Media Partisipatif

PELATIHAN SISTIM ADMINISTRASI DAN INFORMASI DESA SE-LOMBOK TENGAH

???????????????????????????????

Pengelolaan informasi dengan pelibatan komunitas merupakan salah satu kunci pembangunan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Ketika pengelolaan informasi sudah baik, maka perwujudan perencanaan pembangunan akan berkesinambungan dan berkelanjutan (sustainable) karena informasi ataupun data yang terkelola dengan baik akan dapat digunakan sebagai acuan perencanaan pembangunan.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas Access Phase II dengan Mitranya yaitu COMBINE resource Institution dalam perjalanan kegiatannya banyak melakukan penguatan kafasitas masyarakat marjinal melalui jaringan informasi (Community based information network) melakukan Assistance untuk pemerintah desa dan Fasilitator lokal untuk penguatan SID/SAID di Kabupaten Lombok Tengah di Hotel Santika Mataram, pada tanggal 8-9 April 2013.

Penguatan kafasitas yang diikuti oleh 30 orang Staf Desa dan fasilitator lokal 15 Desa dari 25 Desa Dampingan Access yang di bawah dampingan 4 Lembaga OMS dilombok tengah sebagai Pilot Projeck serta 4 orang pendampin dari masing-masing lembaga (Berugak Dese, Assppuk, AMB dan Somasi)

Tidak dipungkiri bahwa sumber kegagalan pembangunan berawal dari carut marutnya ketersediaan data. Kecarut marutan pengelolaan data yang menjadi benang kusut dalam menentukan sikap arah pembangunan dan juga menyebabkan ketidak tepatan sasaran arah pembangunan. Beberapa permasalah data dapat disebabkan oleh banyak hal yaitu mekanisme pengumpulan data yang dilakukan SKPD seringnya tidak terpusat dan konsisten. Selain itu belum ada format baku dalam pelaporan disetiap SKPD yang sesuai dengan kebutuhan data, sehingga munculnya data yang tumpang tindih. Serta disisi non teknis, permasalahan komitmen SKPD dalam penglolaan data yang masih kurang.

Pengelolaan informasi dengan pelibatan komunitas merupakan salah satu kunci pembangunan menuju tata kelola pemerintahan yang baik. Ketika pengelolaan informasi sudah membaik maka perwujudan perencanaan pembangunan akan berkesinambungan dan berkelanjutan, karena informasi ataupun data yang terkelola dengan baikakan dapat digunakan dengan sebagai acuan perencanaan pembangunan.

Sistem Informasi Desa pertama kali dibangun tahun 2009 dan diterapkan di desa Terong, Bantul Yogyakarta. Dalam perjalanannya, SID ini tidak hanya menyediakan pelayanan pemerintah kepada masyarakatnya, namun juga sebagai agen perubahan ditingkat masyarakat. Pengembangan sistem informasi ini memberikan dampak sangat positif dalam menghadapi permasalahan tumpang tindih data serta keakuratan data.

Adapaun tujuan utama dari penguatan kapasitas ini adalah : 1. Membangun Data Base penduduk tetap desa yang lengkap diwilayahnya, 2. Memberi penguatan aparat desa, warga dan kelompok warga desa dalam melakukan analisis pembangunan berdasarkan database yang dimiliki, 3. Membuka ruang partisipatif warga dan kelompok warga dalam proses pembangunan yang berlangsung diwilayahnya dan 4. Terbangunnya sistim yang mempermudah pemerintah desa melakukan layanan publik yang prima kepada warga berupa layanan publik. (Tim Combine)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s