Media Partisipatif

Gambar

Setelah Hearing Sekdes Montong Gamang Berjanji Mundur

hearing

Montong Gamang, 30 April 2015; Sekitar pukul 10.00 Wita perwakilan masyarakat desa Montong Gamang yang peduli dengan pembangunan desanya terlihat memenuhi Aula Kantor Desa untuk melakukan hearing dengan Pemerintahan Desa. Perwakilan kelompok yang hadir saat itu mencerminkan presentatif penduduk desa Montong Gamang, karena terdiri dari perwakilan dusun yang melibatkan berbagai unsur dan elemen masyarakat. Pada acara tersebut hadir juga pihak Kepolisian Sektor Kopang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kopang, Babinsa, pemerintah kecamatan dan Pol PP.

Kepala Desa Montong Gamang H.Muhammad Amin Abdullah, Sag membuka dan sekaligus memandu acara tersebut, dan sebelum masuk pada acara diskusi terlebih dahulu kepala desa memaparkan garis besar apa yang menjadi sorotan masyarakat terhadap kebijakan yang telah diambilnya, terutama yang berhubungan langsung dengan kegiatan pembangunan pada tahun 2014 dan APBDes tahun 2015.

Perwakilan Kelompok Peduli Pembangunan Desa Montong Gamang yang dikoordinir  oleh Suratman, Erwin, Agus  dan Sunardi, pada awalnya mempertanyakan APBDes tahun 2015 yang dirasa banyak  penyimpangan dan hanya menguntungkan kelompok tertentu serta terkonsentrasi  pada satu  dusun saja. RAPBDes yang telah terdokumentasi tersebut bukan merupakan program yang dihasilkan secara partisipatif melalui proses musrenbangdes tahun sebelumnya, tetapi hanya berisi keinginan sekelompok kecil dilingkar pemerintahan. Jika dibiarkan, untuk apa  bersusah payah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan biaya melakukan musyawarah desa bila hasilnya tidak satupun diakomodir dalam perencanaan pembangunan desa, ungkap Sunardi yang juga sebagai ketua Panitia pelaksanaan Musrenbangdes.

Pada saat diskusi sebelumnya pernah terungkap jika BPD sama sekali tidak tahu isi APBDes yang ditanda tanganinya, dengan alasan tidak memiliki waktu untuk membaca apalagi mempelajarinya, karena Sekretaris Desa (Saprudin) memberikan dokumen tersebut pada saat akan diserahkan ke BPMD, dimana  hari itu juga merupakan hari terakhir penyerahan APBDes.

Ini bukan semata-mata kesalahan pihak desa jawab Saprudin, karena pihak kabupaten sendiri tidak pernah konsisten dalam memberikan pengarahan kepada desa dalam penyusunan RAPBDes, sebelumnya  desa dianjurkan untuk menyusun Perencanaan selama 6 bulan dengan alokasi dana sebesar 60-40%, tidak lama berselang desa kembali dianjurkan untuk merubah APBDes dengan jangka waktu 1 tahun dan itu terjadi berulang kali sehingga kami bekerja siang malam untuk menyesuaikan anggaran yang akan  diterima dengan rencana  program kegiatan desa.

Acara sempat ricuh ketika salah satu anggota BPD (H. Edi Kariawan) memberikan tanggapan yang menyulut emosi masyarakat dan cendrung mengarah kepada personal  koordinator kelompok, sehingga beberapa kursi didalam ruangan sempat dibanting oleh peserta  dan sempat juga terlontar kata-kata ketidak percayaan masyarakat terhadap kinerja BPD serta meminta agar BPD segera dibubarkan karena belum paham dengan tugas pokok dan fungsinya. Pada saat kericuhan terjadi petugas keamanan yang berada didalam maupun luar ruang bertindak sigap untuk memberikan pengamanan terhadap peserta Hearing agar tidak terjadi hal-hal diluar keinginan bersama, dan beberapa peserta yang tampak tenang juga ikut memberikan pengamanan dan nasehat kepada kelompoknya.

Adapun pertanyaan yang diajukan oleh kelompok peduli pembangunan desa Montong Gamang kepada Pemerintahan desa adalah sebagai berikut :

  • RAPBDes tahun 2015, menyimpang dari hasil musyawarah masyarakat desa dan sifatnya hanya menguntungkan kelompok tertentu serta terkonsentrasi di satu dusun.
  • Pada tahun 2014 program pemasangan KWH PLN secara gratis hanya terkonsentrasi di satu dusun
  • Rehab Rumah Tidak Layak Huni juga berada di 1 dusun
  • PADes yang berasal dari Prona tidak masuk dalam kas desa tanpa ada pertanggung jawabannya
  • PADes yang berasal dari jual beli tanah tidak sesuai dengan buku registrasi dan banyak angka yang meragukan karena angkanya ditindih/direkayasa.
  • PADes yang berasal dari Pengurusan surat Nikah baik dalam desa maupun keluar desa dalam satu kecamatan, keluar desa antar kecamatan dan keluar desa antar kabupaten tidak sesuai ketentuan.
  • Proses Pemecatan beberapa kadus tanpa mempertimbangkan prikemanusiaan dan keadilan karena dipecat tanpa alasan yang jelas serta tidak sesuai dengan aturan.
  • Proses pengangkatan kadus pengganti tidak sesuai dengan hasil musyawarah.
  • Dan masih banyak lagi persoalan yang mengemuka terkait dengan penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan APBDes tahun 2014.

Pada kesempatan yang sama, Camat Kopang Lalu Setiawan, S.Sos atas permintaan peserta hearing berkesempatan memberikan keterangan dengan gamblang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan kepadanya. Bahkan dalam forum tersebut juga camat kopang juga menceritakan kronologi proses koordinasi yang dilakukan  kepala desa montong gamang’ Dilain kesempatan kades sering mengatasnamakan camat didalam mengambil keputusan, sehingga kasus maupun kebijakan yang tidak layak banyak dikaitkan dengan camat sehingga menuai kontroversi dari masyarakat desa montong gamang.

Diakhir acara Sekretaris Desa Montong Gamang menyatakan  diri mundur sebagai sekdes terhitung jumat, 1 mei 2015 dan akan segera menyusun surat pengunduran dirinya.

Masyarakat juga meminta agar bendahara Desa segera diganti dan  memberikan kesempatan selama 1 minggu kepada pihak pemerintahan desa untuk segera memperbaiki APBDes dan memperbaiki kinerjanya, apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan apa yang menjadi tuntutan tersebut belum terealisasi, maka dengan penuh sesal kasus ini akan diajukan keranah hukum.

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s