Media Partisipatif

JEMBATAN DAMBAAN WARGA

Jembatan Partisipasi (Amal Jary’ah)

Pol PP dan Polisi Sektor Kopang membuat suasana semakin hangat

Lima tahun berlalu jembatan yang berlokasi di Dusun Presak Desa bebuak

Bapak Camat Kopang bersama masyarakat

Kec.Kopang Kab.Loteng menjadi prioritas utama bidang infrasturktur dalam setiap acara musyawarah rencana pembangunan Desa. Masyarakat mulai jenuh ketika diadakan acara MUSRENBANG Desa karena selama ini yang menjdai usulan masyarakat,bahkan menjadi prioritas utama tidak kunjung realisasi.

masyarakat terlihat sangat sibuk pada saat pengecoran di mulai

Dalam situasi masyarakat yang apatis terhadap hasil MUSRENBANG Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) ‘DAMAI” membawa angin segar bahwa usulan masyarakat terkait jembatan yang selalu menjadi prioritas utama dalam setiap musyawarah dapat di realisasikan walaupun nilai anggarannya hanya berjumlah Rp.25.000.000. (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Atas dasar informasi ini BKM “DAMAI” dan

Berugak Dese Melakukan sosialisasi kepada masyaraat khususnya 2 dusun yaitu Dusun Presak I dan Presak II. Namun itu semua belum timbul antusiasme dari masyarakat. Melihat kondisi ini salah seorang Pendamping Lapangan(ABDUL HAMID)  dari Berugak Dese yang sekaligus sebagai anggota BKM “DAMAI” melakukan koordinasi dengan pihak ASKOT(asisten korkot) LALU MARTAWIJAYA  untuk bisa menghadiri musawarah yang di hadiri oleh 6 Dusun (Presak I,II, Lingkoq Lendang,kedondon,lendang tengari, dan Dasan Luah wilayah Desa Bebuak.

Alur proses yang di lakukan adalah merancangkan disghn sebuah bangunan jembatan yang ideal berukuran  bentangannya 9 m lebar 4 m  sesuai dengan standar  Dinas Pekerjaan Umum Bidang Bina Marga dengan anggaran Rp.150.000.000 . Kebutuhan sebuah jembatan kami tuliskan dalam kertas plano untuk mempermudah memfasilitasi. Satu persatu kebutuhan di analisa apakah ada yang dimiliki oleh masyarakat  atau tidak. Musyawaarah berjalan sangat alot karena semua peserta mengeluarkan pendapat, yang membuat kami bangga adalah salah satu dari peserta  (Amaq Kaen)menyampaikan usulan yang sangat bagus sehingga bisa disepakati oleh peserta lainnya,pdahal pdahal Amaq Kaen ini belum pernah atau ndak berani berkomentar  di hadapan orang banyak terlebih lagi ini adalah forum musyawarah yang di hadiri oleh perwakilan 6 dusun.

Musyawarah dilakukan sampai tiga kali yang memutuskan anggaran yang Rp.25.000.000. dari PNPM-mandiri Perkotaan hanya digunakan untuk pembelian besi ukuran  19,16,12,10,dan besi ukuran 8 sementara kebutuhan seperti semen,papan begisting,balok,paku,batu pecah pasang,semen,krikil,pasir dan lain-lainnya siap di adakan oleh masyarakat sebagai bentuk amal  jariyah atau SWADAYA. Antusiasme masyarkat terlihat ketika pembongkaran jembatan yang semula kemudian di ikuti penggalian pondasi. Masyarakat menjadwalkan diri setiap harinya sampai pemasangan begisting dan perancah serta pemasangan pembesian sehingga siap untuk pengecoran.

Pada tanggal 12 Maret 2011 pengecoran di mulai yang di hadiri oleh segenap masyarakat Desa Bebuak Khususnya masyarakat yang 6 Dusun dan pasukan dari POL PP,Pihak kepolisian Sektor  Kopang  yang di komandani oleh Bapak Camat Kopang  LALU BAGIARTHA. Semangat masyarakat semakin tinggi karena kehadiran Bapak Camat serta anak buahnya. Suara mesin Molen,Vibrator,serta teriakan-teriakan  masyarakat menambah suasana menjadi menyenangkan membuat rasa capek hilang seketika. Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat sehingga tepat pukul 12;00 siang  jembatan habis di cor.

Salam

Abd. Hamid

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s