Media Partisipatif

MENGENAL PROGRAM PKH

SEKILAS TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)

Program keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan. Kedudukan PKH merupakan bagian dari program-program penanggulangan kemiskinan lainnya. PKH berada di bawah koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), baik di Pusat maupun di daerah. PKH merupakan program lintas Kementerian dan Lembaga, karena aktor utamanya adalah dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Departemen Komunikasi dan lnformatika, dan Badan Pusat Statistik. Untuk mensukseskan program tersebut, maka dibantu oleh Tim Tenaga ahli PKH dan konsultan World Bank.

Program Keluarga Harapan (PKH) secara konseptual adalah Conditional Cash Transfers (CCT), yang diterjemahkan menjadi Bantuan Tunai Bersyarat. Program ini bukan sebagai kelanjutan program Subsidi Langsung Tunai (SLT), PKH lebih dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin.

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah suatu program yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RSTM), jika mereka memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan.

Tujuan utama dari PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin. Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target MDGs. Secara khusus, tujuan PKH terdiri atas:

(1)   Meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM;

(2)   Meningkatkan taraf pendidikan anak-anak RTSM;

(3)   Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari RTSM;

(4)   Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi RTSM.

Bila dilihat dari tujuan utama PKH ini memang sangat mulia, namun bersifat tidak mendidik sama seperti program BLT. Dan dalam sosialisasi rata-rata pendamping di masing-masing kecamatan belum mengerti betul apa, bagaimana, sasaran serta siapa saja yang berhak mendapatkan program ini.

Seperti yang terjadi pada saat sosialisasi di kantor desa kopang rembiga yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 10 nopember 2011. Disini pihak pendamping memberikan undangan kepada seluruh nama-nama yang ada dalam daftar penerima program yang berjumlah 856 orang dan sekaligus membawa segala bentuk surat yang mendukung keberhakkan untuk mendapatkan bantuan.

Apa yang hajatannya pada pertemuan tersebut tidak nyampai, karena suasana yang bising dan gaduh serta tidak muat tempat membuat banyak masyarakat yang berada diluar kantor tidak mengerti, begitu juga dengan yang ada didalam.

Setelah selesai sosialisasi masyarakat dipanggil satu persatu untuk mengisi formulir yang dibawa oleh pendamping dengan alasan lebih peraktis dan demi efesien waktu, karena dikejar oleh target pelaporan.

Pendamping yang sebenarnya bertugas mem verifikasi penerima PKH ini dari rumah kerumah agar tahu keadaan sebenarnya satu keluarga telah mengambil jalan pintas hanya untuk memudahkan kinerjanya. Jangan sampai orang yang tidak berhak juga mendapatkan PKH ini, karena kalau diperhatikan ditiap desa yang mendapatkan undangan sesuai dengan daftar nama tersebut, sangat sekali orang yang mampu, seperti istri guru, istri PNS, anak dari pengusaha bahkan anak dari masyarakat yang memilki hektaran sawah.

Kami berharap kepada instansi terkait yang memiliki wewenang dalam hal ini untuk lebih selektif agar tidak terjadi gejolak, berikanlah kepada yang berhak mendapatkan dan katakan tidak pada mereka yang tak berhak.

4 responses

  1. mantap ton

    18 November 2011 pukul 07:31

  2. Saluth! Mari berjuang bagi kepentingan orang banyak, bukan indipidu………

    2 Januari 2012 pukul 09:18

  3. kiky

    kalau di daerah praya, desa paok tawah gmn ? ada gak kumpulan kaya gini ? sy pingin bgt ikut. krn anak2 kecil nya sungguh memprihatinkan pada g mau skolah😦

    19 Mei 2014 pukul 07:36

    • di semua desa ada, mungkin sosialisasinya aja kurang sehingga banyak yang tidak mengenal atau belum tahu program PKH ini

      19 Mei 2014 pukul 18:10

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s