Media Partisipatif

PEMILIK WARUNG NASI TIDAK MERASA BERSALAH

SAT POL PP LOTENG RAZIA WARUNG PENJUAL NASI SIANG HARI

Pada hari Selasa, 10 Agustus 2011 Sekitar pukul 11.45 wita Sat Pol PP Kab. Loteng melakukan Razia terhadap warung penjual nasi di dekat Kantor Pos Kopang, pada saat penggerebekan dilakukan, petugas  menemukan beberapa orang yang sedang makan siang, pengerebekan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat kepada Pemerintah Kecamatan Kopang yang kemudian ditindaklanjuti kepada Sat Pol PP Kab. Loteng. 1 jam Sebelumnya Satpol PP melakukan penggerebekan di Rumah Su tepatnya di belakang SPMN 1 Kopang yang merupakan penjual nasi dan minuman keras, dengan tegas Sat Pol PP Loteng ingin menahan kedua penjual nasi dan minuman keras tersebut akan tetapi Pemerintah Kecamatan Kopang dan Pemdes Desa Kopang Rembiga mengamankan kedua penjual tersebut, kemudian disuruh membuat surat pernyataan untuk tidak berjualan siang hari selama bulan  puasa dan apabila diketemukan akan diamankan pihak satpol PP Loteng karena mengganggu ketentraman umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan

Pada saat dikonfirmasi diruang Kantor Camat Kopang oleh Sekcam Kopang (Lalu Setiawan, S.Sos) yang didampingi oleh Satpol PP Loteng, Abdillah (Sekdes Kopang Rembiga) dan Lalu Safrudin (Berugak Dese), pemilik warung tidak mengelak telah menjual nasi dengan alasan bahwa nasi yang dijual adalah untuk pengendara mobil lintas provinsi yang merupakan langganan sepanjang tahun bukan untuk penduduk setempat, tetapi sebagian masyarakat kopang yang datang untuk membeli nasi diwarung tidak berani saya larang katanya sambil mengeluh kalau hutang yang melilitnya akibat “bank tirok” istilah koperasi

simpan pinjam yang beroperasi di Kecamatan Kopang. Simpan pinjam ini berkembang dikecamatan kopang karena mudah prosesnya, tidak berbelit belit tetapi potongan administrasinya sampai 25 % dan setorannya setiap hari sejak peminjam mulai minjam

Di depan Sekcam Kopang, Satpol PP Loteng, Sekdes Kopang Rembiga dan Wartawan TV 9, Sudar dan Istrinya dengat tegas mengatakan bahwa dia tidak akan berhenti menjual nasi walaupun masuk penjara karena menjual nasi adalah satu-satunya mata pencaharian dan ia akan berhenti kalau diberikan modal usaha minimal 1 juta rupiah.

Penyelesaian yang disepakati bahwa sudar dan istrinya serta penjual nasi dan minuman keras lainnya di Kecamatan Kopang yang diwakili oleh kadus masing-masing bagi penjual nasi dan miras yang tidak hadir, antara lain Kadus Kopang II Lalu

Aprianto dan Awaludin Kadus Lok akan diberikan pinjaman lewat UPK PNPM Mandiri Perkotaan Desa Kopang Rembiga serta akan dibuatkan Surat Pernyataan apabila mengulangi perbuatannya sanggup dikenakan sangsi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s