Media Partisipatif

Gambar

 Lomba Desa atau Ajang Adu Gengsi Kepala Desa

DSC_0785

Pada tanggal 23 April 2015 Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupataen Lombok Tengah tiba di Desa Waje Geseng Kecamatan Kopang sekitar pukul 09.30 Wita. Tim Penilai yang didominasi oleh BPMD seta perwakilan dari beberapa instansi terkait disambut warga desa dengan sangat meriah, disepanjang pinggir jalan berbagai komponen masyarakat berjajar rapi sambil tersenyum bangga menyaksikan para birokrat Lombok Tengah berjalan dihadapan mereka menuju kantor desa sebagai tempat berlangsungnya acara penyambutan dan pusat pelaksanaan penilaian, anak-anak sekolah dasar berbaris rapi memberikan yel-yel  sambil melambaikan bendera merah putih, Kesenian Gendang Beleq disertai beberapa tokoh adat, tokoh masyarakat dan sesepuh desa terlihat begitu ramah dan penuh kekeluargaan dalam memberikan ucapan selamat datang bagi tamu kehormatan yang mendatangi desa meraka, bahkan dalam barisan penyambutan juga turut berpatisipasi Marcing Band Madrasah Aliyah NW Waja Geseng.

Tim Penilai lomba desa yang dipimpin oleh Sekretaris BPMD Lombok Tengah Lalu Rinjani, MSi  dalam pidatonya memberikan penjelasan singkat indikator penilaian Lomba Desa yang sedang diselenggarakan didesa waja geseng serta membacakan nama-nama tim juri lomba desa, lomba P2WKSS dan Posyandu. Dalam pidato singkat tersebut Lalu Rinjani, MSi juga memberikan apresiasi kepada semua   desa diwilayah kecamatan kopang karena lomba desa yang diselenggarakan tiap tahun selalu dilaksanakan dengan serius, hal ini tidak lepas dari motivasi yang diberikan Camat Kopang Lalu Setiawan, S.Sos baik berupa dukungan secara moril juga kerja-kerja nyata dan hal ini terbukti dengan beberapa desa dikecamatan kopang pernah sebagai duta lomba desa dtingkat nasional pada tahun 2012 yaitu desa darmaji dan pada tahun 2014 kemarin desa semparu menjadi juara III pada lomba desa tingkat provinsi.

Sesungguhnya pembelajaran apa yang dapat dipetik baik oleh pemerintah desa maupun pemerintah yang ada pada tataran yang lebih atas dari penyelenggaraan lomba desa yang dilaksanakan setiap tahunnya, karena pada kenyataannya segala bentuk upaya dalam melakukan perbaikan administrasi, layanan maupun kelengkapan desa yang sudah dikerjakan berbulan-bulan pada akhirnya akan kembali pada cerita lama dimana segala bentuk kewajiban dan tanggung jawab aparatur kembali terlihat tersusun rapi tanpa pernah tersentuh dan akhirnya menjadi tumpukan buku atau papan informasi usang yang tidak terjamah sampai menunggu lomba desa berikutnya tanpa memilikii nilai. Yang menjadi pertanyaan paling mendasar adalah sudah sampai dimana pembinaan maupun pendampingan yang dilakukan oleh instansi terkait pada pemerintahan desa, karena bukan menjadi rahasia umum lagi desa-desa yang telah menyandang predikat juara I pada tahun berikut administrasi kembali amburadul, lalu bagaimana dengan desa yang tidak mendapat predikat juara ????

Jadi tidak salah jika ada penilaian mengatakan  lomba desa hanyalah sebagai ajang adu gensi Kepal desa dan bukan sebagai awal perbaikan kinerja.

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s