Media Partisipatif

Peristiwa

Gambar

Study Banding SID Kabupaten Barru Sulawesi Selatan ke Desa Barabali Lombok Tengah

barabali

Barabali, 12-10-2016 : Rabu siang, Pemerintahan Desa Barabali beserta BPMD Kabupaten Lombok Tengah menyambut sebanyak 76 orang rombongan peserta Study Pengembangan Wawasan pemerintah Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Rombongan tersebut terdiri dari semua kepala desa dan lurah, Camat, BPMD serta Inspektorat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barru Bapak Ir. H. Nasrudin, Msi.

Study Pengembangan Wawasan tersebut dalam rangka berbagi pengetahuan Pemerintah Desa Barabali  dalam mengelola Sistem Informasi Desa (SID) yang sudah berjalan sebelum UUD no 6 tahun 2014 tentang Desa di sahkan. Adnan selaku Sekretaris Desa dalam presentasinya memaparkan bagaimana awal mula membangun SID, validasi data penduduk per KK, Updatting Data, melakukan layanan administrasi dengan data yang tersedia sehingga masyarakat betul-betul ikut merasakan manfaat dan efesiennya dari aplikasi tersebut. SID selain berfungsi untuk mengelola data penduduk dan proses layanan administrasi juga dilengkapi web desa yang bertujuan untuk mempromosikan potensi desa yang dapat diakses secara terbuka berbasis internet/online.  http://barabali.desa.id

Study banding pengembangan wawasan dari kabupaten Barru Sulawesi Selatan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Nursiah, S.Sos, Msi.

Iklan

Gambar

Hujan Es di Desa Aik Bual

Photo0140

Peristiwa yang tidak pernah diprediksi dan diluar logika, hari ini selasa tanggal 16 Februari 2016 sekitar jam 01.30 wita Desa Aik Bual diguyur hujan lebat yang disertai hujan es selama satu jam. Peristiwa tersebut lansung membuat warga heboh tapi tidak berani keluar rumah karena es yang jatuh bersama air hujan cukup besar, awalnya sebesar kepalan tangan anak-anak dan lama-kelmaan semakin kecil.

Photo0132Salah seorang warga Dsun Talun ambon desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah NTB menuturkan dan kami lansung menyaksikan atap rumahnya yang terbuat dari asbes pecah karena dihantam hujan es tersebut.

Semoga peristiwa tersebut mengingatkan kita selaku manusia bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika tuhan berkehendak, tentu sebagai manusia yang bijak peristiwa tersebut menjadi bahan renungan untuk memperbaiki diri dan lingkungan sekitar kita.

Sejauh ini kami belum dapat melakukan indentifikasi kerusakan yang diakibatkan hujan es tersebut, tetapi menurut penuturan warga kerusakan atap rumah paling banyak dialami oleh warga dusun Talun Ambon.

SIRAJH_16/02/2016


Berbagi Peran Simulasi Pengurangan Risiko Bencana

pertemuan

KMBERUGAKDESE : Bertempat di Sekretariat Berugak Dese Kopang , TIM Program  Pengurangan Risiko Bencana Bersama Dengan PMI Lombok Tengah sebagai Tim Fasilitator, melakukan pertemuan dalam rangka berbagi peran dan tugas dalam melakukan simulasi Kebencanaan Tsunami, Erupsi gunung berapi dan Gempa Bumi.

Simulasi yang akan dilaksanakan di 5 Desa Dampingan Program Berugak Dese,melibatkan KMPB, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama,Pelajar dan masyarakat sekitar, meliputi Desa Montong sapah Untuk Bencana gempa bumi dan Desa Montong Ajan Untuk Jenis Bencana Tsunami yang akan dilaksanakan pada hari, Minggu 27 Desember 2015. Desa Karang Sidemen dan Desa Aik Bual untuk bencana Erupsi gunung berapi yang dilaksanakan pada hari senin, 28 Desember 2015, sedangkan untuk desa Selong Belanak untuk kebencanaan Tsunami yang akan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 29 Desember 2015.

Pertemuan koordinasi antara Tim Program dengan PMI Lombok Tengah yang bertempat di Sekretariat Berugak Dese dilaksanakan pada hari selasa, tanggal 22 Desember 2015 pada pukul 19.30 Wita. Simulasi ini bertujuan untuk membentuk kesiapsiagaan mandiri.


Gambar

Kunjungan Wakil Preiden RI Ke Desa Kuta Lombok

IMG_7634

KMBERUGAKDESE-Wakil Presiden RI H. Jusup Kala beserta rombongan tiba di Pulau Lombok Sekitar Pukul 09.00 Wita melalui Bandara Internasional Lombok (BIL). Dari BIL rombongan wakil presiden langsung menuju Kota Mataram dalam rangka pembukaan Muktamar Nasional Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada hari sabtu, 12 desember 2015. Dalam lawatan ini rombongan wapres menyempatkan mengunjungi desa kute, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Rombongan yang tiba di Kantor Desa Kute sebagai tempat berlangsungnya acara, tanpa  acara seremonial.

Kunjungan Wapres beserta rombongan di Lombok Tengah dalam rangka peluncuran Sistim Informasi Desa (SID), menggali informasi tentang serapan Dana Desa serta pemanfaatannya dan juga melakukan dialog dengan pemerintahan Desa, Kader Pemberdayaan, Organisasi Masyarakat yang fokus mengawal Perencanaan dan Pembangunan desa, juga warga masyarakat lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Montong Gamang Enggos Sofian Indra, mendapat apresiaisi dari Wapres dengan kemampunya menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) secara rinci. Bahkan wapres juga terbelalak dengan kecilnya gaji Kepala Desa dan Sekretaris Desa Montong Gamang, jika dibandingkan dengan jumlah serapan dana  desa yang sudah mencapai diatas 1, 2 M. dan yang lebih membanggakan, ketika bapak wapres meminta soft copy dari APBDes tersebut yang dijawab secara seponta, semua yang kami paparkan tersebut sudah bisa di akses atau diunduh melalui WEB Desa Montong Gamang secara online.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah Desa montong gamang merupakan penerapan dari sebagian kecil amanat UU No. 6 tahun 2014 tentang desa pada pasal 84 Terkait Sisitim Imformasi Desa, dan juga UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Sebelum meninggalkan lokasi acara, wapres berkesempatan menuliskan sebuah pesan sebagai catatan penting untuk desa “ PEMBANGUNAN DESA AGAR DILAKSANAKAN SECARA BERSAMA DENGAN GOTONG ROYONG DAN JUGA DIAWASI AGAR MUTUNYA TERJAMIN UNTUK DINIKMATI OLEH SELURUH MASYARAKAT”


Gambar

 Lomba Desa atau Ajang Adu Gengsi Kepala Desa

DSC_0785

Pada tanggal 23 April 2015 Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupataen Lombok Tengah tiba di Desa Waje Geseng Kecamatan Kopang sekitar pukul 09.30 Wita. Tim Penilai yang didominasi oleh BPMD seta perwakilan dari beberapa instansi terkait disambut warga desa dengan sangat meriah, disepanjang pinggir jalan berbagai komponen masyarakat berjajar rapi sambil tersenyum bangga menyaksikan para birokrat Lombok Tengah berjalan dihadapan mereka menuju kantor desa sebagai tempat berlangsungnya acara penyambutan dan pusat pelaksanaan penilaian, anak-anak sekolah dasar berbaris rapi memberikan yel-yel  sambil melambaikan bendera merah putih, Kesenian Gendang Beleq disertai beberapa tokoh adat, tokoh masyarakat dan sesepuh desa terlihat begitu ramah dan penuh kekeluargaan dalam memberikan ucapan selamat datang bagi tamu kehormatan yang mendatangi desa meraka, bahkan dalam barisan penyambutan juga turut berpatisipasi Marcing Band Madrasah Aliyah NW Waja Geseng.

Tim Penilai lomba desa yang dipimpin oleh Sekretaris BPMD Lombok Tengah Lalu Rinjani, MSi  dalam pidatonya memberikan penjelasan singkat indikator penilaian Lomba Desa yang sedang diselenggarakan didesa waja geseng serta membacakan nama-nama tim juri lomba desa, lomba P2WKSS dan Posyandu. Dalam pidato singkat tersebut Lalu Rinjani, MSi juga memberikan apresiasi kepada semua   desa diwilayah kecamatan kopang karena lomba desa yang diselenggarakan tiap tahun selalu dilaksanakan dengan serius, hal ini tidak lepas dari motivasi yang diberikan Camat Kopang Lalu Setiawan, S.Sos baik berupa dukungan secara moril juga kerja-kerja nyata dan hal ini terbukti dengan beberapa desa dikecamatan kopang pernah sebagai duta lomba desa dtingkat nasional pada tahun 2012 yaitu desa darmaji dan pada tahun 2014 kemarin desa semparu menjadi juara III pada lomba desa tingkat provinsi.

Sesungguhnya pembelajaran apa yang dapat dipetik baik oleh pemerintah desa maupun pemerintah yang ada pada tataran yang lebih atas dari penyelenggaraan lomba desa yang dilaksanakan setiap tahunnya, karena pada kenyataannya segala bentuk upaya dalam melakukan perbaikan administrasi, layanan maupun kelengkapan desa yang sudah dikerjakan berbulan-bulan pada akhirnya akan kembali pada cerita lama dimana segala bentuk kewajiban dan tanggung jawab aparatur kembali terlihat tersusun rapi tanpa pernah tersentuh dan akhirnya menjadi tumpukan buku atau papan informasi usang yang tidak terjamah sampai menunggu lomba desa berikutnya tanpa memilikii nilai. Yang menjadi pertanyaan paling mendasar adalah sudah sampai dimana pembinaan maupun pendampingan yang dilakukan oleh instansi terkait pada pemerintahan desa, karena bukan menjadi rahasia umum lagi desa-desa yang telah menyandang predikat juara I pada tahun berikut administrasi kembali amburadul, lalu bagaimana dengan desa yang tidak mendapat predikat juara ????

Jadi tidak salah jika ada penilaian mengatakan  lomba desa hanyalah sebagai ajang adu gensi Kepal desa dan bukan sebagai awal perbaikan kinerja.


Gambar

105 Pasang Suami Istri Menjalani Sidang Isbat Nikah Terpadu di Desa Waja Geseng

Sidang Isbat Nikah Terpadu

Kamis, 16 April 2015 bertempat di Desa Waja Geseng Kecamatan Kopang telah dilaksanakan sidang isbat nikah terpadu terhadap 105 pasangan suami istri dari keluarga tidak mampu secara gratis. Sidang isbat nikah terpadu ini merupakan program pemerintah yang dilaksanakan secara terpadu antara Pengadilan Agama untuk melakukan sidang isbat, KUA (Kantor Urusan Agama) yang menerbitkan buku akte nikah dan Dinas kependudukan Catatan sipil untuk membuat akte kelahiran.

Pelaksanaan sidang isbat nikah gratis ini difasilitasi oleh ASPPUK NT (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Nusa Tenggara) bekerja sama dengan Berugak Dese Kopang. Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Praya Bapak Drs. Ahmad Harun, SH karena Ketua PA Praya sedang dinas keluar daerah. (lebih…)