Media Partisipatif

MENGAPA SEBAGIAN UMAT MENGATAKAN MAULID ITU BID’AH

TGH. MUHARROR, LCAhli Qu-ran itu adalah generasi umat yang diberikan posisi sangat mulia yang setiap saat denga sunguh-sungguh mengembangkan keahliannya dibidang al-quranul karim. Bahkan dengan dilantunkannya ayat-ayat suci Al-quran dengan indah dapat membuat kita khusyuk dan tapakkur sehingga mendorong kita semua untuk senang membaca Qur’an. Rasulullah SAW bersabda “bacalah al-quran, sebab al-quran itu akan datang pada saat hari qiamat nanti sebagai pemberi safaat. Allah memberika hak kepada Al-quran untuk memberikan safaat pada yang membacanya. Dan dalam hadis yang lain juga menerangkan, Al-quran itu selain sebagai safaat dia juga diberikan hak untuk memberi safaat, itulah keutamaan dari al-quranul karim. Bahkan dalam salah satu riwayat Rasullulah bersabda ”barang siapa membaca satu huruf saja dari la-quran maka Allah akan memberikan satu pahala untuk satu huruf, yang satu huruf itu akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat dan aku tidak katakan kalau Alif lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif itu satu huruf, Lam itu satu huruf dan Mim  satu huruf. begitu kita membaca al-quran tidak mungkin kita akan hanya membaca ta’awuz, basmalah kemudian  Alif Lam mim dan baca sadakallah hul azim”  ungkap Bapak TGH. MUHARROR, LC (KEIDIRI)  pada saat menyampaikan hikmah peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W di  Masjid Darussalam Kopang pada Minggu malam tanggal 3 Pebruari 2013 bertepatan dengan tanggal 23 Rabi’ul Awal 1434 H.

KENAPA KITA PERLU MEMPERINGATI MAULID NABI DAN APA HIKMAH YANG KITA INGINKAN.

Rasullah SAW bersabda dalam sebuah riwayat ; “ Hikmah itu merupakan suatu barang hilang ditengah-tengah kehidupan orang mukmin, oleh sebab itu dimana saja kalian mendaptkan himah itu segera kalian ambil”.

Bila kita biasa mengambil hikmah dalam semua kejadian hidup dan kehidupan yang dialami baik dalam keadaan senang dapat mengambil hikmah dari kesenangan yang mereka dapati, satu saat ditimpa oleh kesusahan dari kesusahan itu juga dapat mengambil hikmah, itulah yang dialami oleh pendahulu kita. Pada saat ini kita terlalu jarang untuk mengambil hikmah dari apa yang sedang dihadapi, bahkan dalam peristiwa kematianpun umat dapat mengambil pelajaran. Dan satu hadizt menjelaskan justru ukuran kecerdasan yang hakiki menurut Rasulullah tidak sebatas ukuran sejauh mana seseorang menguasai satu pelajaran, satu bidang ilmu, disamping itu sebagai tanda kepintaran tetapi kecerdasan hakiki itu diukur oleh ingat dan tidaknya seseorang itu pada kematian. Bahkan dalam sebuah pertanyaan Rasulullah menjawab orang yang paling cerdas diantara manusia itu adalah orang yang paling banyak ingat pada kematian, dan orang yang banyak sekali berbuat, beramal sebagai persiapan untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.

Itulah sebabnya peringatan Maulid Nabi itu sangat penting walau ada sebagian umat menganggap bahwa Maulid itu Bid’ah, tapi mari kita jangan lihat kalau itu semata-mata tidak ada di jaman nabi, tetapi itu merupakan rekayasa budaya religius, produk budaya yang diberikan roh yang didorong oleh ajaran agama untuk mengambil hikmah yang sebesar-besarnya, sehingga apapun yang bisa kita lakukan yang penting tidak bertentangan syariat, tidak bertentangan dengan sunnah Rasulullah, karena kita sudah tidak punya peluang lagi memanfaatkan sekian banyak media  untuk mengambil hikmah sehingga perlu ada rekayasa budaya, karena pelaksanaan maulid ini tidak ada pada jaman rasulullah dan adanya jauh setelahnya tatkala umat islam secara terus menerus mengalami kekalahan berulang kali pada saat berperang dengan tentara salib, disitulah muncul salahudin al-ayebbi, bagaimana membangkitkan semangat iman daripada umat saat itu, terpikirlah oleh beliau untuk mengadakan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW guna memperbaharui keimanan semangat islam dan untuk membangkitkan semangat jihad. Kalau dulu berhadapan dengan tentara salib, sekarang ini justru kita sedang dihadapkan dengan transpormasi budaya yang sedemikian rupa melalui berbagai ragam media yang dengan mudahnya kita dapatkan budaya asing.

Sebelum acara dimulai terlebih dahulu dilantunkan syair-syair bernapaskan islam oleh 7 orang Qori terbaik tingkat Nasional, Asea dan Internasional yang dipimpin langsung oleh Uztad Sabaruddin, S.Pd.I yang dilanjutkan dengan bacaan Kalam Illahi oleh Qori terbaik 3 Internasional IRFAN HAKIKI

Semoga dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW  kita  bisa ungkap berbagai sisi isi dari ajaran agama Islam yang selalu meneladani atau membuat contoh keteladan yang sungguh indah atau sangat baik terutama bagi orang yang betul-betul optimis untuk bertemu dengan Allah. (Rommy)

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s