Media Partisipatif

KUNJUNGAN PMD dan AKLN – KEMENDAGRI DAN AusAID Ke Desa Kopang Rembiga

Ir. Diah Indrajati, MSc

Berugak Dese (Beriuk/bersama-sama Gagas Kesejahteraan Masyarakat Desa) merupakan sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang berbasis warga dan berkedudukan di Desa Kopang Rembiga. Desa ini merupakan salah satu Desa dari 45 Desa di Lombok Tengah yang menjadi daerah dampingan ACCESS Pase II, dimana peran penting ACCESS dalam memberikan banyak pembelajaran dan penguatan kapasitas Fasilitator desa dan kader Kesehatan dalam membuka akses dan kesempatan bagi perempuan dan orang miskin untuk ikut menentukan pembangunan secara inklusif.

Dari keberhasilan-keberhasilan yang diperankan oleh Berugak Dese ini membuka peluang bagi daerah lain untuk melakukan kunjungan pembelajaran ke Desa Kopang Rembiga dengan tujuan ingin melihat dan mendengarkan secara langsung bagaimana Berugak Dese berproses ditengah masyarakat sehingga tingkat kesadaran masyarakat maupun pemerintah desa serta semua program yang masuk kedesa dapat bersinergi tanpa pernah ada yang merasa di intervensi.

Pada hari senin tanggal 11 Maret 2013, PMD dan AKLN-KEMENDAGRI (Ir. Diah Indrajati, MSc., Endang Pudji Lestari, SH., Ir. Winarni Puji Rahayu, MSi.) dan AusAID berkunjung ke  Desa Kopang Rembiga, dengan tujuan ingin melihat secara langsung Pengalaman Organisasi Masyarakat Sipil  “Berugak Desa” dan Pemerintah Desa dalam menerapkan satu desa satu perencanaan:

  • Pengalaman Penerapan metode partisipatif (CLAPP-gender and social inclusive planning and budgeting) dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan desa.
  • Optimalisasi aset desa dalam pelaksanaan program-program pembangunan di desa
  • Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai isu pengikat untuk pengelolaan pembangunan desa partisipatif dan transparan.
  • Kader desa dan Forum Kader sebagai mitra pemerintah dalam melakukan proses perencanaan dan pelaksanaan agenda pemerintahan desa
  • Proses pengawalan hasil perencanaan di tingkat desa hingga kabupaten.
  • Proses penyusunan data base warga secara partisipatif dan peta digital sebagai sumber-data untuk pengelolaan pembangunan desa
  • Proses pemanfaatan data base dalam perencanaan dan pelaksanaan agenda pembangunan desa.
  • Pemanfaaatan data base sebagai langkah awal mengembangkan sistem administrasi desa.

Peran Posyandu sebagai pusat pengaduan warga dan pusat pembelajaran:

  • Pemanfaatan kotak saran  sebagai media pengaduan warga
  • Penguatan Peran kader posyandu  dalam proses pengentasan buta aksara
  • Penguatan peran  kader dalam melakukan pemicuan sanitasi berbasis masyarakat.

(Ricky’s)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s