Media Partisipatif

TEMU WARGA

TEMU WARGA DUSUN NYANGGI DESA MONTONG GAMANG

Temu warga dusun nyanggi

Pada pertemuan warga didesa Montong Gamang pada hari sabtu tangga 12 Juni 2011 Dengan keterlibatan beberapa unsur terdiri dari kepala desa, fasilitator desa, kader desa, Kelompok pemuda peduli kesehatan dan OMS [ BERUGAK DESA SERTA KONSORSIUM ] dalam rangka diskusi pemenuhahan hak-hak dasar masyarakat terutama dalam bidang kesehatan muncul berbagai persoalan antara lain : Pelayanan kesehatan terhadap masyarakat didesa montong gamang khususnya dusun nyanggi terutama pemeriksaan ibu hamil, dan ibu yang mau melahirkan ini yang sangat perlu diperhatikan secara serius, karena pakta dilapangan masih juga terdapat masyarkat yang mau melahirkan didukun, terkadang pada saat melahirkan dukun membawa pasien ke bidan praktik sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya mahal, padahal biaya pemeriksaan kehamilan, ibu melahirkan dan sebagainya sudah ditanggung oleh pemerintah. salah satu pertanyaan besar warga dusun nyanggi adalah fasilitas gedung pusat pelayanan kesehatan desa [POSKESDES] sudah dibangun secara permanen dan sudah serah terima sekitar bulan januari 2011 namun samapai dengan saat ini belum juga ditempati tenaga medis , sehingga masyarakat tertama dusun nyanggi desa montong gamang lebih banyak berobat, memriksa kesehatan kelombok timur Kalau melihat dan mencermati fakta pengakuan warga setempat maka program pelayananan kesesehatan baik itu pelayanan kesehatan gratis maupun pelayanan terpadu masih sangat kurang sehingga masyarakat jadi korban, terutama masyarkat miskin dan terpinggirkan. Serta masih banyak ditemukannya JAMKESEMAS salah sasaran. Pemenuhan hak dalam pembuatan jamban masyarakat Sebagai refrensi dalam menerapkan Palo Hidup Bersih dan Sehat terutam masyarakat miskin masih perlu diberikan pemahaman sekaligus diarahkan dalam merubah pola pikir masyarkat untuk sadar dan berprilaku sehat, yang tujuannya adalah bagaimana masyarakat memiliki jamban pribadi dan jamban umum agar tidak BAB disembarang tempat. Strategi dalam pemenuhan hak dasar ini adalah bagaimana upaya masyarkat didorong untuk mendapat akses dana dari pemerintah desa melalui anggaran ADD , tak terkalah pentingnya adalah bagaimana dalam memetakan keswadayaan ditingkat masyarakat untuk bisa terpenuhi program pembangunan jamaban yang diinginkan. Ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh fasilitator desa dan kader desa lainnya untuk memberikan pemahaman kepada masyrakat yang terkait dengan persoalan ini : a. Melakukan pendataan warga terutama warga miskin yang belum memiliki jamban pribadi maupun umum b. Menjelaskan manfaat dan fungsi dari jamban sehingga masyarakat tidak lagi Buang Air Besar disembarangan tempat c. Bagi masyarakat miskin/kurang mampu perlu diperhatiakan dalam memetakan keswadayaannya entah itu bersifat tenaga maupu yang lainnya untuk bisa mendapatkan haknya. Kepala Desa Montong Gamang yang hadir pada saat pertemuan tersebut merekam dan menyimak keluahan masyarakat setempat dan menjelaskan bagaimana pentingnya jamban sehingga akan menganggarkan dana pembuatan jamban dalam pemenuhan hak dasar masyarakat melalui Anggaran Dana Desa, yang terpenting adalah sharing pendanaan sehingga dana sedikit mampu melebihi target yang diinginkan [ swadaya ditingkat masyarakat].

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s