Media Partisipatif

Kunjungan LP2-Der BIMA

Menakar Pengalaman di Bumi Kopang

LP2-Der merupakan salah satu dari beberapa lembaga sosial partisipatif di Kabupaten Bima yang mendapat kesempatan berkunjung ke Berugak Dese di Desa Kopang Rembiga. Rombongan study banding ini terdiri dari 2 Orang Pengurus teras LP2-Der, 2 orang Pemerintahan Desa dan 10 Orang KPPMD (Kader Penggerak Pembangunan Masyarakat Desa) se-kecamatan Donggo.  Setelah 2 hari berada di Lombok Barat tepatnya di Batu Layar (SANTAI)

Adapun kegiatan mereka selama di kopang, dirangkum dalam kilas perjalan kppmd donggo.

Kilas Perjalanan KPPMD Donggo

penerimaan oleh kepala desa

Dua hari sudah rombongan KPPMD dari Kecamatan Donggo Kabupaten Bima berada di Desa Kopang. Kopang Rembige yang memiliki jumlah penduduk 15.000-an terdiri dari 17 dusun, merupakan lokasi ke dua Desa tujuan studi banding KKPMD.  Interaksi dan tukar pengalaman dengan Barugak Dese Desa Kopang Rembiga merupakan pembelajaran bermakna bagi KPPMD. Kilasan waktu yang hanya 2 X 24 jam berada di desa ini relatif sangat singkat bagi kami yang tengah melakukan studi banding tentang membangun partisipatif warga dalam pembangunan, kata M.Tahir (KPPMD Desa Rora).  Itu ungkapan kami bagaimana merasakan  penuh tentang cerita Desa Kopang Rembige yang telah terbangun dari keterpurukan, dan tumbuh-kembang sebagai Desa yang luar biasa. Adalah sebuah Desa yang telah melakukan proses pembangunan secara partisipatif, transparan dan akuntabel.

Desa Kopang Rembige memang terkesan sederhana, Desa yang berada di Lombok Tengah ini berjarak sekitar 30-an KM dari kota Mataram. Dari kesederhanaan itulah yang menyimpan sejuta cerita gemilang. Cerita-cerita sukses bukan terjadi begitu saja, menurut Sekdes Desa Kopang Rembige, Abdillah, bertutur bahwa awalnya keadaan daya apresiasi serta pemahaman masyarakat terhadap pembangunan sangatlah minim. Tokoh dan sekaligus aktor pembangunan Desa ini berpikir keras, berbagai kiat dan upaya dilakukan untuk mencoba melakukan yang terbaik bagi Desa dan Masyarakatnya dengan merekontruksi kembali sistim pemerintahan desa yang sebelumnya mati suri. “tetapi hal itu mustahil dilakukan sendiri” katanya.

peneriamaan oleh kepala desa

Lewat berbagai pendekatan dilakukan untuk memberi pemahaman terhadap para tokoh masyarakat, ulama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan pihak-pihak terkait yang ada di Desa. Memberi pemahaman mereka terhadap pentingnya pembangunan yang bertumpu pada masyarakat, yakni keswadayaan, bekerja dengan hati dan bermimpi merubah Desa menjadi lebih baik. Tentunya nasib Desa harus dirubah oleh masyarakat itu sendiri. Kuncinya adalah Pemerintahan Desa dapat memberikan pelayanan secara optimal, transparan dan akuntabel yang kemudian pasti akan berdampak pada kepatuhan masyarakat,  tegas Abdillah.

Cerita sukses tentang aplikasi pelayanan yang diterapkan pemerintah Desa Kopang Rembige itu telah kami rasakan dengan penuh khidmat. Saat kami tiba di Desa Kopang, keramahan itu seakan menjadi angin sejuk, yang meruntuhkan kelelahan kami setelah berada di lokasi sebelumnya yakni Desa Meninting Lombok Barat. Bukan hanya sebuah keramahan seorang tuan rumah terhadap tamunya,  lebih dari kesan biasa, pertemuan itu seperti pertemuan keluarga untuk melepas kangen. Beberapa lama kami mendiskusikan beberapa hal yang menarik, bagaimana gambaran besar sebuah proses perencanaan pembangunan yang dilakukan masyarakat Kopang dengan pemerintah Desanya. Cerita itu mengalir, banyak hal yang dipetik oleh rombongan KPPMD kec. Donggo Kabupaten Bima, dari proses penyusunan RPJMDes, membangun partisipasi warga hingga kiprah semua Kader Desa memberi kontribusi, bekerja tanpa pamrih bagi masyarakat Kopang Rembige.

poto bersama dengan salah seorang pengurus berugak dese

Berbagi pengalaman antara kader desa Kopang Rembige dan KPPMD se-Kecamatan Donggo Kabupaten Bima adalah ruang langka. Peristiwa penting itu dimanfaatkan dengan baik diantara mereka. Cerita suka duka menjadi kader adalah menu utama yang hampir mendominasi perbincangan mereka. Semisal sebuah cerita pengalaman Ibu Risman saat berada ditengah masyarakat. Dapat dibayangkan, bagaimana ia bertutur saat melakukan kegiatan posyandu, melewati jalan terjal dan berliku, melintasi bukit dengan membawa berbagai peralatan  perlengkapan posyandu yang sungguh berat. Lalu apa imbalan mereka yang telah memberikan hati, tenaga dan pikirannya? “Kami melakukannya dengan nawaitu, hanya semata atas nama ibadah, dan melakukan sesuatu yang berguna untuk kesejahteraan rakyat desa”, lirihnya.

Namun pengalaman seorang ibu Kader hebat itu, harus diakui sebagai dedikasi dan karya besar anak bangsa. Benih dari karya nyata para kader Desa Kopang Rembige akhirnya berbuah lebat dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dua tahun lalu, cerita sukses ibu Risman yang tak disangka pun menukik, ia diundang khusus Negara untuk mempresentasikan pengalamannya di ajang Nasional. Yakni dalam rangka pertemuan kader PKK se Indonesia. “Saya terharu, saya baru merasakan sebuah penghargaan yang luar biasa dari Negara untuk Kader”. Saya bersujud dan mencium tanah di bandara internasional selaparan, saya bersyukur kepada Tuhan, karena menjadi Kader saya bisa berada diatas pesawat Boing 747 Garuda menuju ibu kota Negara Jakarta.

para ibu-ibu berpose bersama sebagai kenangan

Salah satu cerita sukses kader ibu Risman, bukan saja inspirasi bagi kader desa Kopang Rembige, namun bagi KPPMD merasakan sebagai cerita dasyat, memberi spirit dan energi baru untuk tetap komit dan konsisten menjadi kader desa. Hal lainnya adalah daya apresiasi pemerintah desa Kopang Rembige untuk membuka kran lebar-lebar bagi Kader Desa untuk menangani berbagai tugas penting di pemerintah Desa. Menurut pengakuan Sekdes Kopang Rembige Abdillah, bahwa keberadaan para Kader sangat membantu dan meringankan beban kerja pemerintah Desa. Sehingga Kader memiliki pengakuan utuh dari semua lapisan masyarakat dan pemerintah Desa setempat, yang akhirnya dapat menepis berbagai sindiran dan cibiran atas keberadaan Kader. Pengakuan masyarakatpun cukup beragam atas metode pembangunan yang diterapkan oleh Pemerintah Desa. Beberapa petikan yang dapat terhimpun misalnya saat KPPMD menanyakan tentang keswadayaan masyarakat yang telah terbangun dengan kokoh “Apa jadinya Desa Kopang kalau hanya menunggu bantuan Pemerintah”. Ungkapan tulus dan jernih dari salahsatu masyarakat itu, merupakan ungkapan yang menyimbolkan bahwa masyarakat serta pemerintah Desa telah bersinergi membangun kesepahaman bersama mewujudkan Desa yang mandiri.

Berugak Dese  telah mengambil peran yang luar biasa dalam menfasilitasi pembangunan desa. “Beriuk Gagas Kesejahteraan Desa” yang konsen dengan program utamanya terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak dan layanan informasi menjadi gerbang untuk membangun partisipasi warga dalam keswadayan. Sejarah lahirnya Barugak Dese juga merupakan sejarah yang tak bisa dipisahkan dengan peran pemerintah Desa. Akumulasi dari bentuk keprihatinan dan kepedulian masyarakat, pemerintah Desa, serta sumbang saran pihak pemerintah kecamatan, pemerintah Kabupaten dalam rangka menemukan resep ampuh untuk menerjemahkan makna pelayanan terhadap masyarakat sangat optimal, yakni layanan informasi dan pengaduan.

Persoalan keakuratan data merupakan hal yang esensial untuk menjadi pilar dalam merumuskan konsep pembangunan desa. Ketersediaan data dan informasi yang mudah diakses masyarakat adalah kata kunci yang menghantarkan Desa dapat memberi pelayanan yang optimal. Tentu dengan dukungan sumber daya yang ada, memaksimalkan kapasitas Kader, aparat pemerinta Desa dari RT, Kepala Dusun sampai struktural formal pemerintah Desa. “Aturan harus ditegakkan dengan baik, tentu dengan menganut transparasi dan terjaganya akuntabelitas pengelolaan pembangunan” ujar pengurus Barugak Dese, Syafruddin”.

Barugak Dese, sangat inovatif dan kreatif dalam menfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat. Dalam perumusan dokumen RPJMDes pun pagas (penggalian gagasan) yang difasilitasi oleh Barugak Desa bahkan telah melebar dan berdampak pada Desa tentangga lainnya. Hal ini sebuah keberhasilan besar, dimana masyarakat telah mampu merasakan betapa pentingnya kader atau Fasdes bagi tata kelolah pemerintahan lokal yang demokratis. “Barugak Dese tidak hanya menfasilitasi masyarakat Desa Kopang Rembige saja, kami yang berada di desa Montong Gamang merasakan dampak dari pengaruh positif atas keberhasilan program pembangunan yang berlangsung di Desa Kopang”, ungkap  Wahyu Nursamsu Kader Desa seberang. ***

Oleh : Husain laodet

Selamat berjuang, semoga mimpi-mimpi dapat terangkai menjadi sebuah jalinan yang teruntai indah

3 responses

  1. husain laodet

    semoga kita tak bosan untuk berbagi do’a…..selamat berkarya kawan2 barugak dese

    26 Maret 2011 pukul 23:03

  2. H. Samsulhadi

    Sukses selalu utk berugak dese dan masyarakat desa Kopang Rembiga. Semoga Semua Program disegala bidang berjalan dengan baik dan manis.

    27 Maret 2011 pukul 18:36

  3. darwis

    i like,,,,,, smoga LP2DER sukse selalu,,,

    15 Juli 2011 pukul 20:22

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s