Media Partisipatif

Gambar

Ujian Nasional SD ditengah Gaduhnya Pilpres

Proses UN SD

Proses Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar hampir luput dari perhatian masyarakat, seolah semua pandangan, pendengaran dan pikiran terkonsentrasi pada deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Pendidikan Dasar sebagai ujung tombak perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara yang merupakan salah satu indikator kemajuan pemerintahan nyaris terabaikan sehingga tidak sedikit dari kita yang masih eporia dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif yang belum lama berlangsung, bahkan tidak lama lagi kitapun akan dihadapkan pada pesta demokrasi Pemilihan Umum untuk menjadikan orang nomor 1 di Indonesia.

Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar yang mulai berlangsung pagi ini (19-05-2014) begitu terlihat tenang, bahkan beberapa murid SD yang sedang mengerjakan soal terlihat penuh konsentrasi untuk dapat menjawab semua soal dibawah pengawasan 2 orang guru. Dibawah ketatnya penjagaan sesekali tampak dengan tenangnya beberapa pengawas luar memeriksa proses UN, bahkan dari aparat kepolisian juga tampak ikut mengawasi proses Ujian Nasional SD ini.

Apa sebenarnya yang diharapkan pemerintah dengan pelaksanaan Ujian Nasional, apakah hanya lebih menekankan pada intelektualitas semata sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan dengan mengabaiakan segala proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak didik. Sehingga rasa percaya diri anak didik untuk berlomba menuju kebaikan dalam segala aspek kehidupan terabaikan pula.

Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dalam Amandemen UUD 1945 Pasal 31 ayat 3 dan 5 serta jabaran UUD 1945 yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan dengan jelas tujuan Pendidikan Nasional adalah :

Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Dan ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”

 Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan tertuang dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

 Bila kita merujuk dari tujuan pendidikan diatas, sudah betulkah sistim pendidikan yang kita anut sekarang ? karena pendidikan bukan hanya menekankan pada intelektual semata tetapi lebih pada pembentukan karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, beraklak mulia dan meiliki tanggung jawab terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Lalu mengapa hanya UN menjadi tolak ukur keberhasilan suatu pendidikan dengan mengabaikan segala proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak didik.

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s