Media Partisipatif

SARJANA MEMBANGUN DESA KABUPATEN LOMBOK TENGAH

PERANAN SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) DALAM UPAYA PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI TERNAK

  • Usaha agribisnis peternakan berbasis sumber daya lokal memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan
  •  Sarana pendukungnya :

– Agro input
– Teknologi
– Kelembagaan dan tenaga kerja
– Tenaga terdidik lulusan Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan.

Tujuan Program SMD

  1. Mendorong tumbuh dan berkembangnya pelaku agribisnis yang terdidik pada usaha peternakan.
  2. Memperkuat modal usaha, sarana & prasarana dikelompok yang dikelola oleh seorang SMD agar usaha peternakan bisa lebih berkembang.
  3. Meningkatkan produksi, produktivitas dan pen-dapatan peternak.
  4. Mengembangkan sentra-sentra kawasan usaha peternakan.

Jumlah Investasi dana melalui Program SMD di NTB periode 2008 – 2011
Tahun     Jumlah SMD          Jumlah Peternak          Jumlah dana (Rp)
2008            18                         ± 180                                18 x 325 Jt  = 5.850.000.000
2009            50                        ± 500                                50 x 325 Jt = 16.250.000.000
2010            55                        ± 550                                 55 x 325 Jt  = 17.875.000.000
2011            62                         ± 620                                62 x 300 Jt  = 20.150.000.000
Total          285                       ± 2850                              285 x 325 Jt = 60.125.000.000

Peranan SMD dalam Kelompok
• Kondisi SMD saat ini hampir sama dengan pegawai administrasi (kumpulkan data dan buat laporan).
• Peran SMD yang dikehendaki :
– Sebagai Manager (menerapkan fungsi 2 manajemen: perencanaan, organisasi, Leading, dan Controlling).
– Sebagai Leader menentukan arah kemana usaha peternakan tersebut dibawa.

  •  SMD hendaknya dapat menjadi agen perubahan, yang mampu menggerakkan petani untuk berubah, sehingga harus memiliki: pengetahuan, terampilan, dan sikap sesuai kondisi yang diinginkan .

Pengembangan Kelembagaan dan Usaha
• Pemberdayaan kelembagaan SMD dilakukan melalui:
1. Pengembangan kelembagaan ekonomi
2. Pengembangan jaringan usaha
3. Fasilitasi terhadap akses pemasaran secara bertahap, dinamis dan berkelanjutan

• Tahap awal:
o Kelembagaan usaha dapat berupa unit khusus yang dibentuk berdasar keputusan SMD dan Kelompok.
• Tahap lanjut:
o Unit usaha dapat ditingkatkan menjadi suatu lembaga usaha yang berbadan hukum seperti koperasi, dll.
o Jenis usaha difokuskan kepada pengembangan usaha budidaya sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing/ domba, ayam
lokal/itik.
o Pengembangan usaha dilakukan melalui peningkatn modal usaha, penerapan teknologi, diversifikasi usaha, akses pasar
dan permodalan.

Indikator Keberhasilan SMD
1. Aspek Ekonomi:
a. Adanya pertambahan modal usaha dari hasil usaha peternakan yang dilaksanakan
b. Adanya diversifikasi usaha.

2. Aspek Teknis:
a. Adanya pertambahan populasi ternak dari hasil usaha yang dilaksanakan;
b. Adanya peningkatan produktivitas ternak yang diusahakan;
c. Diterapkannya teknologi budidaya ternak yang diuasahakan (pakan, reproduksi, keswan, pengolahan limbah, dll).

 3. Aspek Kelembagaan:
a. Meningkatnya status kelas kelompok;
b. Berkembangnya kelembagaan usaha;
c. Sebagai tempat magang/pelatihan bagi masyarakat sekitar.

SARAN
• Diperlukan adanya jaringan kerjasama antar kelompok SMD di NTB sebagai sarana:
– Saling bertukar informasi
– Memudahkan penyediaan sapi bibit/bakalan
– Memperbesar peran SMD dalam perdagangan ternak
– Memperkuat kelembagaan petani ternak.
• Perlu ada kegiatan MONEV untuk mengetahui apa yang diperlukan oleh SMD

(bdul)

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s