Media Partisipatif

MAHALNYA HARGA SEBUAH DEMOKRASI

Kantor Desa Monggas

Desa Monggas yang terletak di sebelah selatan Kopang yang berjarak sekitar 8 KM dari pusat Kota Kecamatan dengan kondisi masyarakatnya yang ramah, sopan dan masih menjunjung tinggi musyawarah dengan mengedepankan rasa kekeluargaan tiba-tiba terusik dengan kejadian yang tidak pernah diduga-duga.

Pada rabu siang tanggal 26 Desember 2012 lalu masyarakat Desa Monggas dikejutkan dengan keluarnya asap pekat yang berasal dari dalam kantor Desa Monggas, dimana pada saat yang sama terlihat ratusan masyarakat telah berkumpul dan terhanyut dalam pertanyaan yang tak mampu mereka jawab, dan sebagian lainnya terlihat sibuk membatu pihak Kepolisian dan Pol PP yang berusaha untuk memadamkan api agar tidak menjalar terlalu jauh sampai kepemukiman masyarakat.

Pengerusakan dan pembakaran kantor Desa ini disebabkan oleh ketidak puasan sebagian masyarakat atas hasil pemilihan Kepala Desa yang telah dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2012 lalu yang dimenangkan oleh L. Sahril, SP. Menurut informasi dari warga bahwa, pada hari itu telah diadakan demo oleh massa yang tidak puas ke kantor DPRD, dimana mereka menuntut supaya calon terpilih tidak dilantik karena adanya beberapa kecurangan dalam proses pemilihan Kepala Desa seperti dugaan politik uang dan adanya oknum panitia yang tidak netral dan tidak profesional dalam bekerja. Perwakilan massa pendemo diterima oleh anggota Dewan H. Moh. Rais Ishak, SH  sedangkan massa yang lain langsung pulang.

Massa yang pulang tersulut rasa amarah karena mereka yakin tuntutannya tidak akan dikabulkan sehingga mereka melampiaskan kekecewaannya dengan membakar kantor Desa, akibat dari pembakaran tersebut sebagian atap kantor Desa bagian utara  habis terbakar dan semua kaca jendela pecah dan beberapa kursi dan perabot lainnya ikut terbakar.

Menurut Sekretaris Desa Monggas Malkan, kejadian itu cukup mengagetkan karena massa yang pulang demo tiba-tiba berteriak melempari atap kantor dan langsung membakar, kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut ditaksir menelan biaya puluhan juta rupiah. Ternyata ongkos demokrasi demikian mahalnya, lalu siapa yang patut dipersalahkan ?  (Sahril)

 

2 responses

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    * Sangat Tiang sayangkan sikap Oknum yg mengambil jalan pintas dg Pembakaran sebagian & pengerusakan fasilitas Kantor Desa Monggas tsb. Apa tidak ada jalan lain ?
    Misalnya, menanti hasil Demo ke DPRD tsb. Atau Musyawarah antar Tokoh-Tokoh Masyarakat/Pemuka Desa, Alim Ulama, Pemuda(i) yg Sadar akan Desanya (utk Tidak menggunakan Kekerasan/perusakan Fasilitas Masyarakat umumnya).
    Bukan Begini ‘Berdemokrasi’ yg benar, tapi menunjukan makin Lunturnya atau hilangnya IMAN para perusak dan pembakar Milik Masyarakat setempat. Oknum-oknum ybs harus dituntut mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka.

    18 Januari 2013 pukul 07:34

  2. Demokrasi yang berbuah anarki, sayang sekali. Saya pernah menyinggung masalah ini di blog saya http://sayyidnurnikmad.wordpress.com/2013/01/18/60/ silahkan dikomentari

    20 Januari 2013 pukul 04:19

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s