Media Partisipatif

PENAMBANGAN GALIAN C MERESAHKAN WARGA

PT. YATOFA GERES BODAK LOMBOK TENGAH MENGANTONGI SURAT IJIN PERTAMBANGAN DAERAH EKSPLOITASI (SIPD-E) GALIAN C SELUAS 36 HA

Lokasi Tambang Galian C oleh PT. YATOFA GRES

Sekitar 8 kepala keluarga di Dusun Lendang Pengkores Desa Wajageseng Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah terancam bencana longsor akibat dari penambangan Galian C yang dilaksanakan oleh PT Yatofa Geres Bodak, kondisi daerah ini sangat memprihatinkan, warga setempat semakin hawatir ketika pengelola galian C mulai melakukan penambangan di sekitar rumah warga seperti yang dituturkan oleh Amaq Murdiah salah seorang warga Dusun Lendang Pengkores yang dikampungnya sudah dikelilingi oleh galian C sedalam lebih dari 6 meter, jarak rumah kami dengan jalan sekitar 15 meter, dulu (sebelum galian C dilakukan) roda 4 bisa masuk ke kampung kami sekarang sudah tidak bisa lagi, kami minta bahkan kami mau beli sebagian tanah tersebut sebagai jalan kepada pengelola tetapi kami tidak diberikan malah pengelola menjawab dengan nada mengejek dan marah-marah kalau mau lewat ya pakai tangga saja, katanya.
selanjutnya dengan raut wajah putus asa Amaq Murdiah minta perlindungan kepada pemerintah, Kami tidak faham dengan aturan, ke mana kami harus mengadu pak katanya di depan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (H. M. Rais Ishak, SH.) yang didampingi oleh Kepala Desa Wajageseng (Abd. Rahman) dalam kunjungannya ke lapangan seusai Reses Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Masa Sidang II tahun 2011 pada hari Senin, 23 Mei 2011 di Kantor Desa Wajageseng.

Selanjutnya H. M. Rais Ishak, SH. bersama Bapak Kepala Desa Wajageseng berkunjuung ke rumah Amaq Kurdi dan bertemu juga dengan salah seorang pemuda (Marzuki). Dalam pertemuan tersebut ia (Amaq Kurdi dan Marzuki) mengeluhkan usahanya (Penambangan Galian C) yang selama 38 tahun ia geluti harus menerima kenyataan tidak diberikan ijin penambangan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Tengah, kami mau memperpanjang ijin yang suda lewat kenapa kami tidak mau diberikan ijin ? sementara Tuan Guru Bodak (TGH. Fadil Thoahir) yang merupakan Pengelola PT. Yatofa Geres mendapatkan ijin penambangan sampai dengan 36 Ha sementara riil yang dimiliki oleh Tuan Guru seluas 6 Ha.
Kami sudah mengurus perpanjangan surat ijin tersebut tetapi Kepala Dinas

terkait tidak berani mengeluarkan surat ijin perpanjangan tersebut karena lokasi Dusun Lendang Pengkores seluas 36 Ha tersebut sudah dikuasai oleh PT. Yatofa Geres sebagai Lokasi Penambangan Galian C, Amaq Kurdi dan Marzuki mempertanyakan keabsahan surat ijin PT. Yatofa Geres tersebut, masa sih perkampungan warga juga dimasukkan sebagai lokasi pertambangan sementara tanah yang dimiliki tuan guru hanya 6 Ha. katanya dan dibenarkan oleh Bapak Kepala Desa Wajageseng.
Setelah melihat Surata Ijin Pertambangan Daerah Eksploitasi (SIPD-E) yang dipegang oleh Amaq Kurdi yang sudah lewat masa berlakunya yaitu tahun 2008, ternyata sesuai Surata Ijin tersebut PT. Yatofa Geres telah melanggar semua ketentuan teknis yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam surat ijin tersebut disebutkan beberapa ketentuan teknis pertambangan yang harus dipenuhi antara lain :
1. Jarak galian dari perkebunan dan sarana peribadatan sekurang-kurangnya berjarak 50 meter
2. Jarak galian dari jalan umum sekurang-kurangnya berjarak 25 meter
3. Jarak galian dari saluran air/irigasi sekurang-kurangnya berjarak 6 meter
4. Jarak galian dari tiang listrik/telpon sekurang-kurangnya berjarak 10 meter
5. Jarak galian dari bangunan rumah tempat tinggal atau pabrik sekurang-kurangnya berjarak 100 meter
6. Jarak galian dari mata air sekurang-kurangnya berjarak 200 meter.
Mengacu pada ketentuan tersebut di atas, bagaimana tindakan pemerintah ?

Apakah pemerintah akan menunggu korban,  baru ada tindakan ?

3 responses

  1. L. erwin

    pemilu masih jauh…. saya salut dengan strategi tebar pesona, tapi jangan arogan, jangan maen sikut aja, gak peduli kawan ato lawan.

    24 Mei 2011 pukul 22:33

  2. rakyat mau bilang apa agaknya sudahlah padli tohair jadi DPR suhaili ft pula jadibupati loteng ,kepada siapa kah kiranya tempat kita mengadu atas keluh resah masarakat .

    20 Maret 2012 pukul 21:01

  3. Allahu a’lam kalau dari segi hukum beliau lebih tau karena beliau adalah seorang Tuan Guru di Lombok Tengah

    17 Desember 2014 pukul 16:37

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s