karena masyarakat sudah terbiasa membuat lobang disekitar halaman belakang rumah sebagai tempat penampungan limbah rumah tangga terutama hasil limbah yang berasal dari dapur. Tapi, dengan makin berkembangnya jaman dan makin banyaknya jenis bahan olahan yang dihasilkan dalam rumah tangga, limbah sekarang sudah dianggap tidak lagi sebagai sesuatu yang dianggap remeh. Karena genangan limbah dibelakang rumah tampaknya sudah menimbulkan dampak pada pemilik rumah serta masyarakat sekitar lingkungan baik itu polusi maupun sebagai sarang penyakit menular, sehingga perlu dibuatkan suatu pembuangan yang permanen dan memenuhi syarat kesehatan.

Pembuatan SPAL sepanjang Kurang lebih 500 Meter yang menggunakan Pipa Paralon 5 “, merupakan swadaya murni masyarakat Dusun Pendagi yang disuport oleh Pemerintah desa dan semua Kepala Dusun serta Masyarakat peduli lingkungan dan OSM yang ada di desa Kopang Rembiga. Ternyata mengajak mesyarakat untuk mau ikut serta membanguan tidaklah terlalu sulit, tergantung dari pendekatan semua unsur masyarakat yang ada di desa itu sendiri.  (romy)


LOUNCHING JUM’AT BERSIH

Gotng Royong Membersihkan Halam Masjid Darussalam Kopang sebagai upaya pencanangan Jumat bersih di desa Kopang Rembiga

Jum’at pagi sekitar Pukul 08.00 wita dihalaman masjid Darussalam Kopang terlihat Bapak camat Kopang Lalu Bagiartha, S.IP beserta beberapa orang Staf, Kepala Desa Kopang Rembiga beserta staf,  semua Kepala Dusun dan RT, BPD, Anggota BKM-PNPM, Kader penggerak Pembangunan, Kader Posyandu, Program PKH, PL BKKBN, Pol PP, TNI, Pengurus PKK Kecamatan dan Desa, Pengurus Forum KP, OMS, Kepolisian, Anggota Dewan dapil Kopang-Janapria, adik-adik pramuka serta masyarakat sekitar desa kopang rembiga sedang gotong royong membersihkan halaman Masjid Darussalam Kopang dan lingkungan sekitar masjid dengan tujuan keindahan dan kenyamanan masyarakat  yang  menunaikan ibadah. Gotong royong yang dilaksanakan pagi hari ini merupakan gotong royong perdana sebagai sebuah bentuk pencanangan, yang selanjutnya akan dilakukan secara berkesinambungan setiap hari jumat dengan lokasi yang berbeda dan kegiatan yang berbeda. (lebih…)


PELATIHAN OPEN STREET MAP

OpenStreetMap merupakan sebuah program peta dunia gratisan yang dapat dipergunakan secara bebas oleh siapapun hanya dengan berbekal tersedianya jaringan inernet, karena program ini sempurna bekerja secara On Line. Kita bisa membuat peta suatu wilayah, desa ataupun kekadusan bahkan sampai dengan tingkat RT secara tepat, dimana program ini telah menyediakan preset sesuai dengan kebutuhan masyarakat indonesia dan bisa diubah sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Selain itu kita juga  dapat menambahkan informasi pada peta, memperbaiki kesalahan yang ada dan memetakan apa yang ingin kita petakan.

Berangkat dari ketepatan hasil yang dapat didalam pemetaan ini, maka Access Phase II wilayah NTB dan NTT merasa sangat perlu mengadakan pelatihan dan peningkatan keterampilan pendataan dan pemetaan untuk menjawab kebutuhan kalangan pemerintah maupun profesional non-pemerintah dalam dalam rangka menjalankan kegiatannya. Karena tehnologi pendataan menawarkan kemudahan bagi kita untuk melakukan kegiatan pendataan dan pemetaan dengan lebih cepat dan efektip dengan hasil yang lebih akurat, detail dan canggih. Akan tetapi kemudahan dan kecanggihan itu tidak serta merta bisa kita dapatkan tanpa melalui sebuah proses pembelajaran oleh karena itu pada tanggal 21-27 Mei 2012  Access NTB & NTT melakukan pelatihan sebanyak 25 orang mitra strategis dan mitra langsung dari kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok tengah, Bima dan dari NTT yang  dipandu langsung OSM SOLUD.

Harapan kedepan, dengan berbekal pengetahuan dan keterampilan pendataan dan pemetaan ini dapat menjadi contoh sukses bagi daerah lain serta harapan yang lebih besar lagi pemerintah daerah bisa menduplikasikannya disetiap desa didaerahnya, sehingga semua desa memiliki peta desa yang lengkap dengan representatif. Dengan adanya peta desa yang lengkap dapat memudahkan desa dan pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap pembangunan.


PENYEGARAN KADER POSYANDU

Sebanyak 45 orang kader Posyandu dari 3 desa yang mendapatkan program NICE di kecamatan kopang telah mendapatkan pelatihan selama 2 hari. Pelatihan yang dilaksankan dari tangga 9-10 Mei ini bertujuan untuk memberikan penyegaran pengetahuan terkait peran dan tugas pokok kader dalam melaksanakan tugas di posyandu. Karena sampai dengan saat ini tugas para kader posyandu tidak lagi hanya sebagai petugas timbang bayi yang dilakukan hanya 1 kali dalam sebulan, namun dengan terintegrasinya semua program yang masuk ke desa, maka perlu kiranya pengetahuan para kader posyandu ini diperkuat dengan cara pembekalan pengetahuan dan perbanyak diskusi antar kader antar desa guna menambah wawasan dan trik-trik memotivasi masyarakat agar sadar dengan pentingnya arti kesehatan. (lebih…)


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya