Media Partisipatif

PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (PTPPO)

Kegiatan Sosialisasi, Advokasi, RTG, FGD Tentang Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO)

Angkatan I :  28 Juni 2012

Seiring dengan perkembangan globalisasi saat ini, dimana tingkat kebutuhan manusia semakin berkembang serta persaingan hidup yang semakin ketat, menjadikan masyarakat melakukan berbagai upaya untuk dapat bertahan dan meningkatkan kualitas hidupnya. sementara satu hal yang paling dirasakan oleh masyarakat saat ini adalah masih sempitnya harapan pekerjaan yang dapat mengakomodir mereka sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupannya. Kita sadari bersama jumlah pencari kerja dari waktu kewaktu terus mengalami peningkatan, sementara lapangan pekerjaan yang tersedia belum mampu menampung para pencari kerja. Dengan kondisi semacam ini oleh kelompok-kelompok tertentu dijadikan sebagai peluang untuk melakukan kejahatan seperti perdagangan manusia. Tingkat kejahatan perdagangan manusia dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan indutri jasa, masyarakat yang lemah secara fisik, emosional atau ekonomi kerap menjadi sasaran korban kejahatan ini. Para pelaku kejahatan tersebut mengeksploitasi aspirasi dan mimpi-mimpi mereka, memperdaya mereka dan kemudian menjadikan mereka sebagai komoditi yang dapat diperjual belikan serta diperlakukan secara kejam demi mendapatkan keuntungan yang besar. Tentu kejahatan semacam ini tidak dapat ditorelir, semua elemen harus bersikap mencegah serta melawan tindak pidana perdagangan orang. maka dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi semacam ini dapat memberikan pemahaman kepada kita terkait dengan pencegahan tindak pidana perdagangan orang, ujar Bapak Nasrun, MM selaku Asisten II Bupati Lombok Tengah dalam sambutan pembukaan acara Sosialisasi, Advokasi, RTG, FGD tentang PTPPO yang diselenggarakan oleh Sub Gugus PTPPO Kabupaten Lombok Tengah di Aula Kantor Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Tengah.

Drs. Rusdi dan  Ibu Ani dari Konsultan Human Trafficking Nusa Tenggara Barat selaku nara sumber lebih banyak memberikan penjelasan terkait dengan produk kebijakan yang berkaitan PTPPO, Karena saat ini NTB merupakan pengekspor tenaga kerja peringkat ke 2 setelah Jawa Barat.  Dan menurut data dari BPS, kedepan akan mengalami lonjakan penduduk yang sangat signifikan yang dipengaruhi oleh adanya Bandara Internasional Lombok, dan jumlah anak-anak akan menduduki pringkat jumlah terbanyak sehingga memperbesar peluang terjadinya trafficking. Sehingga di Lombok Tengah segera di bentuk Sub Gugus Tugas PTPPO yang bertugas mensosialisasikan produk kebijakan sedini mungkin, agar semua elemen masyarakat paham cara melakukan pencegahan.

Acara sosialisasi yang dihadiri oleh Kepala Kodim dan Kapolres Lombok Tengah, Camat, Kepala Desa, Pengerah Jasa Tenaga Keja, Instansi Pemerintahan, LSM, OSM Berugak Dese, serta pihak-pihak  peduli terhadap human Trafficking mengikuti acara ini dari awal sampai selesai tanpa merasa jenuh.

(praya-Ricky’s)

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s