Media Partisipatif

Uncategorized

KONSULTASI PUBLIK DAN KONSOLIDASI KOALISI JARINGAN ADVOKASI RUU DESA

Pembahasan Undang-Undang Desa yang merivisi UU No. 32 tahun 2004 telah memasuki babak baru. Beberapa bulan lalu, Pansus RUU Desa DPR RI telah menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Rangkaian RDUP tersebut memang telah melibatkan aktor-aktor perwakilan masyarakat sipil, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan lembaga-lembaga penelitian. ini merupakan kabar gembira, karena pembahasan RUU Desa memberi kesempatan bagi kelompok masyarakat sipil terlibat dan menyampaikan aspirasi untuk menjaga pembajakan elite atas arah dan kebijakan RUU Desa. Berbeda dengan pembahasan Undang Undang, misalnya pada zaman orde baru, pembatasan pelibatan masyarakat sipil telah melahirkan Undang Undang yang bias elite. (lebih…)


KONSULTASI PUBLIK DAN KONSOLIDASI KOALISI JARINGAN ADVOKASI RUU DESA

Pembahasan Undang-Undang Desa yang merivisi UU No. 32 tahun 2004 telah memasuki babak baru. Beberapa bulan lalu, Pansus RUU Desa DPR RI telah menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Rangkaian RDUP tersebut memang telah melibatkan aktor-aktor perwakilan masyarakat sipil, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan lembaga-lembaga penelitian. ini merupakan kabar gembira, karena pembahasan RUU Desa memberi kesempatan bagi kelompok masyarakat sipil terlibat dan menyampaikan aspirasi untuk menjaga pembajakan elite atas arah dan kebijakan RUU Desa. Berbeda dengan pembahasan Undang Undang, misalnya pada zaman orde baru, pembatasan pelibatan masyarakat sipil telah melahirkan Undang Undang yang bias elite. (lebih…)


JUM’AT BERSIH MINGGU IV

Jumat bersih yang dilaksankan di Dusun Pendagi pagi hari ini tanggal 22 Juni 2012 merupakan kegiatan minggu ke 4, dimana pada minggu ke 3 telah dilaksanakan di Dusun Bore dengan kegiatan perbaikan Drainase dan Pemasangan gorong-gorong. Sedangkan kegiatan kali ini lebih pada pembuatan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) Rumah Tangga yang ada didusun Pendagi terutama kampung yang cukup jauh dari aliran sungai. Pada awalnya keberadaan SPAL ini tidak terlalu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dusun, karena masyarakat sudah terbiasa membuat lobang disekitar halaman belakang rumah sebagai tempat penampungan limbah rumah tangga terutama hasil limbah yang berasal dari dapur. Tapi, dengan makin berkembangnya jaman dan makin banyaknya jenis bahan olahan yang dihasilkan dalam rumah tangga, limbah sekarang sudah dianggap tidak lagi sebagai sesuatu yang dianggap remeh. Karena genangan limbah dibelakang rumah tampaknya sudah menimbulkan dampak pada pemilik rumah serta masyarakat sekitar lingkungan baik itu polusi maupun sebagai sarang penyakit menular, sehingga perlu dibuatkan suatu pembuangan yang permanen dan memenuhi syarat kesehatan.

Pembuatan SPAL sepanjang Kurang lebih 500 Meter yang menggunakan Pipa Paralon 5 “, merupakan swadaya murni masyarakat Dusun Pendagi yang disuport oleh Pemerintah desa dan semua Kepala Dusun serta Masyarakat peduli lingkungan dan OSM yang ada di desa Kopang Rembiga. Ternyata mengajak mesyarakat untuk mau ikut serta membanguan tidaklah terlalu sulit, tergantung dari pendekatan semua unsur masyarakat yang ada di desa itu sendiri.  (romy)


LOUNCHING JUM’AT BERSIH

Gotng Royong Membersihkan Halam Masjid Darussalam Kopang sebagai upaya pencanangan Jumat bersih di desa Kopang Rembiga

Jum’at pagi sekitar Pukul 08.00 wita dihalaman masjid Darussalam Kopang terlihat Bapak camat Kopang Lalu Bagiartha, S.IP beserta beberapa orang Staf, Kepala Desa Kopang Rembiga beserta staf,  semua Kepala Dusun dan RT, BPD, Anggota BKM-PNPM, Kader penggerak Pembangunan, Kader Posyandu, Program PKH, PL BKKBN, Pol PP, TNI, Pengurus PKK Kecamatan dan Desa, Pengurus Forum KP, OMS, Kepolisian, Anggota Dewan dapil Kopang-Janapria, adik-adik pramuka serta masyarakat sekitar desa kopang rembiga sedang gotong royong membersihkan halaman Masjid Darussalam Kopang dan lingkungan sekitar masjid dengan tujuan keindahan dan kenyamanan masyarakat  yang  menunaikan ibadah. Gotong royong yang dilaksanakan pagi hari ini merupakan gotong royong perdana sebagai sebuah bentuk pencanangan, yang selanjutnya akan dilakukan secara berkesinambungan setiap hari jumat dengan lokasi yang berbeda dan kegiatan yang berbeda. (lebih…)


PELATIHAN OPEN STREET MAP

OpenStreetMap merupakan sebuah program peta dunia gratisan yang dapat dipergunakan secara bebas oleh siapapun hanya dengan berbekal tersedianya jaringan inernet, karena program ini sempurna bekerja secara On Line. Kita bisa membuat peta suatu wilayah, desa ataupun kekadusan bahkan sampai dengan tingkat RT secara tepat, dimana program ini telah menyediakan preset sesuai dengan kebutuhan masyarakat indonesia dan bisa diubah sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Selain itu kita juga  dapat menambahkan informasi pada peta, memperbaiki kesalahan yang ada dan memetakan apa yang ingin kita petakan.

Berangkat dari ketepatan hasil yang dapat didalam pemetaan ini, maka Access Phase II wilayah NTB dan NTT merasa sangat perlu mengadakan pelatihan dan peningkatan keterampilan pendataan dan pemetaan untuk menjawab kebutuhan kalangan pemerintah maupun profesional non-pemerintah dalam dalam rangka menjalankan kegiatannya. Karena tehnologi pendataan menawarkan kemudahan bagi kita untuk melakukan kegiatan pendataan dan pemetaan dengan lebih cepat dan efektip dengan hasil yang lebih akurat, detail dan canggih. Akan tetapi kemudahan dan kecanggihan itu tidak serta merta bisa kita dapatkan tanpa melalui sebuah proses pembelajaran oleh karena itu pada tanggal 21-27 Mei 2012  Access NTB & NTT melakukan pelatihan sebanyak 25 orang mitra strategis dan mitra langsung dari kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok tengah, Bima dan dari NTT yang  dipandu langsung OSM SOLUD.

Harapan kedepan, dengan berbekal pengetahuan dan keterampilan pendataan dan pemetaan ini dapat menjadi contoh sukses bagi daerah lain serta harapan yang lebih besar lagi pemerintah daerah bisa menduplikasikannya disetiap desa didaerahnya, sehingga semua desa memiliki peta desa yang lengkap dengan representatif. Dengan adanya peta desa yang lengkap dapat memudahkan desa dan pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap pembangunan.


PENYEGARAN KADER POSYANDU

Sebanyak 45 orang kader Posyandu dari 3 desa yang mendapatkan program NICE di kecamatan kopang telah mendapatkan pelatihan selama 2 hari. Pelatihan yang dilaksankan dari tangga 9-10 Mei ini bertujuan untuk memberikan penyegaran pengetahuan terkait peran dan tugas pokok kader dalam melaksanakan tugas di posyandu. Karena sampai dengan saat ini tugas para kader posyandu tidak lagi hanya sebagai petugas timbang bayi yang dilakukan hanya 1 kali dalam sebulan, namun dengan terintegrasinya semua program yang masuk ke desa, maka perlu kiranya pengetahuan para kader posyandu ini diperkuat dengan cara pembekalan pengetahuan dan perbanyak diskusi antar kader antar desa guna menambah wawasan dan trik-trik memotivasi masyarakat agar sadar dengan pentingnya arti kesehatan. (lebih…)


RUMAH ROBOH SEBELUM DANA CAIR

Kamis, 5-5-2012 sekitar pukul 14.30 Wita sebuah bangunan rumah milik seorang warga  sangat miskin  bernama salam yang bertempat di dusun gubuk Alang desa Kopang Rembiga tiba-tiba roboh. Tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba terdengar sepert suara gemuruh dari belakang rumah pengakuan Atik tetangga terdekat dari salam dan belum beberapa menit kemudian para tetangga sudah berkerumun memenuhi lokasi rumah yang rubuh untuk memastikan yang punya rumah dalam keadaan selamat. (lebih…)


PELEPASAN SISWA/I SMAN 1 KOPANG

ACARA WISUDA DAN PELEPASAN SISWA/I SMAN 1 KOPANG ( 5 Mei 2012 )

Tiap sekolah  pasti memiliki ciri yang melekat pada sekolah itu tergantung dari keadaan sekolah masing-masing, baik itu pengaruh taraf sekolah, lingkungan tempat sekolah maupun kondisi ekonomi sebagian besar orang tua murid. Tidak dapat kita pungkiri keadaan ini sangat jelas tampak didepan kita, sehingga antara sekolah yang satu dengan sekolah lain ataupun siswa yang satu dengan siswa yang lain tampak begitu jelas kesenjangannya. (lebih…)


HARDIKNAS ALA KOMUNITAS KAMPUNG MEDIA

poto bersama

Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 2 Mei setiap tahunnya merupakan sebuah bentuk apresiasi kita sebagai anak bangsa yang selalu menghargai jasa-jasa tenaga pendidik (Guru) yang telah   berjasa  memberikan pengajaran  pada kita agar dapat membaca dan menulis sehingga kita bisa menjadi orang-orang berguna bagi keluarga, bangsa dan negara.

Tidak terlepas dari peringatan tersebut Komunitas Kampung Media Lombok Tengah dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan  TELKOMSEL memperingati hardiknas ini dengan ala Kampung Media yaitu mengadakan Bimbingan Teknik “Internet sehat dan Aman” bagi 150 orang siswa/siswi dari 25 SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Lombok Tengah di aula Kantor Departemen Agama Lombok Tengah. selain acara bimtek, Komunitas kampung media yang terdiri dari 6 kampung media yang ada dilombok tengah juga mengadakan Lomba Tulis yang mengangkat tema bagaimana menurut para peserta yang dikatakan dengan ” internet sehat” tersebut. (lebih…)


STUDI BANDING KEPALA DESA KEPULAUAN SELAYAR

STUDI BANDING KEPALA DESA “Mencari Pembelajaran Bersama Menuju Kemandirian Desa” 

Sebanyak  41 orang Kepala Desa se-Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan mengadakan Studi Banding di Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah pada hari Selasa 24 April 2012. Rombongan ini berada di Pulau lombok sejak Tanggal 22 April dan akan kembali pada tangal 27 Aril 2012 mendatang.  Rombongan studi banding yang dipimpin langsung oleh Bapak Wakil Bupati Kepulauan Selayar  Bapak SAIFUL ARIF  beserta Pengurus  Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kepala BAPPEDA serta beberapa orang perwakilan dari pemerintahan setempat diterima langsung oleh Bapak Wakil Bupati Lombok Tengah Normal Suzana beserta Kepala BAPPEDA Loteng Ir. L. Muh Amin, MM.  Bapak Camat Kopang Lalu Bagiartha, SIP, Pengurus Tim penggerak PKK Kecamatan, Sekcam, Kepala Desa Kopang Rembiga Agus Agrianto, SIP beserta stafnya dan juga Organisasi Masyarakat Sipil Berugak Dese sebagi lembaga satu-satunya tujuan studi banding,  karena lembaga ini dianggap telah berhasil dan sukses merubah prilaku masyarakat di 5 desa dampingan dalam hal mengaplikasikan program ACCESS Fase II di Lombok Tengah.

Sebelum tiba di Desa Kopang Rembiga, Rombongan studi banding ini terlebih dahulu menuju desa yang ada di Lombok Barat yaitu Desa Mambalan dan Desa Meninting Kecamatan Gunung Sari.   Selain diskusi singkat rombongan juga turun kelapangan untuk melihat sejauh mana pembangunan partisifatip yang telah dilakukan oleh desa tersebut, karena pada saat ini masyarakat lebih cendrung minta dimanjakan oleh pemerintah setempat sehingga budaya gotong royong dan keswadayaan menjadi hilang di masyarakat dan menjadikan otonomi yang diharapkan menjadi semakin sulit untuk dicapai.

Tujuan pelaksanaan kegiatan study banding yang berlangsung dari tanggal 22 s.d 27 April 2012 ke Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah adalah sebagai bahan referensi dan pembelaiaran tentang keberhasilan desa dalam hal perencanaan, pengelolaan dan membangun prakarsa ekonomi lokal dan mengidentifikasi sektor-sektor potensial yang dapat menjadi Pendapatan Asli Desa yang bermuara pada kemandirian desa.  Sehingga para Kepala Desa dapat belajar dari keberhasilan-keberhasilan yang terjadi terutam di desa dampingan ACCESS. (lebih…)


LAYANAN KB GRATIS YANG SEPI

Pemasangan alat kontrasepsi secara gratis yang berlansung pada hari rabu, tanggal 18 April 2012 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI yang ke 66  diwilayah kerja Puskesmas Kopang,  yang meliputi 6 desa dibagian utara Kecamatan kopang betul -betul terlihat sepi.  Keadaan ini berbanding terbalik ketika PKK mengadakan hal yang sama dua bulan yang lalu. Padahal pengerahan warga sudah dilakukan sebulan sebelumnya, bahkan pengumuman ini melibatkan Kepala Dusun dan semua kader posyandu pada  masing-masing Posyandu.

Apakah warga masyarakat sudah kurang berminat untuk ber- KB, atau kurang respon karena  tingkat pemahaman, kesadaran dan pengetahuan masyarakat yang masih rendah terhadap betapa pentingnya mengatur jarak kehamilan dan kelahiran demi kesehatannya ?.  Ternyata suasana sepi ini  diakibatkan karena  hampir  semua sasaran PUS (Pasangan Usia Subur) telah mendapatkan layanan dua bulan lalu dan sekarang hanya tinggal menggarap sisanya saja kata salah seorang bidan yang bertugas dipagi hari itu. Dikatakannya juga kalau saat ini tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya ber-KB untuk menuju sehat sudah tidak diragukan lagi, karena sudah banyak masyarakat yang dengan kesadaran sendiri mendatangi Poskesdes, Polindes dan tempat-tempat praktik bidan untuk memasang alat kontrasepsi yang aman dan nyaman menurut mereka walau harus membayar.

Dan tidak ada salahnya bila masyarakat banyak berharap pada pemerintah atau instansi terkait, aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga-lembaga yang peduli agar tidak bosan-bosannya memberikan pemahaman dan penyadaran arti penting dari kesehatan.


PELANTIKAN KEPALA DUSUN

Kepala Desa Kopang Rembiga bersama Muspika

Kepala Desa Kopang Rembiga bersama Muspika

PEMBELAJARAN DEMOKRASI

Pemilihan Kepala Dusun merupakan suatau bentuk demokratisasi di tingkat paling bawah yang masih murni tanpa mengenal politik uang (money Politic) maupun pemberian barang-barang kebutuhan kepada masyarakat yang dapat mengikat penerima untuk memilih salah satu kandidat, karena pengajuan calon kepala dusun (Kadus) merupakan aspirasi atau keinginan  murni dari masyarakat bukan karena kemaun sendiri ataupun  hanya mementingkan ambisi demi gengsi.

Pemilihan kadus ini sendiri merupakan sarana pembelajaran, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang demokrasi yang sesungguhnya, dengan tujuan  menjunjung  tinggi asaz kemenangan dan menerima secara ikhlas akan kekalahan, agar masyarakat tidak lagi terkotak-kotak dan terpecah belah, dan calon terpilih harus mampu merangkul semua pihak baik yang mendukung maupun yang tidak mendukungnya karena pada tataran seringkali dipergunakan sebagai ajang saling balas. Bila pemahaman ini kita tanamkan dari sejak dini maka pada masa yang akan datang  segala bentuk pemilihan secara langsung tidak akan ada lagi kita dengar istilah-istilah serangan fajar maupun istilah lain yang sekarang ini bukan menjadi rahasia umum.

Pelantikan 8 orang kepala dusun hasil pemilihan secara langsung di Desa Kopang Rembiga yang dilaksankan pada hari Rabu, 4 April 2012 yang bertempat di Aula Kantor Desa Kopang Rembiga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kopang, Mantan kadus, BPD, Toga, Toma, Ketua –ketua KPPS, Panwas, Semua Panitia serta masyarakat umum.

Pemilihan Kadus ini berjalan cukup kondusif tanpa ada gejolak di tengah-tengah masyarakat, hal ini tidak terlepas dari antisipasi serta persiapan yang matang dari panitia sejak dari penyebaran pengumuman dimasing-masing dusun tempat akan berlangsungnya pemilihan sebagai bentuk penjaringan, perekrutan calon Pemutahiran Data Pemilih, Penerimaan Pendaftaran Calon, Verifikasi administrasi calon, Tes Akademik tentang tugas keseharian kadus sebagai bentuk penyaringan yang akan menghasilkan calon-calon kadus  yang berpengetahuan tentang tudas dan fungsinya, dari hasil ini lalu diadakan pengundian warna kotak sebagai bahan kampanye calon di kekadusannya.


SOSIALISASI LEMPER MADU DIKECAMATAN KOPANG

TIM SOSIALISASI KABUPATEN BERSAMA MUSPIKA

TIM SOSIALISASI KABUPATEN BERSAMA MUSPIKA

LEMPER MADU (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Terpadu) berbasis Rumah Ibadah merupakan Program yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah dengan maksud  mensinergikan berbagai program kegiatan penanggulangan kemiskinan dan ketertinggalan serta program-program lain dengan menguatkan lembaga rumah ibadah sebagai basis gerakan guna ketepatan sasaran program kegiatan dan keberlanjutannya. Dalam rangka keberlanjutan program Lemper Madu ini dapat dijadikan salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, pelestarian jum’at bersih dan pengembangan Keamanan Bersama Masyarakat (BKM). (lebih…)


OROK TERBUANG DITENGAH HUJAN LEBAT

Hari senin malam , 19 Maret 2012  sekitar pukul 19.15 Wita Seorang orok (bayi) laki-laki ditemukan oleh salah seorang yang mengaku sebagai mahasiswa  salah satu perguruan tinggi di mataram pada saat mahasiswa yang berasal dari kecamatan janapria ini  hendak pergi kemataram, ditengah perjalanan  tiba-tiba turun hujan lebat yang mengharuskannya segera untuk berteduh, dan disekitar pingir jalan dilihatnya ada sebuah warung kosong atau tepatnya didusun pengkores  desa kopang rembiga yang bisa dipergunakannya sebagai tempat untuk berteduh sembari menunggu hujan reda.

Dalam suasana hujan lebat dan angin kencang di dengarlah suara tangisan bayi tak jauh dari tempatnya berdiri. Dan alangkah terkejutnya tatkala melihat sosok Bayi laki-laki berkulit putih bersih dengan hidung lumayan mancung tergeletak dibawah lapak yang terbuat bambu yang biasa dipergunakan sebagai tempat berjualan buah oleh Zubardi ini tanpa beralaskan apapun kecuali kain pembungkus seadanya. Dan dia pun segera  memberitahukan hal ini kepada masyarakat terdekat yang berada disekitar tempatnya dan gemparlah masyarakat dusun pengkores  sebagai lokasi tempat ditemukannya bayi tersebut. Dan masyarakat segera menghubungi kepolisian kopang serta membawa si orok tersebut ke Puskesmas kopang agar dapat perawatan medis sesegera mungkin. (lebih…)


PELATIHAN GURU PAUD LAYANAN RAUDATUL ATHFAL (RA) KECAMATAN KOPANG

Pembukaan Orientasi BCCT KKG RA Kec. Kopang

Kelompok Kerja Guru (KKG) RA di Kecamatan Kopang melalui Ikatan Guru RA (IGRA) telah dilaksanakan pelatihan peningkatan profesionalme guru pada RA selama 3 hari mulai dari tanggal 12 s/d 14 Maret 2012, dalam laporan Penanggungjawab Penyelenggara Pelatihan Ketua IGRA Kecamatan Kopang SAMSUDIN, S.Pd. dalam laporannya menyampaikan pelatihan tersebut di hadiri oleh Regional Early Childhood Specialist Tem Nasional Regional IV Wilayah Indonesia Bagian Timur LALU MUHZAR, S.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah yang diwakili oleh PIIRUDDIN, S.Pd. Pengawas Ra Wilayah Kecamatan Kopng, Kepala UPT Dikpora Kecamatn Kopang yang diwakili oleh Pengawas TK DARMAWAN, S.Pd., TLD UPT Dikpora Kecamatn Kopang LALU SAFRUDIN, SH., Ketua HIMPAUDI Kecamatan Kopang AIDA IBRAHIM, S.Pd. dan Pengurus IGRA Kecamatan (lebih…)


KANTOR UPT DIKPORA KECAMATAN KOPANG LUDES DILALAP SI JAGO MERAH

 WAKIL BUPATI LOMBOK TENGAH LANGSUNG KE TKP

Sekitar Pukul 20.00 wita, Malam Selasa 12 Maret 2012 Kantor UPT Dikpora Kecamatan Kopang terbakar, Salah seorang warga pendagi Sahlam Marbot Masjid Dusun Pendagi Desa Kopang Rembiga Kabupaten Lombok Tengah menuturkan, ketika sedang duduk-duduk di tempat jualan buah-buahan di pinggir jalan bersama masyarakat pendagi lainnya secara tidak disadari melihat

kejadian terbakarnya Kantor UPT Dikpora Kecamatan Kopang mulai dari belakang atap bangunan, tanpa berfikir panjang masyarakat  yang melihat kejadian tersebut langsung ketempat kejadian untuk memadamkan kebakaran tersebut, masyarakat lainnya langsung menghubungi

Pol PP yang piket di Kantor Camat. Petugas piketpun langsung menghubungi petugas kebakaran yang berkantor di Kota Praya Kabupaten Lombok Tengah dan menghubungi Camat Kopang Lalu Bagiarta, SIP., Camat Kopang pun setelah mendapat berita kebakaran langsung menghubungi Wakil Bupati Lombok Tengah. Tepat pada pukul 11.30 wita wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Normal Suzana (lebih…)


POHON TURI PENGGANTI MINYAK TANAH

KEMITRAAN BKM  DENGAN PT. SADANA ARIP NUSA

Penyerahan Bibit Pohon Turi dari PT. Sadana Arip Nusa Pada BKM Ngiring Maju Desa Kopang Rembiga
BKM Ngiring Maju Desa Kopang Rembiga merupakan salah satu mitra dari PT. SADANA ARIP NUSA Nusa Tenggara Barat. Kemitraan ini bukan merupakan sebuah selogan tanpa implementasi, hal ini dibuktikan dengan ikut berperannya salah satu Perusahaan Pengadaan Tembakau PT. Sampoerna dalam keikutsertaannya memelihara lingkungan dengan berperan aktif membagikan pohon tanaman keras pada petani tembakau.
Namun bukan hanya Petani Tembakau saja bantuan ini dapat diberikan, ini terlihat dari penyaluran bantuan berupa 6000 bibit pohon turi pagi para peternak kambing yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarat (KSM) Harapan Sejahtera yang telah mendapatkan bantuan 12 ekor kambing dari Badan Keswadayaan Masayarakat Ngiring Maju Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. (lebih…)


PROGRAM NICE

NUTRITION IMPROVEMENT THROUGH CUMMUNITY EMPOWERMENT ( NICE ) PROJECT

Masalah gizi merupakan salah satu prioritas yang dibutuhkan oleh seluruh umat manusia, karena menyangkut masalah kesehatan. Sampai dengan saat ini, karena masih banyak masyarakat yang belum menyadari betapa pentingnya masalah gizi, sehingga sebagai korban adalah anak-anak balita dari keluarga kurang mampu (miskin). Misalnya, akibat kurang gizi pada anak balita dapat terlihat dari perkembangan fisiknya, mereka sangat kurus sebagai akibat dari kurang vitamin A (KVA), Anemia gizi pada balita bahkan ibu hamil, serta gangguan lainnya akibat kurang yodium (GAKI).

Peran Pemerintah (Dinas Kesehatan) melalui  program NICE (Nutrition Improvement through Community Empowerment) dirasa sangat tepat, karena program tersebut dapat  meningkatkan minat serta semangat  masyarakat untuk lebih memperhatikan diri terutama dalam masalah gizi. Program NICE dilaksanakan oleh para Kader Kesehatan Desa  yang dihimpun dalam sebuah team yang disebut dengan KGM (Kelompok Gizi Masyarakat).

Sejak terealisasinya program NICE di Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah pada bulan Januari tahun 2010 yang lalu, tingkat kehadiran masyarakat setiap pelaksanaan Posyandu meningkat begitu tinggi, dan kondisi saat ini peran para Kader Kesehatan (Kader Posyandu) yang bertugas disetiap Posyandu Desa Kopang Rembiga bukan lagi menjadi monopoli kaum hawa, begitu juga kaum bapak sudah tidak merasa risih dan canggung lagi membawa anaknya ke posyandu. Perubahan cara pandang ini tidak terlepas dari peran serta Organisasi Masyarakat Sipil Berugak Dese yang bersinergi dengan KGM, BKM (PNPM-MPk) dan Pihak Puskesmas yang tak henti-hentinya memberikan pencerahan dan penyadaran kepada masyarakat  di Desa mengenai betapa pentingnya datang ke Posyandu.

Program NICE  tidak hanya mengurus masalah Posyandu saja, namun anak didik (sekolah) yang tidak masuk sebagai bagian dari sasaran posyandu juga mendapat kesempatan penyuluhan tentang betapa pentingnya ber PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat). Hal ini dibuktikan dengan telah dilaksanakan demo bagaimana menggosok gigi yang baik, membersihkan tangan  sesudah beraktifitas, penyuluhan tentang betapa pentingnya sarapan sebelum berangkat kesekolah dan pengenal organ tubuh manusia.

Kegiatan penyuluhan serta demo ini telah dilaksanakan pada 13 SD/MI se desa kopang rembiga yang dilakukan oleh petugas Gizi dari Puskesmas yang dibantu oleh Kelompok Gizi Masyarakat.


MUSRENBANG KECAMATAN KOPANG 2012

SKPD bersepakat untuk menyusun Program kerja berdasarkan hasil Musrenbang

 

Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Kopang kali ini terlihat jauh berbeda dari pelaksanaan musrenbang pada tahun-tahun sebelumnya. Dimana pelaksananaan kali ini terlihat begitu terencana dengan matang terutama tim Kabupaten yang tergabung dalam tim 3 dengan ketua tim Fasilitasi Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah.

Sebanyak 24 orang dari semua SKPD Lombok Tengah yang tergabung dalam tim 3 terlihat begitu sabar dan tekun mengikuti acara sejak acara dibuka sampai dengan acara pleno berlangsung dan bahkan sampai dengan pemilihan utusan  delegasi kecamatan ketingkat kabupaten (wali amanah) mereka pun tak beranjak dari tempat. Pada kesempatan yang berharga ini kehadiran Anggota DPRD Lombok Tengah Daerah Pemilihan Kopang-Janapria tidak kalah bersemangatnya menggali dan menghimpun hasil musrenbang yang merupakan kebutuhan masyarakat yang akan diperjuangkan dan dikawal sampai dengan pembahasan di tingkat kabupaten. (lebih…)


KUNKER DPRD LOTENG KE LUWU TIMUR SULSES

KUNJUNGAN KERJA DPRD KABUPATEN LOMBOK TENGAH

KE KABUPATEN LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN


Pada Tanggal 9 Januari 2012 H. Muh. Rais Ishak, SH. melakukan  kunjungan kerja  ke Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan untuk melihat secara  langsung keadaan warga Lombok Tengah yg berada didaerah  transmigrasi yang terletak di Desa  Maramba Kecamatan Wotu didampingi dan Lalu Safrudin anggota LSM Berugak Dese. Sebelum melanjutkan perjalanannya mereka menyempatkan diri mampir dan menginap 1 (satu) malam di rumah salah seorang warga Lombok yang ada di Kota Makassar sambil berdiskusi tentang alat transportasi yang akan digunakan dalam perjalanan menuju ke Kabupaten Luwu Timur. (lebih…)


Kader Desa, Mengabdi Sepenuh Hati

Para kader desa ini benar-benar perempuan tangguh.

Salmiah salah satunya. Dia sudah mengabdi sebagai kader desa sejak tahun 1983. Ibu tiga anak berusia 45 tahun ini termasuk kader desa di Desa Bebuak, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Aku ngobrol dengan ibu tiga anak ini ketika liputan tentang kesehatan masyarakat di Lombok Tengah seharian tadi (11-01-2012). Liputan ini untuk Buletin ACCESS milik program Australia Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Tahap II AusAID.

Lokasi liputan ini berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari Mataram ke arah timur. Kami harus melewati jalan rusak sepanjang sekitar 2 km dari jalan raya antar-provinsi yang membelah Pulau Lombok.

Selain dia, narasumber liputan di tiga desa ini ada sekitar 10. Ada kader desa, fasilitator desa, pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun ibu rumah tangga. Namun, tak tahu kenapa, cerita tentang kader desa ini yang langsung membuatku tertarik menuliskannya di blog.

Mungkin karena keteguhan dan kesetiaan (lebih…)


PEDAGANG BONG (GENTONG) KELILING

TELADAN SEORANG PEDAGANG BONG

    Saya benar-benar terkesima membaca pernyataan sahabat sekaligus orangtua saya, Lalu Bayu Windia. Beliau dalam bukunya menulis tentang satu persoalan sosial yang patut digugu. Patut ditiru oleh semua kalangan terutama kaum birokrator. Cerita beliau yang akhirnya  menjadikan saya segera mengambil sebuah kesimpulan; masih ada ternyata seorang penjual bong yang memiliki hati yang sangat bijaksana.
Jika boleh membandingkan antara seorang birokrator yang nota bene duduk di belakang meja, tiap bulan dapat gaji, honor, mobil mewah dan fasilitas ini itu, tapi mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, pasilitas yang didapatkan itu merupakan hasil dari uang rakyat. Sementara rakyat (pedagang Bong) saban hari mengelilingi kampung dan udik desa lain, menjajakan ‘Bong’ (gentong) dengan penuh susah payah. Tapi setiap orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah, demikian kutipan yang didapat dari Ivan Illich.
Bahkan dalam (lebih…)

PERESMIAN DESA INFORMASI

SESUNGGUHNYA TUHAN TIDAK AKAN MERUBAH NASIB SUATU KAUM KALAU KAUM ITU TIDAK MAU MERUBAHNYA SENDIRI

Desa Janapria kecamatan Janapria merupakan salah satu dari 112 desa di Lombok Tengah dan merupakan desa yang ke 65 yang mendapatkan kepercayaan dari kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai desa informasi di Indonesia. Acara Peresmian Desa informasi Desa Janapria yang dilaksnakan pada tanggal 12 Desember 2011, yang dicanangkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Ir. H. TIFATUL SEMBIRING, serta Wakil Gubernus Nusa Tenggara Barat Ir. H. Badrul Munir, MM, Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT dsn Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Normal Suzana.
Lombok Tengah juga merupakan salah satu penopang lumbung padi Nasional dimana hasil produksi padi pada tahun 2011 mencapai surplus sebesar 52,12 % dari kebutuhan padi warga Lombok Tengah, ungkap Bupati Lombok Tengah H. Suhaily FT (lebih…)


SEKILAH NAPAK TILAS KIPRAH BERUGAK DESE 2007-2011 DI LOMBOK TENGAH – NUSA TENGGARA BARAT

Kunjungan AusAID  bersama Tim Program Access Phase II NTB, Bali dan Jakarta ke Berugak Dese

Kopang, 11-11-2011

 

Peran Berugak Dese dalam Memobilisasi Sumberdaya menuju “KEMANDIRIAN WARGA”

Dalam perjalanannya Berugak Dese telah melakukan berbagai kegiatan dalam mewujudkan sumberdaya menuju “KEMANDIRIAN WARGA” atas dukungan Program Access Phase II-AusAID dan Mitra Strategis (Pemda, Pemdes dan NGO lainnya)

STRATEGY :

  • Pemetaan melaui Survey Kepuasan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan jaringannya.
  • Membangun kerjasama peningkatan Pelayanan Puskesmas antara Warga dengan Puskesmas
  • Meningkatkan kesadaran PHBS Warga melalui Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
  • Memanfaatkan moment RESES sebagai ruang untuk interaksi warga dengan DPRD.
  • Ruang Demokratisasi desa melalui Audisi Calon Kepala Desa.
  • Mengembangkan Pusat Keberdayaan Warga melalui optimalisasi Posyandu sebagai Simpul Pembelajaran warga.
  • Kerjasama dengan Pemerintah dan NGO lain seperti : (lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.