Media Partisipatif

RESES ANGGOTA DEWAN

Reses Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, H. Muh. Rais Ishak, SH., yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Wilayah Dapil II (Kopang-Janapria) pada masa Sidang I Tahun 2011



Pada hari pertama (Jum’at jam 12.30 s/d 15.30 wita, tanggal 25 Februari 2011)

Lokasi :  Masjid Dusun Gunung Malang  Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.

H. Muh. Rais Ishak, SH., mengambil lokasi ini sebagai hari pertama resesnya di latar belakangi bahwa di tempat inilah H. Muh. Rais Ishak, SH., mengawali karir politiknya mulai dari pencalonannya sebagai Anggota BPD Desa Kopang Rembiga periode tahun 1998-2002, sukses sebagai Anggota BPD, kemudian sukses sebagai Kepala Desa Kopang Rembiga periode (2002-2006, 2006-2009) dan sebagai Ketua Forum Kepala Desa Se Kabupaten Lombok Tengah tahun 2002-2009 yang akhirnya sekarang suskses sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Ketua Komisi D).

Mengawali sambutannya H. Muh. Rais Ishak, SH. Membangun keakraban yang memang telah terbangun sejak tahun 1998, memotivasi masyarakat Dusun Gunung Malang untuk terus membangun persatuan dan kesatuan, membangun Dusun Gunung Malang tidak dapat mengadalkan bantuan dari pemerintah maupun pihak lain, H. Muh. Rais Ishak, SH. Mengajak masyarakat untuk terus membangunan budaya gotong-royong yaitu “optimalisasi pembangunan partisipatif yang berbasis pada kekuatan

Sambil mendengarkan arahan dari Bapak H. Muh. Rais Ishak, SH., salah seorang tokoh pemuda mengedarkan daftar hadir sebagai bukti bahwa reses benar-benar dilaksanakan.

H. Muh. Rais Ishak, SH., juga menyampaikan apa sesungguhnya TUPOKSI Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Legislatif), Setelah pemaparan yang disampaikan dirasa cukup, diberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengajukan pertanyaan/masukan.

Saharudin mengawali pertanyaanya dengan menyampaikan kebenaran tentang pemasangan baru KWH meter listrik, bahwa Saharudin bersama masyarakat Dusun Gunung Malang yang lain yang memasang KWH meter listrik baru dipungut biaya sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah)

Kesempatan Kedua Abd. Rahman (Pengelola Madrasah Diniyah) menyampaikan keluhannya tentang peningkatan kapasitas lembaga pendidikan berupa Madrasah Diniyah yang dikelolanya, ia sering kali menyusun proposal untuk mendapatkan bantuan dana tetapi sampai saat ini bantuan dari pemerintah belum ada yang terealisasi

Ketua Kelompok Tani Gunung Malang (Abdullah) juga menyampaikan keluhannya tentang kondisi lahan pertanian di daerahnya setiap tahun bermasalah dengan pengairannya terutama pada musim tamam ke II dan ke III, sehingga Kelompok Tani Gunung Malang sudah mengusulkan kepada Disbun Kabupaten Lombok Tengah untuk di berikan mesin pompa air atau sumur bor untuk mengatasi kekurangan air.

Setelah mendengar pertanyaan dan keluhan dari masyarakat H. Muh. Rais Ishak, SH., menyampaikan bahwa terkait pungutan pemasangan baru KWH meter listrik supaya masyarakat membayar sendiri ke PT. PLN tanpa melalui Calo dan harus dengan kwitansi, selanjutnya kaitannya dengan Madrasah Diniyah dan permasalahan Kelompok Tani H. Muh. Rais Ishak, SH., lebih mengarahkan kepada membangun kerjasama yang baik antara pengelola dengan masyarakat untuk mendapatkan dukungan baik lokasi/tempat maupun pembiayaan dan kepada pemerintah supaya mengawal proposal yang sudah dibuat.

Pada hari kedua (Sabtu jam 10.00 s/d 13.30 wita, tanggal 26 Februari 2011)

Bertempat di Rumah: RUSTAM salah seorang pendiri Group Cilokak “Jatiswara” Dusun Karang Tengak Desa Montong Gamang.

Mengawali acara reses di Dusun Karang Tengak, Kepala Desa Montong Gamang (Suratman, S.Pd.) dalam pengantarnya menyampaikan bahwa merupakan kewajiban bagi anggota legislatif pada masa reses untuk turun ke konstituennya atau masyarakat untuk mendengar langsung aspirasi dari masyarakat. Kepala Desa Montong Gamang juga menyampaikan agar Anggota Legislatif betul-betul dapat memperhatikan kebutuhan masyarakat yang dapat meningkatkan harkat/martabat dan kesejahteraan masyarakat dengan melihat kearifan local.

Suratman, S.Pd. dalam kesempatan ini memberikan contoh di bidang seni dan budaya Group Cilokak yang merupakan salah satu seni budaya adat sasak dapat menjadi salah satu kegiatan di biadang pariwisata yang dapat dipromosikan baik di tingkat lokal maupun ke mancanegara. Suratman, S.Pd., dengan bangganya menyampaikan telah berhasil membangun sinergitas dan berkolaborasi dengan para pihak terutama dengan pengelola P2KP/PNPM Mandiri Perkotaan yaitu Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang telah dibentuk secara demokratis melalui beberapa proses Transpormasi Sosial mulai pemetaan masyarakat miskin yang belum berdaya menjadi berdaya dan pada tahapan sekarang masyarakat Desa Montong Gamang berada pada masyarakat mandiri yang kemudian pada tahun ini (2011) Desa Montong Gamang masuk menjadi salah satu desa di Kabupaten Lombok Tengah sebagi nominasi mendapatkan program PLP-NK/ND (Neighborhood Development) atau yang oleh masyarakat lebih dikenal dengan “satu milyar satu desa”, Desa Montong Gamang patut untuk mendapatkan program tersebut karena sudah melalui beberapa proses yang dipersyaratkan oleh program PNPM Mandiri Perkotaan dan Desa Montong Gamang di masing-masing Dusun memiliki produk unggulan yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakatnya seperti Industri anyaman bambu, bulu ayam, keset, sangkar, pisau, sabit, parang, pemaja, tikar pandan, ketak dan lain-lain.

Dalam sambutannya H. Muh. Rais Ishak, SH., memberikan aspresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Desa Montong Gamang yang sangat memahami arti dari reses. Dalam kesempatan ini secara detail H. Muh. Rais Ishak, SH. Menjelaskan 3 Fungsi pokok Legislatif yaitu Legislasi, Budgetting dan Pengawasan. H. Muh. Rais Ishak, SH., mengharapkan agar masyarakat dapat mengawasi proses pembangunan di tingkat masyarakat baik yang dilaksnaklan oleh KSM, Desa, pemerintah maupun kontraktor.

Pada sesi diskusi, kesempatan pertama disampaikan oleh Ihwan (petani tembakau) antara lain menyampaikan beberapa hal antara lain :

  1. Kondisi petani tembakau tahun lalu rugi, tahun ini petani tembakau membutuhkan modal usaha.
  2. Dusun Nyanggi adalah produksi anyaman bambu terbesar di NTB, kendalanya sampai saat ini adalah pemasarannya.

Salah seorang kader posyandu di Desa Montong Gamang (Baiq Rohaniah, S.Ag.) mengeluhkan tentang kesejahteraan kader posyandu yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah yang saling lempar tanggungjawab, SKPD mana sebenarnya yang menangani masalah kader, Baiq Rohaniah, S.Ag. yang juga merupakan salah satu Tim Delegasi Kecamatan Kopang di tingkat Kabupaten Lombok Tengah tahun 2010 di Bidang Penguatan Kapasitas Aparatur mengatakan bahwa kita setiap tahunnya musrenbang mulai dari tingkat Dusun sampai ke tingkat Kabupaten mencurahkan kekecewaannya terhadap hasil musrenbang yang sekaligus merupakan rekomendasi dari masyarakat dan SKPD terkait, tetapi setelah melihat PIK (Paket Informasi Kabupaten) yang merupakan paket informasi yang disusun oleh SKPD kekecewaan itu pun timbul karena apa yang diharapkan oleh desa dan apa yang telah diperjuangkan menjadi sia-sia.

Pada hari kedua (Sabtu jam 13.30 s/d 18.00 wita, tanggal 26 Februari 2011)

Lokasi di Santren Sepaung Dusun Montong Gamang Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.

Sukardi (Petani Tembakau) : bagaimana cara untuk mendapatkan pinjaman lunak seperti KUR (Kridit Usaha Rakyat) melalui BRI

Munir (Petani Tembakau) : tentang cukai tembakau

Nuriadi (PL Pertanian) keterbatasan air dari embung bual maupun dari batu ngerenseng/gule liat dapatkah diatasi dengan air HLD

Badriadi (PNS/Guru SD) : tentang pengelolaan pendidikan oleh SKPD

Harnoli (Guru SD) :  dampak bahan bakar batu bara terhadap kesehatan dikembalikan ke bahan bakar minyak tanah

Kantor Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah merupakan lokasi terahir (ke-empat) pada hari empat (Selasa jam 15.30 s/d 18.30 wita, tanggal 1 Maret 2011)

H. Muh. Rais Ishak, SH., mengambil lokasi ini sebagai hari terakhir resesnya di latar belakangi bahwa di tempat inilah H. Muh. Rais Ishak, SH., belajar bersama masyarakat menata hidup dan kehidupan masyarakat serta penataan terhadap pemerintahan desa yang baik (good local gavernence), setelah sukses sebagai Kepala Desa Kopang Rembiga periode (2002-2006, 2006-2009) yang akhirnya sekarang suskses sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Ketua Komisi D).

H. Muh. Rais Ishak, SH., yang selama 8 tahun sebagai Kepala Desa di Desa Kopang Rembiga, beliau  mendapatkan banyak pembelajaran sehingga dalam reses ini diharapkan muncul ide-ide cemerlang yang dapat memperkaya pengetahuannya’

Sebelum memulai retorikanya (H. Muh. Rais Ishak, SH.), terlebih dahulu disampaikan kata-kata pengantar oleh Kepala Desa Kopang Rembiga (Agus Agrianto, SIP.) yang dulunya sebagai partner kerjanya (Anggota BPD). Dalam pengantarnya Agus Agrianto, SIP., menyampaikan selamat dan sukses kepada Kak Tuan/Bang panggilan akrab Agus Agrianto, SIP. kepada H. Muh. Rais Ishak, SH. sebagai salah satu kader terbaik Masyarakat Desa Kopang Rembiga mampu membawa aspirasi masyarakat dan mampu mendobrak kebijakan pemerintah yang kurang tetap.

selanjutnya Agus Agrianto, SIP., menyampaikan komitmennya untuk meneruskan apa yang telah diperjuangkan oleh Kak Tuan antara lain ; menindaklanjuti RPJMDes 2008-2012 dan peluang-peluang yang telah diciptakan seperti iuran Rp. 1.000,-/kk sebagai bentuk kontribusi masyarakat terhadap pembangunan desa, memanfaatkan kios desa yang telah dibangun sebanyak 10 lokal disewakan dengan harga Rp. 3.000.000,-/tahun, serta usaha-usaha lainnya.

Disamping itu, Agus Agrianto, SIP., juga mengusulkan beberapa permasalah untuk ditindaklanjuti ke pemerintah seperti : (1) dana pembantuan ke desa diharapkan secara proporsional antara lain Pemilihan Kepala Desa supaya dengan melihat jumlah pemilih. (2) bantuian 10 juta rupiah dari provinsi, dan (3) peningkatan tunjangan aparatur Desa.

Seperti reses sebelumnya H. Muh. Rais Ishak, SH., selalu mengawali sambutannya dengan membangun suasana keakraban termasuk di Desa Kopang Rembiga yang telah terbangun sejak 8 tahun yang lalu, H. Muh. Rais Ishak, SH., juga menyampaikan “Reses adalah merupakan kewajiban konstitusi Anggota Dewan untuk turun atau mengunjungi konstituennya atau masyarakat dalam rangka mendapatkan masukan, saran, pendapat terhadap pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan”.

di samping itu juga H. Muh. Rais Ishak, SH., secara detail menjelaskan tupoksi anggota Dewan yaitu (1) fungsi legislasi/regulasi, (2) fungsi Budgetting/Anggaran, dan (3) Pengawasan. Dewan bekerja sesuai aturan yang berlaku, dewan selama ini terkenal sebagai tukang coret terhadap renja yang telah diajukan oleh SKPD ataupun hasil musrenbang tetapi dewan lebih kepada merasionalisai perencanaan dengan melihat postur anggaran yang ada. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat membantu pemerintah dan dewan untuk mengawasi semua program/kegiatan yang dilaksanakan supaya tidak terjadi kebocoran anggaran, termasuk pengawasan terhadap pelayanan public sehingga masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan, kenyamanan dalam berusaha dan birokrasi tidak berbelit-belit. Kita mendambakan sebuah pemerintahan yang baik (good gavernence).

Selanjutnya H. Muh. Rais Ishak, SH., terus memotivasi masyarakat Desa Kopang Rembiga untuk terus membangun persatuan dan kesatuan, membangun Desa dengan tidak mengadalkan bantuan dari pemerintah maupun pihak lain, H. Muh. Rais Ishak, SH. Mengajak masyarakat untuk terus membangunan budaya gotong-royong yaitu “optimalisasi pembangunan partisipatif yang berbasis pada kekuatan”. H. Muh. Rais Ishak, SH., mengatakan bahwa pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu mengajak masyarakatnya untuk bergotong royong dan berswadaya. Masyarakat yang hebat adalah masyarakat yang menyadari akan tugas dan tanggungjawabnya serta peduli terhadap masyarakat dan lingkungan disekitarnya, masyarakat yang mampu membangun keswadayaan, tidak merasa hebat atau paling bisa.

H. Muh. Rais Ishak, SH., memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Desa di Kecamatan Kopang bahwa masyarakat telah banyak berpartisipasi membantu pemerintah dalam proses pembangunan mulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan monitoring evaluasi. Setiap tahun masyarakat mengikuti proses perencanaan melalui musrenbang mulai dari tingkat dusun sampai ke tingkat kabupaten, masyarakat sudah mulai memahami apa yang harus dilakukan dalam proses percepatan pembangunan, tanpa adanya partisipasi masyarakat di Negara berkembang seperti Indonesia pemerintah tidak dapat membangun tanpa dukungan dari masyarakat. H. Muh. Rais Ishak, SH., berpesan kepada pemerintahan di tingkat desa agar betul-betul memlihara dan mempertahankan kepercayaan masyarakat yang telah terbangun karena sesungguhnya asset terbesar ada di masyarakat.

potensi yang biasanya sering terlupakan di desa adalah potensi sumber daya manusia berupa masyakat khususnya pemuda yang berpendidikan S1 dan S2 yang kita harapkan dari mereka adalah sumbangsihnya berupa pemikiran positif, ede-ide kreatif serta inovasi-inovasi baru untuk menunjang percepatan pembangunan.

Drs. Usman (Petani/Pengelola LKPD) menyampaikan keluhannya terhadap :

  1. Dalam proses musrenbang, Drs. Usman mengistilahkan “nafsu besar tenaga kurang” artinya rencana yang sangat luar biasa tetapi tidak didukung oleh anggaran yang memadai, untuk mewujudkan hasil musrenbang yang memuaskan merupakan pekerjaan ekstra dari dewan untuk terus mendorong pemerintah kabupaten melalui SKPD

terkait, supaya berupaya semaksimal mungkin untuk mencari terobosan-terobosan terhadap kegiatan-kegiatan yang tidak mampu dibiayai sesuai yang tertuang dalam dokumen hasil musrenbang seperti ke Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat ataupun Lembaga-Lembaga Donor baik Dalam Negeri maupun Luar Negeri.

  1. BP4K tidak mempunyai peran terhadap permasalahan yang dihadapi petani selama ini, mestinya petugas (penyuluh pertanian) dari BP4K harus turun ke petani untuk melihat atau mecari tau permasalahan yang dihadapi oleh petani seperti gagal panen akibat tungro, petugas mestinya mensosialisasikan pencegahan sebelum terjadinya gagal panen akibat tungro.

Rukmawati, S.Pd. (Anggota Berugak Dese), yang selama ini konsen memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat seperti pelayanan terhadap kesehatan serta berusaha memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat tersebut untuk bisa masuk dalam dokumen perencanaan melalui musrenbang, keluhannya sampai saat ini apa yang telah diperjuangkan sia-sia belaka, pada dokumen musrenbang kabupaten masuk menjadi prioritas yang harus segera ditangani kenyataannya tidak masuk dalam RKA SKPD terkait seperti :

  1. Honor/Insentif kader posyandu/kader pembangunan sebagi ujung tombak percepatan pembangunan tidak mendapatkan perhatian 3 tahun terakhir Honor/Insentif kader posyandu/kader pembangunan tidak mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas jerih payah yang dilakukan selama ini tidak sebanding pekerjaan yang dibebankan dengan kesejahteraannya kalau dibandingkan dengan petugas dari Puskesmas ataupun Dinas Kesehatan yang tinggal menerima hasil dari kader posyandu/kader pembangunan.
  2. Tutor PAUD masih banyak yang belum mendapatkan Honor/Insentif perlu diusakan, untuk tahun 2010 Honor/Insentifnya ditiadakan mohon supaya tahun 2011 ini diperhatikan.
  3. Hasil persiapan musrenbang kabupaten kemaren (28 Februari 2011) bahwa dalam persiapan tersebut telah dilakukan singkronisasi antara renja SKPD dengan usulan dari hasil musrenbang kecamatan, salah satunya di samping Honor/insentif Tutor PAUD dan kegiatan lainnya juga kegiatan Fisik melalui Dikes akan memprioritaskan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di Desa Pemekaran.

Hirjan (Anggota BPD/Guru Honor MI) menyampaikan masukan-masukan tentang :

  1. Peran BPD supaya dikembalikan sebagai sebuah Badan Perwakilan
  2. Pengambilan tunjangan fungsional supaya diambil oleh Kepala Sekolah dengan pertimbangan kalau masing-masing guru mengambil tunjangan fungsional proses belajar mengajar di sekolah akan terganggu.
  3. Keistimewaan terhadap sekolah yang berstatus akreditasi selama ini tidak ada, mestinya sekolah yang berstatus akreditasi dapat diperhatikan lebih dibandingkan dengan sekolah yang belum terakreditasi sebagai bentuk penghargaan dan motivasi

Ibu Zaenab (Kader Posyandu) mengharapkan untuk diperjuangkan tentang Askes bagi kader posyandu sampai kerumah sakit sebagai bentuk perhatian dan penghargaan terhadap jerih payah kader posyandu yang selama ini membantu pemerintah khususnya di bidang kesehatan, selanjutnya Ibu Zaenab meminta kepada Anggota Dewan supaya berkunjung untuk melihat kondisi masing-masing posyandu walaupun hanya sekali selama menjadi anggota dewan

M. Arifin Sopiandi (RT. I Pendagi) mengeluhkan beberapa hal antara lain :

  1. Pelayanan prima yang diharapkan di RSUD Praya jauh dari harapan masyarakat, lebih baik pelayanan di Puskesmas Kopang. Pengalaman pribadi pasien yang menggunakan jamkesmas di nomor duakan bahkan tidak segera ditangani, fasilitas dan alat tidak lengkap, lebih lengkap di Rumah sakit Swasta seperti Rumah Sakit Yatofa Bodak, kebersihan lingkungan yang sangat kumuh
  2. Perlunya update peserta jamkesmas karena banyak yang sudah meninggal dunia dan masih banyak masyarakat miskin yang membutuhkan dan perlunya diperjuangkan agar kuota peserta jamkesmas ditambah
  3. Bantuan pemerintah desa berupa jambanisasi tidak setengah-setengah, kalau mau membantu masyarakat ya sampai jadi jangan diberikan hanya 1 buah kloset, 3 buah buis beton, 2 meter faralon, 5 zak semen, beberapa m³ pasir.

Sahrim (Kadus Bajur) mengeluhkan tentang :

  1. Honor Kadus supaya ditingkatkan
  2. Air bersih berupa bak umum dapat diperjuangkan karena sangat dibutuhkan masyarakat sebagai tempat khususnya mengambil air minum

 

 

PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI RESES

ANGGOTA DPRD KABUPATEN LOMBOK TENGAH DAPIL II KECAMATAN KOPANG – JANAPRIA MASI SIDANG I

TAHUN 2011

( H. MOH. RAIS, SH )

* Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah sebagai salah satu organisasi pemerintahan di Kabupaten diharapkan dapat menjalankan Tugas dan Fungsinya dengan baik

  • Reses Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah merupakan momen yang sangat penting sebagai forum shering pembelajaran antara masyarakat dengan Legislatif
  • Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah merupakan lembaga yang sangat strategis untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintah dalam melaksanakan kegiatan dan pelayanan terhadap masyarakat dengan harapan terciptanya  pemerintahan yang baik (good gavernence)
  • Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah diharapkan keberpihakannya kepada masyarakat terutama masyarakat miskin, perempuan dan termarjinalkan dengan melihat kebutuhannya
  • Dalam proses pembangunan mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksnaan dan monitoring evaluasi tetap melibatkan masyarakat sebagai bentuk partisipasi
  • Dalam pengambilan keputusan di tingkat dewan supaya tetap memperjuangkan apa yang telah direncakan melalui musrenbang
  • Sinergitas program pemerintahan dengan lembaga-lembaga swasta dan lembaga donor baik dalam negeri maupun luar negeri supaya terus dibangun
  • Kekuatan dan potensi di masyarakat sangatlah luar biasa sehingga perlu digali untuk diberdayakan sebagai aset dalam rangka percepatan pembangunan di tingkat basis.

 

 Perjalanan RESES Anggota Dewan Masa Siding I tahun 2011 dari tanggal 25 Februari s/d 1 maret 2011

 Penulis,

Lalu Syafrudin

(BERUGAK DESE)


2 responses

  1. L. Erwin

    Bagus banget, dan memang seharusnya demikian, sebab kalau saya tidak salah setiap anggota dewan kan diberikan dana untuk penyerapan aspirasi masyarakat, yah itung itung sambil berbagi rejeki kepada rakyat,

    harapan kita adalah setiap aspirasi masyarakat sedapat mungkin dapat di implementasikan oleh pemerintah yang harap dicatat “anggota dewan harus berjuang untuk itu” jangan sampai aspirasi yang terserap hanya dijadikan pembatal kewajiban dan laporan seremonial belaka, setelah itu…..para anggota dewan kembali berjuang untuk mengumpulkan harta demi pengembalian biaya kampanye

    Fakta yg ada….jalan jurusan Kopang-Peseng seperti kubangan kerbau, jembatan sempur sudah 3 tahun gak di finishing, padahal ini jalur ekonomi, mana aksinya ?

    Saran saya, untuk anggota dewan yang ada di Kopang harus lebih peka dan tidak pilih-pilih, berjuang ya berjuang untuk desa kopang secara keseluruhan, jangan hanya hebat berdiplomasi, canggih beretorika…..eh ujung-ujung nya elu-elu, gue-gue. Come on man jangan jadi pengecut, kalo mau dialog adakan di Kantor Desa Kopang, supaya anda mendapatkan persepsi yang bagus serta masukan-masukan yang komperhensif.

    4 Maret 2011 pukul 17:00

  2. L. Erwin

    catatan : kalo mau menyerap aspirasi, tanggalkan atribut partai….kalo sudah jadi anggota dewan kita tidak butuh atribut, yang penting tindakan dan kepekaan terhadap kondisi terkini…soal strategi dan rencana jangka panjang, ada cara dan media tersendiri…rakyat sekarang tidak gampang dibodohi.

    5 Maret 2011 pukul 23:05

Isikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s