Media Partisipatif

LOMBA KELOMPOK TANI TINGKAT PROPINSI NTB

Graphic2

Pada hari rabu, 28 Agustus 2013, tim penilai lomba kelompok tani tingkat propinsi Nusa Tenggara Barat tiba didusun ngorok dalam rangka melakukan penilaian terhadap kelompok tani layari II yang berada di Dusun Ngorok Desa Koppang Rembiga Kabupaten Lombok Tengah.

Sejarah berdirinya kelompok

Sebelum beridirinya Kelompok Tani Layari II pada tahun 1984, petani masih berusaha secara sendiri-sendiri (individu), banyak petani mengalami depresi karena gagal panen  dan Atas dasar pengalaman tersebut maka petani sepakat untuk menghimpun diri dalam wadah kelompok tani dan dan pada tahun 1984 tepatnya pada tanggal 5 Agustus 1984 bertempat di Masjid Ngorok Desa Kopang Rembiga dibentuk Kelompok Tani dengan nama LAYARI I dan LAYARI II dengan batas wilyah menggunakan batas alam yaitu sungai.

Dalam perkembangan sejarah sejak berdirinya Kelompok Tani Layari II, mendapatkan berbagai macam manfaat seperti :

v Bidang Organisasi (adanya usaha kelompok dan modal usaha untuk membantu anggota membiayai usaha tani ; pengolahan, Saprodi, alsintan dan pemasaran hasil produksi)

v Bidang Budidaya/Teknis (pengolahan, tanam, perawatan, panen dan pasca panen)

v Bidang Ekonomi (peningkatan kesejahteraan petani dengan mengolah hasil produksi pertanian menjadi hom industri)

v Bidang Sosial (peningkatan kesejahteraan petani dengan mengolah hasil produksi pertanian melalui hom industri, membangun kemitraan dengan organisasi atau lembaga lainnya, membangun keswadayaan dengan tetap mempertahankan budaya gotong royong, mendapatkan penghargaan dari pemerintah seperti mendapatkan piagam penghargaan dengan predikat kelompok tani berprestasi tingkat Kabupaten komoditas jagung, dll.)

Dari tahun ke tahun Kelompok Tani Layari II mengalami pasang surut baik dari segi organisasi, budidaya dan sosial disebabkan : Organisasi/Kelembagaan kurang tertib administrasi, budidaya disebabkan kondisi lahan dan petani itu sendiri yang selalu mencoba-coba terhadap berbagai macam komoditi pertanian sehingga berpengaruh terhadap areal budidaya jagung sebagai komoditi unggulan Kelompok Tani Layri II, dan bidang Sosial  kemitraan sebagai pendukung terhadap usaha tani tidak maksimal karena tidak ada kontrak kerja

SEKILAS TENTANG KIPRAH KELOMPOK TANI “LAYARI II” DUSUN NGOROK DESA KOPANG REMBIGA
KECAMATAN KOPANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Tema : Peran Kelompok Tani Layari II dalam Memobilisasi sumberdaya menuju “Kemandirian Petani

KEBERADAAN KELOMPOK TANI LAYARI II 3 TAHUN TERAKHIR

VISI :
Dengan Berkelompok Petani bisa menjalin persatuan dan kesatuan dalam mengebangkan usaha tani

MISI :

Mengembangkan Usaha Tani Terpadu yang mandiri dan peningkatan produksi dan produktivitas sehingga mencapai peningkatan taraf hidup masyarakat

STRATEGI :

Pemetaan wilayah pertanian untuk MH, MK I dan MK II.  Identifikasi komoditi budidaya pertanian untuk masing-masing anggota, Membangun kerjasama peningkatan Pelayanan Kelompok Tani antara Petani dengan Kelompok Tani seperti pengadaan saprotan, alsintan dan sarana pertanian lainnya serta pemasaran hasil produksi pertanian. Meningkatkan Kesadaran Petani pentingnya komoditi yang harus ditanam untuk setiap Musim Tanam (padi – padi / palawija / holtikultura – palawija / holtikultura), Memanfaatkan potensi sumberdaya (SDM dan SDA) seefektif dan seefisien mungkin.  Mengembangkan kegiatan usaha anggota melalui optimalisasi kelompok.

Kerjasama dengan Pemerintah dan kelompok/organisasi lain seperti:

q  Kerjasama dengan Pemerintah (BKP3, Dinas Pertanian, BPTP, Dinas PU bagian Pengairan) untuk peningkatan kualitas dan kuantitas budidaya melalui Program Pijar (khususnya jagung), pelatihan-pelatihan, study banding terhadap budidaya pertanian.

q  Kerjasama dengan Kelompok Informasi Masyakat (KIM) untuk penyebaran informasi terhadap budidaya dan produksi hasil pertanian

q  Kerjasama dengan KSM Peduli Lingkungam melalui pemberian subsidi pupuk organik.

q  Kerjasama dengan UD “Rukun” dan UD “Setio” untuk pengolahan hasil produksi melalui hom industri seperti berbagai macam makanan olahan bahan baku jagung seperti marning jagung, emping jagung, jagung goreng asam manis, ceker ayam jagung dll.

q  Kerjasama dengan LSM Berugak Dese untuk mengatasi pasca panen dan pemasaran hasil produksi pertanian

q  Kerjasama dengan LM3 Yayasan Darul Ulum penguatan sumberdaya budidaya jagung

DAMPAK :

Kelompok Tani dan Anggota lebih kritis dan berdaya.  Anggota Kelompok Tani dapat menganalisa usaha tani terhadap berbagai komoditi pertanian termasuk budidaya jagung,  Mampu mengorganisir program di tingkat kelompok. Adanya Legitimasi Pemerintah Desa melalui Piagam  Pengukuhan Kelompok Tani Pemula. Adanya Legitimasi Pemerintah Kecamatan melalui Piagam  Pengukuhan Kelompok Tani Lanjut.  Kelompk Tani dijadikan sebagai “tempat belajar” bagi pihak lain khususnya budidaya dan pengolahan hasil pertanian komoditi jagung. Kelompok Tani menjadi Mitra Strategis Pembangunan Desa dan Daerah  Kelompok Tani dapat menjadi pusat penyebaran informasi terutama kepada anggota kaitannya dengan kebijakan pemerintah

Faktor Pendukung

Adanya anggota petani yang memiliki kapasitas dan mempunyai komitmen perubahan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani terhadap komoditi budidaya pertanian, pengolahan dan pemasaran hasil produksi yang sesuai dengan kondisi wilayah.  Adanya ruang dan kesempatan yang disediakan oleh Pemerintah untuk mengembangkan diri melalui pelatihan2, study banding dan belajar ke kelompok tani yang lebih maju.  Pemerintah sangat responsif dan mendukung inisiatif dari petani. Adanya dukungan dari pihak ke tiga (Pengusaha, LSM, Kelompok/lembaga lainnya) yang peduli terhadap kemajuan di bidang pertanian. Mampu membangun kerjasama dengan Kelompok lain dan pemerhati pertanian untuk memajukan kelompok dan keberdayaan anggota

Adapun bidang yang dinilai dalam lomba ini adalah :

—  KELEMBAGAAN/ORGANISASI (Administrasi Kelompok)

—  KEMITRAAN (Kerjasama Dengan  Pihak Ketiga)

—  PERLINTAN (Perlindungan Tanaman)

—  SAPRODI (Penggunaan Sarana Produksi Pertanian termasuk Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna)

—  ORGANISASI PENGGANGGU TANAMAN (Pencegahan dan Pemberantasan Hama Terpadu)

Penilaian dilaksanakan pada jam 9 s/d jam 11, Hari Rabu, 28 Agustus 2013, bertempat di gedung pemipil jagung milik LSM Berugak Dese yang merupakan sekretariat bersama, Dihadiri oleh Tim Penilai Tingkat Prov., Dinas Kabupaten, Pemkec, Pemdes dan 37 anggota Kelompok Tani dan lembaga kemitmitraan yati LSM “Berugak Dese”, KIM, KSM Peduli Lingkungan, LM3, Pengusaha Kecil olahan makanan ringan bahan baku jagung (UD “Rukun”, UD “Setio”)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s