Media Partisipatif

Gambar

105 Pasang Suami Istri Menjalani Sidang Isbat Nikah Terpadu di Desa Waja Geseng

Sidang Isbat Nikah Terpadu

Kamis, 16 April 2015 bertempat di Desa Waja Geseng Kecamatan Kopang telah dilaksanakan sidang isbat nikah terpadu terhadap 105 pasangan suami istri dari keluarga tidak mampu secara gratis. Sidang isbat nikah terpadu ini merupakan program pemerintah yang dilaksanakan secara terpadu antara Pengadilan Agama untuk melakukan sidang isbat, KUA (Kantor Urusan Agama) yang menerbitkan buku akte nikah dan Dinas kependudukan Catatan sipil untuk membuat akte kelahiran.

Pelaksanaan sidang isbat nikah gratis ini difasilitasi oleh ASPPUK NT (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Nusa Tenggara) bekerja sama dengan Berugak Dese Kopang. Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Praya Bapak Drs. Ahmad Harun, SH karena Ketua PA Praya sedang dinas keluar daerah.

Bapak-bapak, ibu-ibu penganten laek (istilah untuk penganten lama) yang berbahagia, karena pasangan yang sedang melakukan sidang isbat ini adalah pasangan yang telah lama menikah tetapi belum memiliki akte nikah serta keturunannya yang belum memiliki akte kelahiran sehingga belum memiliki kekuatan legalitas secara hukum yang berlaku, isi sambutan yang disampikan oleh wakil ketua PA Praya.

Dan dalam kesempatan tersebut camat kopang Lalu Setiawan, S.Sos mengutarakan bagaimana pentingnya buku akte nikah didalam kehidupan berkeluarga, sehingga kedepan seorang istri tidak hanya dijadikan sebagai perhisan sangkar madu dan suami bisa dengan bebasnya melakukan kawin cerai, karena kedua pasangan tersebut sudah dilindungi secara undang-undang.

Dari 107 pasangan yang mengusulkan untuk mendapatkan isbat nikah gratis hanya 105 pasangan yang memenuhi persyaratan dan 2 pasang lainnya tidak bisa ikut karena persyaratannya masih kurang, dan dari sekian jumlah pasangan yang melaksanakan sidang sibat nikah pagi itu hanya 5 orang yang dapat memenuhi persyaratan untuk pembuatan akte kelahiran.

Sidang isbat nikah terpadu yang dilaksanakan di desa waja geseng ini menggunakan dana yang bersumber dari dana APBN dan rencananya pada tahun ini juga bupati lombok tengah H. Suhali FT, SH akan menganggarkan dana sebesar Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) untuk melakukan sidang isbat nikah terpadu pada semua desa sekabupaten lombok tengah yang dananya bersumber dari APBD II.

untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kepemilikan buku akte nikah, masyarakat  kabupaten lombok tengah menaruh harapan besar agar pemerintah daerah segera merealisasikan dana yang pernah dijanjikan oleh bapak bupati. disamping itu masyarakat juga banyak menaruh harapan  terutama kepada wakil-wakil mereka yang saat ini lagi duduk dikorsi dewan untuk  memperhatikan usulan program dari pemerintah daerah agar apa yang menjadi harapan masyarakat kurang mampu bisa terpenuhi.

Selain desa wajageseng, sidang isbat nikah terpadu ini juga telah dilakukan dibeberapa desa dikabupaten lombok tengah antara lain : Desa sukarara sejumlah 50 pasangan yang dipasilitasi oleh lembaga PEKA, Desa Gerunung sebanyak 43 Pasangan dipasilitasi oleh Panca Karsa, sedangkan Desa Sukadana sebanyak 210 Pasangan, dan menyusul Desa Praya Meke sebanyak 50 Pasangan yang akan dilangsungkan nanti pada tanggal 23 April 2015, ketiga desa ini (Sukadana, Wajageseng dan Praya meke difasilitasi oleh ASSPUK NT). Semua pelaksanaan acara tersebut juga melibatkan  Fasdes dan Kader desa yang selama ini dibina oleh Konsorsium-LSM/OMS Lombok Tengah.

Saat ini yang sudah mendaftarkan diri dan sedang menunggu untuk di isbat-kan sebanyak 1.050 pasangan suami istri dari keluarga tidak mampu di kecamatan kopang di luar desa waja geseng melalui Fasilitator Lapangan Konsorsium LSM Lombok Tengah.  dan masih banyak lagi yang belum memasukkan persyaratannya karena terlambatnya mendapatkan informasi sekalipun hal ini sudah beberapa kali disampaikan kepada semua kepala desa se kecamatan kopang pada setiap kesempatan yang ada terutama pada acara-acara yang berskala kecamatan.

Sebelum acara berakhir terlebih dahulu Bapak Wakil Ketua PA Praya dan perwakilan dari Dukcapil menyerahkan secara simbolis Buku Akte Nikah dan Akte Kelahiran kepada 2 pasangan isbat nikah dan 2 orang yang membuat akte kelahiran.

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s