Media Partisipatif

SOSIALISASI LEMPER MADU DIKECAMATAN KOPANG

TIM SOSIALISASI KABUPATEN BERSAMA MUSPIKA

TIM SOSIALISASI KABUPATEN BERSAMA MUSPIKA

LEMPER MADU (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Terpadu) berbasis Rumah Ibadah merupakan Program yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah dengan maksud  mensinergikan berbagai program kegiatan penanggulangan kemiskinan dan ketertinggalan serta program-program lain dengan menguatkan lembaga rumah ibadah sebagai basis gerakan guna ketepatan sasaran program kegiatan dan keberlanjutannya. Dalam rangka keberlanjutan program Lemper Madu ini dapat dijadikan salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, pelestarian jum’at bersih dan pengembangan Keamanan Bersama Masyarakat (BKM).

ASISTEN 1

ASISTEN 1

Sosialisai Program lemper madu yang dilaksanakan pada hari senin, 19 Maret 2012 di kecamatan kopang dipimpin langsung oleh Asisten 1 Pemerintah Daerah Lombok Tengah Drs. H. Lalu Danial, MN, beserta beberapa orang kepala Dinas selaku tim sosialisasi Kabupaten dihadiri oleh semua Pol PP yang bertugas di kecamatan kopang, Semua Kepala UPT, Semua PL Dispertanak dan PL KB, Bidan dan Perawat yang ditunjuk sebagai pengurus serta semua petugas PKH.

Pada saat pemaparan program Drs.H.L. Danial, MN dengan tegas mengatakan kalau program ini sama sekali tidak memilki  uang dan tidak mengelola uang. Karena program ini hanya bersifat sinergitas antara lembaga-lembaga yang ada didesa untuk dilanjutkan ketingkat pengurus masjid untuk di distribusikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Dan yang menjadi pertanyaan peserta yang hadir pada saat sosialisasi ini adalah : Dani Koordinator program PKH berharap agar semua anggota pengurus PKH yang terlibat dalam lemper madu agar betul-betul difungsikan secara penuh mengingat usia program PKH masih sangat muda, Kepala Desa Kopang Rembiga Agus Agrianto, Sip dan Kepala Desa Monggas Lalu Muksin, SH selaku Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Kopang mempermasalahkan jumlah masjid yang ada ditiap-tiap desa berbeda-beda bahkan ditiap dusun pun memilki masjid ada yang lebih dari 1 masjid belum lagi mushala, dan terkadang hanya 1 masjid  untuk beberapa dusun untuk itu kami menginginkan penjelasan lebih rinci bagaimana menentukan bagian 

KEPALA DESA MONGGAS

KEPALA DESA MONGGAS

dari masing-masing desa agar tidak timbul fitnah bagi kami semua dimasyarakat, jangan sampai seperti program santunan kematian yang sementara ada desa yang sudah mendapatkan dan sebagian lain belum ada kejelasan yang akhirnya menjadi mimpi buruk bagi kami selaku kepala desa. Dan yang tak kalah penting tentang pengalokasian honor saudara kami  Pol PP yang akan ditempatkan di desa yang duduk menjadi pengurus program ini, sedangkan dalan RAPBDes belum masuk.Dan yang terlebih mengherankan lagi nama-nama yang masuk sebagai pengurus program lemper madu ini ada yang tidak dikenal oleh kepala desa. Padahal seharusnya pengurus di tingkat desa merupakan orang-orang yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan desanya yang di  usulkan oleh kepala desa dengan mengetahui camat setempat. Tapi kenyataanya pengurus dari program ini sudah di SK kan dan tanpa ada yang tahu dari mana nama-nama tersebut berasal walau semua yang namanya masuk disana adalah pegawai negeri yang berasal dari desa bersangkutan atau orang tersebut bertugas di desa tersebut.

Namun masyarakat berdoa agar niat baik kepala pemerintahan lombok tengah ini dapat berjalan sesuai dengan harapan, jangan sampai hanya menjadi wacana.

One response

  1. saya sokong progam .moga berjaya amin

    20 Maret 2012 pukul 20:22

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s