Media Partisipatif

Agama

Gambar

Renungan Jum’at

nikah

Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu

  1. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN, ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN  KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”     (QS. An- Nuur (24) : 32).
  2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat     kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari  jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik     (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu  isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram  kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.     (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh   (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,  menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana     (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah     menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian     Dia     kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.     (Qs. An     Nisaa (4) : 1).
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk     wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski     yang melimpah (yaitu : Surga)(Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,     atau     empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah)     seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi     perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu     ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan     barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat     kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:     “Nikah     itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR.     Ibnu Majah,     dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,     memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya     mereka     akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).     14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya     akan     timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang     menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi     Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.     Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR.     Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya     ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu     Hibban     dan Hakim) :     a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.     b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.     c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
  16. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah     ia     nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.”     (HR.     Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.     Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak     (HR. Abu     Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah     (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat     yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik,     daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)     (HR. Ibnu Ady     dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak     menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”     (HR.     Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,     dan     kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup     membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu     dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan     terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian     diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,     dan     menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Iklan

Gambar

105 Pasang Suami Istri Menjalani Sidang Isbat Nikah Terpadu di Desa Waja Geseng

Sidang Isbat Nikah Terpadu

Kamis, 16 April 2015 bertempat di Desa Waja Geseng Kecamatan Kopang telah dilaksanakan sidang isbat nikah terpadu terhadap 105 pasangan suami istri dari keluarga tidak mampu secara gratis. Sidang isbat nikah terpadu ini merupakan program pemerintah yang dilaksanakan secara terpadu antara Pengadilan Agama untuk melakukan sidang isbat, KUA (Kantor Urusan Agama) yang menerbitkan buku akte nikah dan Dinas kependudukan Catatan sipil untuk membuat akte kelahiran.

Pelaksanaan sidang isbat nikah gratis ini difasilitasi oleh ASPPUK NT (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Nusa Tenggara) bekerja sama dengan Berugak Dese Kopang. Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Praya Bapak Drs. Ahmad Harun, SH karena Ketua PA Praya sedang dinas keluar daerah. (lebih…)


Gambar

Sholat Idul Adha 10 dzulhijjah 1435 H di Masjid Darussalam Kopang

Pelaksanaan Sholat Idul Adha, 4 Oktober 2014

Hari Raya (Lebaran) Idul Adha 1435 Hijriah  atau tahun 2014 Masehi antara keputusan Pemerintah dan Muhamadiyah kembali terjadi perbedaan, dan dimana pada perayaan Idul Fitri tahun 2014 terjadi persamaan pandangan sehinga dilaksanakan bersamaan. Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 dzulhijjah atau 70 hari setelah Idul Fitri, menurut  Kementerian Agama  melalui siding isbat telah menetapkan awal bulan dzulhijjah (1 dzulhijjah) jatuh pada tanggal 26 September 2014 Masehi  berbeda dengan beberapa perhitungan penanggalan lainnya, sedangkan Pemerintah Arab Saudi menetapkan tanggal 1 dzulhijjah jatuh pada tanggal 25 September 2014 Masehi.

Perbedaan Keputusan Pemerintah dengan Muhammadiyah dan organisasi keagamaan lainnya janganlah dibuat sebagai suatu  perdebatan yang berkepanjangan, tapi mari kita buat perbedaan ini sebagai penambah kekayaan dalam menjalankan agama menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing, bagi umat maupun organisasi keagamaan  yang meyakini hari raya Idul Adha jatuh pada 4 oktober maupun tanggal 5 oktober 2014 Masehi agar menjalankan keyakinannya dengan saling menghargai.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Bagi Umat Islam yang berdiam di Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang selalu melakukan sholat Ied dua kali di Halaman Masjid Darussalam Kopang, Karena seluruh masyarakat Kopang menyadari bila Masjid besar yang terletak di tengah-tengah pusat desa ini  merupakan milik semua umat Islam dari semua golongan dan kelompok, sehingga bila terjadi perbedaan dalam meyakini keputusan pemerintah maupun kelompok, masyarakat dipersilahkan menjalankan keyakinannya ditempat yang sama. Begitu juga dengan pelaksanaan Idul adha kali ini, yang dilaksanakan pada sabtu  pagi tanggal 4 oktober dan besok pada tanggal 5 oktober 2014.

Yang bertindak selaku Imam pada Sholat Idul Adha sabtu pagi 4 oktober 2014 yaitu Ustadz faizol dan yang bertindak selaku khatib ialah Haji Gazi Husen.