Media Partisipatif

SANGKEP DESE

SEJAUH MANA KITA MENGENAL ADAT ISTIADAT KITA SENDIRI

praktik pelatihan adat istiadat

Sebanyak 36 orang Kepala Dusun dan RT se-Desa Kopang Rembiga telah mendapatkan pelatihan pengetahuan dasar Adat Istiadat Sasak selama 4 hari yang dimulai dari hari senin tanggal 10 s/d kamis 13 Oktober 2011 yang bertempat DI Aula Kantor Desa. Dalam pembukaan pelatihan ini Bapak Camat Kopang Lalu Bagiartha, S.IP berharap nantinya para Kadus dan RT yang mendapatkan pelatihan ini mengenal, memahami dan mampu menjalankannya sesuai dengan apa yang diwariskan oleh nenek moyang kita, karena pada jaman modern  yang serba canggih dan instant ini pengerjaan Adat yang bersendikan agama islam sudah mulai memudar atau sudah banyak terjadi pergeseran nilai-nilai estetika yang ber-barometer pada kebudayaan barat sehingga banyak kaum muda yang sudah tidak mengenal kebudayaan dan adat istiadatnya sendiri (Ndek Ketaon Adat = Bahasa Sasak/Lombok). untuk itu dipandang sangat perlu di desa dibentuk sebuah lembaga adat sebagai pengontrol pelaksanaan adat istiadat yang dibentuk dari masyarakat desa itu sendiri. Dalam kesempatan yang langka ini Bapak Camat Kopang menamakan pelatihan ini sebagai SANGKEP DESE.

Praktik jadi penampi

Pada hari pertama pelatihan Lalu Sahwan, SH, Lalu Sahwi dan Lalu Aprianto selaku nara sumber lebih banyak memaparkan sejarah Asal usul Adat Istiadat Sasak yang sekarang kita kenal dan kita jalankan.

Andi Wirabakti yang lebih dikenal dengan Mangku Bumi (pendiri kerajaan Perigi-islam) anak dari Raden Hasanudin Makasar,  masuk ke Pulau Lombok sekembalinya dari Lampung, melihat kebudayaan sasak yang tidak relevan dengan sendi-sendi ajaran islam. Dengan pengaruh kekuasaan dan pendekatan ilmu agama yang dimilikinya Mangku Bumi (Beliau adalah Ahli tasyauf / Sufi) dengan leluasa dan mudah merubah Adat Istiadat Sasak pada jamannya dengan adat istiadat yang berlandaskan ajaran Agama Islam.

Setelah pemaparan perkembangan adat istiadat, lalu para sumber melanjutkan materi TITI, TATE,

Latihan praktik jadi Pembayun

TERTIB DAN TAPSILE, dan pelatihan bagaimana seorang pemerintahan desa yang paling bawah yaitu kadus sebagai pengemban krama adat menjalankan SEJATI dan Penampi SEJATI, berlatih sebagai Pembayun Penampi (Penerima), praktik jadi Pisulu serta peraktik jadi Pembayun Penyorong.

Dan pada hari terakhir materi pelatihan yaitu praktik mempergunakan pakaian adat, dari leang (Kain) sampai Sapuk (ikat kepala), pemasangan keris,  dengan penjelasan arti yang terkandung dari masing-masing perlengkapan yang diperagakan.

 ADAT ISTIADAT (BUDAYA) ADALAH CERMIN PERADABAN SUATU BANGSA (MASYARAKAT)

2 responses

  1. generasi bangsa sasak harus melestarikan budaya sasak.

    14 Oktober 2011 pukul 20:47

  2. Save Our Gumi Paer, Sasak-Lombok

    2 Januari 2012 pukul 09:33

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s