Media Partisipatif

Gambar

Jeritan Masyarakat Karang Sidemen Akibat Galian C

Rumah warga diatas Penambangan Galian C

Rumah warga diatas Penambangan Galian C

Karang Sidemen merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Batukliang Utara (BKU) yang berbatasan langsung dengan kabupaten Lombok Barat di bagian Barat dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) di bagian utara. Kecamatan Batukliang Utara merupakan kecamatan baru hasil  pemekaran dari kecamatan Batukliang.

Desa Karang Sidemen bila dilihat dari letak tofografisnya memiliki potensi alam yang cukup kaya karena desa ini terletak di kaki Gunung Rinjani dengan hamparan hutan yang sangat luas dan sumber mata air yang cukup berlimpah.

Seiring dengan perkembangan waktu dan makin banyaknya tuntutan hidup dari warga masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, segala jalan dan usaha ditempuh walau risiko tinggi didepan mata menghadang yang sewaktu-waktu siap menelan korban, seperti kejadian bulan lalu (8 Oktober 2014) dimana 2 orang (suami istri) penambang galin C tradisonal tertimbun akibat longsoran dari apa yang mereka kerjakan.

Seorang warga penambang tidak sadar dengan keselamatannya

Seorang warga penambang tidak sadar dengan keselamatannya

Keberadaan galian C di desa Karang Sidemen sudah sangat memprihatinkan, dengan jumlah hampir mencapai ratusan lokasi dimana hampir disetiap dusun memiliki paling sedikit 8 titik lokasi galian C dengan kondisi kerusakan alam yang sudah tidak dapat di tolelir lagi. Penambangan galian C di desa Karang Sidemen selain dilakukan secara tradisional juga dengan cara konvensional, dan yang lebih menyesakkan dada ketika penulis turun kebeberapa lokasi yag terletak di dusun Selojan sampai dengan dusun Persil dimana lebih bayak terdapat penambang tradisional dengan menggunakan alat seadanya dibahwah terjalnya lokasi galian dengan kemiringan mencapai 90o dan kedalaman diatas 10 M tanpa pernah sempat memikirkan keselamatannya. Dan dibeberapa lokasi penambangan juga ditemukan beberapa rumah warga yang kosong akibat  ditinggalkan oleh pemiliknya demi mencari selamat, karena lubang galian dengan rumah warga hanya berjarak tidak kurang dari 1 M.

Bahkan menurut salah seorang pemerhati lingkungan yang berasal dari desa setempat yaitu Bapak Sahdi menuturkan, dilokasi penambangan sering terjadi keributan antara warga dengan pemilik lahan tambang ri yang tidak peduli dengan warga sekitar bahkan dengan saudaranya sekalipun  dan kejadian ini selalu berulang yang hampir mambawa korban jiwa.

Selain galian C, kekawatiran warga  ditambah juga dengan pemalakan liar yang terjadi dikawasan HKM yang sudah mencapai 150 Ha terutama dikawasan perbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat.

Kedua hal tersebut sudah terlalu sering disuarakan oleh warga desa Karang Sidemen  secara  langsung kepada  pejabat terkait di kabupaten Lombok Tengah maupun DPRD. Heraing antara warga Desa Karang Sidemen dengan  DPRD kerap dilakukan, bahkan beberapa anggota Dewan juga pernah meninjau beberapa lokasi penambangan galian C tersebut, namun sampai dengan puluhan tahun bahkan sampai detik ini  tidak tampak perubahan bahkan semakin parah. Hal ini terungkap ketika dilakukan acara review RPJMDes di aula kantor desa dan yang hadir pada acara tersebut adalah Kepala Desa, semua kepala dusun, BPD, LPM dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat serta kelompok-kelompok pemerhati desa menyarakan hal yang sama.

Atas dasar keprihatinan ini penulis mencoba mengangkat permasalah ini untuk mendapat perhatian dari berbagai pihak terutama pemangku kebijakan dan pemerhati lingkungan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s