Media Partisipatif

LAUNCHING KF DI LOMBOK TENGAH

PEMBELAJARAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL (KF)

LOMBOK TENGAH 2011

 

Launching Pembelajaran Keaksaraan Fungsional (KF) Lombok Tengah Tahun 2011 yang dilaksanakan di Bencingan depan KONI Loteng merupakan pembukaan  Program KF sistim Inova 32 hari yang mulai dilaksanakan secara serentak  pada hari jum’at tanggal 9 September 2011, dengan tujuan agar semua tim Monitoring dan Evaluasi baik yang Tim dari Propinsi, Kabupaten, Kecamatan serta dari Desa dapat turun kemasing-masing kelompok pembelajaran dengan pasti.

Launching ini sendiri sebenarnya adalah bentuk dari keterbukaan (Transparansi) pelaksana didalam mengentaskan Buta Aksara, karena selama ini kesan yang timbul dimasyarakat hanyalah pormalitas belaka. Pelaksanaan KF kali ini Dinas Dikpora bersinergi dengan Kepolisian, Kejaksaan, LSM dan lembaga-lembaga independen yang ada di lombok Tengah serta sebuah yayasan dari Kota Mataram.

Dalam laporannya  Panitia Pelaksana mebacakan jumlah semua warga belajar se-kabupaten Lombok Tengah berjumlah 28. 760 orang warga belajar yang tergabung dalam 1.438 Kelompok dengan melibatkan  sebanyak 2.876 orang tutor dari 12 Kecamatan s

e Lombok Tengah.

Acara Launching yang dilaksanakan pada hari kamis sore tanggal 8 September tersebutdi meriahkan oleh berbagai jenis kesenian rakyat seperti Gendang Beleq dari SMPN 6 Praya, dan ada beberapa Gendang Beleq yang memang dibawa oleh Kelompok PKBM Peserta Upacara, dan tidak ketinggalan juga Jaran Kamput yang diusung oleh PKBM  Kecamatan Jonggat.

Kata Sambutan atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang di sampaikan oleh H. Nursiah, SE. MSI lebih banyak memberikan nasehat agar pelaksanaan KF ini tidak hanya semata-mata untuk menggugurkan kewajiban saja namun harus betul-betul dilakukan agar masyarakat Lombok tengah Bebas Buta Aksara sesuai dengan program Gubernur Nusa Tenggara yaitu ABSANO (Angka Buta Aksara Nol). Dan setelah pemukulan Gong sebagai tanda dimulainya/dilaksanakannya Progran Kegiatan Keaksaraan Fungsional ini dilanjutkan dengan Pelepasan Penutup Baliho Lombok Tengah Bebas Buta Aksara Tahun 2012.

 Dari jumlah 28,760 orang Warga Belajar yang mengikuti Program KF ini ternyata masih tersisa sebanyak 68.244 Orang Lombok Tengah yang masih belum mengenal huruf dan angka (Buta Aksara), inilah yang akan diselesaikan keseluruhannya pada tahun 2012 nanti.

Mudah-mudahan Program ini dapat berjalan dengan sukses agar semua Warga Lombok Tengah dapat baca tulis tanpa mengenal usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal.

One response

  1. smoga ini bsa berhasil…mngingat jumlah buta aksara di loteng tertinggi di NTB

    10 September 2011 pukul 09:57

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s